Friday, November 16, 2007

The Living Legend


Harvey Malaihollo Bagian II ( Why ‘87?)



It took me more than a year to collect,re-write and re-count Harvey's discography. I just hope he could write and has his own web so we can clearly have all his complete and rare album list. I really hope so...


Sungguh sangat langka untuk bisa menemukan seorang entertainer sejati yang mampu bertahan dan terus berkarya hingga mampu mencetak hits selama empat puluh tahun berturut turut tanpa henti di Indonesia Ini.
Tanpa pernah berpikir untuk berkarya demi kepentingan materi ataupun aji mumpung dengan melakukan segala eksperimen yang bisa mempertaruhkan perjalanan karir bermusiknya.
Mungkin baru seorang Chrisye saja yang mampu melakukannya dengan tetap tidak merubah cirri dan jalur musiknya dan tetap bertahan dengan segala ke-unikannya.


Mungkin sebutan Legend pun memang pantas untuk dia.
walaupun Chrisye tidak akan pernah tergantikan, namun mudah mudahan langkahnya masih bisa diikuti.



Tak kalah dengan Chrisye, Karir Harvey Malaiholo pun cukup bisa diperhitungkan mengingat jenjang karirnya yang sudah sekitar 30 tahun namun masih tetap eksis.
Walaupun tidak se-produktif Chrisye, tapi penyanyi pria yang satu ini tetap bisa membuktikan bahwa kehardirannya kembali ditahun 2007 ini masih bisa diperhitungkan ditengah keanekaragaman jenis musik yang ada, beliau juga termasuk orang yang setia di jalurnya.



Harvey hadir kembali tahun ini dengan album barunya yang hanya mengandalkan satu buah lagu baru saja dan beberapa lagu re-cycle miliknya dan satu buah re-cycle lagu yang pernah dinyanyikan Jayanthi Mandasari
.


Album ini jauh lebih baik dari album ”Come Back” nya beliau ditahun 2000 silam dengan single remake andalannya yang dibawakan bersama Sheila Majid, "Begitulah Cinta".
Saya bisa bilang album ini lebih baik karena kualitas vocal Harvey dialbum ini “amazingly” kembali ‘bernyawa’ seperti dahulu, tidak seperti album yang saya sebut diatas yang terasa sangat monoton dan terdengar bernyanyi seperti setengah hati dan juga terkesan Harvey kehilangan kemampuan bernyanyinya, sungguh album itu membuat saya kecewa.

Mungkin dialbum Begitulah Cinta, Harvey ingin membedakan cara dia bernyanyi dulu yang terkesan sangat ‘festival’ sekali dan dengan kekuatan emosi yang penuh dan merubahnya secara drastis ang cenderung sepeti sedang membawakan lagu lagu bossas.
Tetapi itulah yang membuat seoarang Harvey begitu besar, suara ‘festival’-nya lah yang paling ditunggu tunggu and Thanks God, dialbum ini suara itu bisa saya nikmati lagi.

Ada yang cukup membuat saya terkecoh di album ini. Saya sempat berpikir ini adalah versi aslinya dari lagu tersebut. Lagu itu adalah “Jera” yang dibuat versi awalnya sekitar tahun 86 silam.
Saya sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Walaupun itu lagu favorit saya tapi saya bisa terkecoh juga. Sampai sampai saya harus mencari koleksi kaset lawas saya dan harus membandingkannya lagi karena sayapun sudah tidak ingat aransemen lagu ini, mengingat sudah lebih dari 21 tahun lalu dan ternyata memang benar ini versi baru!



Ini membuktikan bahwa di album ini suara Harvey kembali terdengar seperti 21 tahun silam. Tidak seperti suara Harvey di tahun 2000 lalu yang terdengar agak kedodoran. “Well Come Back Harvey…”
It’s Great to hear your real voice again.


Kalo tidak salah hitung album greatest hist ini adalah album ke 25 Harvey.
Entah kenapa seorang Maestro seperti belum mempunyai Graha Maya atau web-site sendiri, mengingat beliau adalah salah satu artis yang bertahan lebih dari 3 dekade dan tentunya para fans nya ingin sekali mengetahui secara detail perjalanan karir dan koleksi album dan singlenya yang sangat langka itu.



Terus terang perjuangan terberat untuk mengkoleksi lagu lagu dari seorang penyanyi yang saya idolakan adalah mengoleksi album album Harvey.
Bayangkan saja setiap tahun dia mencetak beberapa hits tapi hits hits beliau tidak berupa album, tapi berupa single dari album kompilasi dan album album Festifal.
Saya cukup menyesal kehilangan semua koleksi Harvey pada tahun 80an, sehingga sangat keteteran sekali untuk mengembalikan semuanya itu.


Awal karir beliau memanglah dari ajang Festival. Kalo kalian pernah dengar di era 70-90an tentang pemilihan Bintang Radio dan Televisi yang selalu digelar oleh RRI dan TVRI, Harvey adalah pelopor kejuaraan ini.
Harvey adalah jebolan angkatan pertama dari ajang festval ini pada tahun 77 silam untuk kateori pria dan Rafika Duri untuk kategori wanita.
Dan semenjak itulah “Pasangan” ini mulai dikenal dan banyak mencetak hits.
Harvey mengabadikan hits pertamanya ini bersama Yunika di album Begitulah Cinta tahun 2000 lalu.
Berarti Beliau mengakui bahwa beliau pernah membuat album rekaman pada tahun 77 lalu.
Tapi entah kenapa di album yang terakhir ini Harvey hanya membuat summary dari perjalanan karirnya semenjak tahun 87 hingga 2007 saja?
Lalu kemana sisa 10 tahun kebelakang???
Kenapa tidak dari perjalanan awal karir dia?


Dia juga tidak menjelaskan kenapa tahun '87 yang dipakai sebagai patokan. Apakah untuk menggenapkan ke angka 20? Padahal banyak Hits dari 1980 hingga 86 yang sangat sangat phenomenal. Salah satunya adalah "Kugapai Hari Esok", (1984) yang mendapat penghargaan MOST OUTSTANDING PERFORMER di Malaysia.

Lalu kalo Harvey mematok judul album terbarunya adalah Greatest Hits 1987-2007, tapi mengapa lagu lagu ditahun 1986 masuk kedalam list album ini?? Maaf mas Harvey, saya terlalu sangat amat susah payah mencari kembali semua karya karya anda, jadi sedikitnya saya hafal dan terasa sekali pengorbanannya untuk keliling pasar loak demi mencari lagu yang ingin saya dengarkan kembali.
Dari jumlah 25 album Harvey saya baru bisa mengkoleksi sekitar 15 album dan 14 album sigle dan kompilasi. Jadi jangan sampai sejarah seorang Legenda pupus karena sang Legenda sendiri tidak mau untuk menulisnya untuk kita.


Re-Count Discography

ALBUM & Single 1977 - 2007

  1. Harvey & Rafika Duri Vol.1 Produksi : Musica

  2. Harvey (Pop Indonesia) Vol.2 Produksi : Musica

  3. Harvey Malaiholo (Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3 Produksi : Musica
  4. Harvey & Tina (melagukan Titik Hamzah) : Insan Record 1984

  5. Harvey – Ireng Maulana Bag.1 Produksi Musica

  6. Harvey – Ireng Maulana Bag.2 Produksi : Musica

  7. Harvey - Ireng Maulana Bag.3 Produksi Musica

  8. Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah) Produksi : Insan Record 1984

  9. Harvey & Elfa Produksi : Billboard Ind. 1986

  10. Mau Tak Mau Produksi : Musica 1990

  11. Tetaplah Bersamaku Produksi : WEA 1997

  12. Sentuhan Kasih Produksi : WEA 1999

  13. Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid) Produksi : WEA 2001

  14. Festival Lagu Populer Indonesia 1980 Judul : Surya Khatulistiwa Produksi : Pramaqua & Asiri 1980

  15. Festival Lagu Populer Indonesia 1981 Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio) Produksi : Asiri 1981

  16. Kugapai Hari Esok , Golden Kite Wold Popular Song Contest 1984, Produksi : Purnama Record

  17. Festival Lagu Populer Indonesia 1984 Judul : Tabir Tercinta Produksi : Irama Asia & Asiri 1984

  18. Festival Lagu Populer Indonesia 1985 Judul : 1. Semoga Lestari 2. Selamat Datang Cinta Produksi : Irama Tara & Asiri 1985

  19. Festival Lagu Populer Indonesia 1986 Judul : Seandainya Selalu Satu Produksi : Billboard & Asiri 1986

  20. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 Judul : Kusadari Produksi : Bulletin & Asiri 1987

  21. Festival Lagu Populer Indonesia 1988 Judul : 1. Begitulah Cinta 2. Ternyata Produksi : TEAM Record & Asiri 1988

  22. Festival Lagu Populer Indonesia 1991 Judul : Haruskah Produksi : Flower Record & Asiri 1991

  23. Indonesia`s TOP ‘89 Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen

  24. Karimata Album : Pasti Judul : Kisah Kehidupan Produksi : Prosound 1987

  25. Ruth Sahanaya Album : Tak Kuduga Judul : September Pagi Produksi : Aquarius 1989

  26. Adjie Soetama & Friends Judul : Nita Produksi : Granada

  27. Iwan Fals & Friends Judul : 1. Pesta 2. Sesaat Kau Hadir Produksi : Musica

  28. Oddie Agam Album : Kesempatan Judul : Cucu Adam & Hawa Produksi : Team Record

  29. Bimbo Vol.106 Judul : 1. Kita Adalah Satu 2. Aku Yang Sendiri 3. Sahabat

  30. Festifal lagu Populer 1989 Judul : Mencari Produksi : Atlantic Record
  31. Pop Song Festival XI Tahun 1983 Judul : You Are The One Produksi : Musica

  32. Indonesia 6 Judul : 1. Janji 2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Diva Single

20 tahun perjalanan karier Trie Utami sari Soedjono


Oh Indahnya Suasana

Bila ku tau siapa namanya

Tertunduk malu dia tersenyum simpul

Melirik kehadiranku disana....Oh...



Tidak terasa 20 tahun sudah single ini tanpa absen setiap saat selalu menemani hari hari aku sejak 1987 lalu.

Entah berapa kali aku ulang ulang tanpa bosan setiap aku memutar lagu ini tanpa terasa sudah selama itu single ini menjadi single terfavoritku dari “Iie”.


Selain kekuatan lagu 'Keraguan' ini ada pada arransemen yang dikerjakan apik oleh Addie MS, kekuatan lagu ini juga adalah berkat suara Iie yang begitu “prof” (untuk ukuran pendatang baru pada saat itu) wajar saja dia mendapat juara vokalis terbaik LMC (Light Music Contest) 1986, ajang pencarian bintang dan musisi berbakat era 80-an, karena Iie memang sangat pantas!

Syukurlah pada tahun 2002 lalu aku sempat menemukan single ini di-remastered ulang dalam bentuk CD oleh Aquarius dalam kompilasi Dasa Tembang Tercantik LCLR 1977-1990.

FYI : lagu ini mendapat banyak penghargaan selain lagu terbaik, aransemen terbaik dan Penyanyi pendatang baru terbaik tapi lagu ini juga mendapat penghargaan sebagai album terlaris 1997.

What an incredible single!!


Terlahir dengan nama lengkap Trie Utami Sari Soedjono pada tahun 1969, saya mengenal nama dia semenjak menonton malam resital Piano dan Electone yang diadakan Lowrey di salah satu gedung di daerah Asia Afrika Bandung, yang entah sekarang berubah menjadi apa.

Kala itu hanya Purwa Caraka yang tampil bersama salah satu adiknya yang lain tapi tidak ada Iie, hanya bapakku bilang kalo Purwa punya adik bungsu yang namanya Trie Utami, bapakku sering denger mereka latihan piano bareng dirumah, bapakku memang kerabat dari ayah mereka.

Ketika aku masih di SMP dulu, aku lebih mengenal Iie sebagai salah satu Oz-er (Penyiar Radio OZ Bandung) kalo tidak salah Iie adalah OZ-er nomor 18.

Termbang Pesona dan Top 40 adalah acara paling aku tunggu karena Iie adalah DJ-nya.

Tapi kalo aku pengen denger dia bernyanyi aku selalu sempetin denger PUB ON THE AIR setiap rabu malam setelah acara GELA GELITIK OZ-nya Denny & Izur yang orang Indonesia lebih kenal dengan Padhyangan, Project pop, P- Project dan sebagainya, karna acara radio ini adalah cikal bakalnya dari group group tersebut.


Menjadi seorang 'Penyanyi' bukanlah cita citanya.

Iie lebih tertarik menjadi seorang Arranger. Mungkin itu semua karena pengetahuan musik dan kepiawaiannya dalam memainkan berbagai macam jenis instrument yang akhirnya membuat dia ingin menjadi seorang Arranger.

FYI : Selain Piano dan Electone, Iie juga jago bermain Drum dan Saxophone .

Mungkin kita belum tahu lagu lagu mana yang dia sendiri sebagai pencipta dan arrangernya. Karena kita hanya bisa menikmati hasil ciptaan Iie yang sangat banyak itu dimainkan oleh Krakatau jadi bukan pure aransemen beliau.

Selain mencipta untuk Krakatau, Iie pun banyak membuat hits untuk artis artis lain.

Satu ciptaan Iie yang menjadi hits favorit saya adalah lagu dari Harvey Malaiholo, “Di Ujung Rindu”.

Utha Likumahua, ME voices, Pinkan Mambo juga pernah menyanyikan karya karyanya.
Meskipun Krakatau adalah yang paling berjasa membawa Iie dalam industri musik Indonesia tapi orang lebih mengenal Iie lebih dahulu dari single “Keraguan” padahal album krakatau keluar lebih awal beberapa bulan sebelum single ini. Tapi peruntungan Iie mamang dari single ini dan tanpa disadari nama Trie Utami pun yang mencuatkan group Krakatau ini, karena jangan salah Krakatau pun pernah mempunyai vokalis Ruth Sahanaya dan Harry Mukti tapi tak banyak orang yang mengenal group itu barulah orang lebih mengenal Krakatau setalah Iie bergabung.


Perjalanan karier Iie bisa dibilang tidak sebegitu gemilang Mama Ina, Uthe dan Titi. Semuanya terasa terhenti dan melupakan Iie setelah Iie membuat banyak kesalahan fatal dalam memilih lagu dan jalur musiknya.

Iie sangat sangat 'sophisticated' ketika ia masih bersama dengan Krakatau itu pun karena corak vokal Iie memang mendukung, namun Krakatau pun akhirnya tidak konsisten lagi dengan jalur musiknya.

Iie pun banyak bereksperimen dengan segala tawaran untuk musik musik diluar jalur bermusiknya diantaranya Album Rumpies yang sangat tidak bermutu itu, lalu Iie pun terlalu aji mumpung dengan kepopulerannya sehingga melupakan segi kualitas, terbukti dengan jebloknya penjualan 4 album solonya, walaupun album solo pertamanya “Untuk Ayah Ibu Tercinta” memang album yang bagus karena Erwin Gutawa, Chandra Darusman dan Indra Lesmana ada disitu, tapi 3 album sisanya adalah album “kacangan!!”

4 album Iie itu adalah:

  1. Untuk Ayah Ibu Tercinta, 1991

  2. Kecewa, 1992

  3. Mungkinkah Terjadi, 1997

  4. Aku Cemburu, 1999

Namun anehnya Iie tidak pernah jeblok dalam membuat single.

Tidak satupun single nya yang tidak menjadi hits. Semuanya manjadi best selling pada saat itu. Mungkin Iie patut mendapat julukan “Diva Single”.

Andai saja Iie bisa sedikit selektif dalam memilih lagu dan lebih berhari hati memeilih musisi untuk album albumnya seperti apa yang selalu Ruth Sahanaya Lakukan, Iie akan lebih dari apa yang ia bisa raih sekarang dan Iie masih bisa bertahan di blantika musik Indonesia seperti Mama Ina, Uthe, Titi.


Diantara 10 album rekamannya (6 album bersama Krakatau dan 4 album solo)

Anda pasti lebih mengenal judul judul single yang saya sebut dibawah ini, karena memang Iie lebih terkenal dengan single single nya bukan terkenal karena Album albumnya.

Saya urutkan sebagian keciil single single TRIE UTAMI yang pastinya kalian kenal:

  1. Keraguan – LCLR 1987-1988

  2. Rencana – LCLR 1988 – 1989

  3. Tiadalagi Keraguan - Elegi Untuk Nana 1989
  4. Tinggal Bilang - 1990
  5. Antara Anyer dan Selamanya
  6. Gang Kelinci, Pulau Seribu, Beri Daku harapan - Legenda Pop Indonesia 1993
  7. Entah Apanya - 1991
  8. Jalan Masih Panjang, Kuingin Kau Ada - 7 Bintang 1992
  9. Jangan Menambah dosa - 7 Bintang 1993
  10. Maaf - OST Warkop
  11. 3 album Rumpies
  12. Bila - FLPI, duet bersama Yopie Latul
Tulisan ini saya dedikasikan untuk 20 tahun perjalanan karier Trie utami Sari Soedjono.
Maaaaaf mba iie kalo rada rada tersinggung atau banyak salahnya.
Semua ini hanya yang ada dalam ingatan saya saja.
Sebenarnya kalo diurut dari pertama kali Iie gabung dengan krakatau ini adalah tahun ke 21 tapi dari tahun album pertama release ini adalah tahun ke 20.



Friday, September 14, 2007

Even Disney Can Steal!

Even Disney Can Steal!

Buat pecinta film film Spielberg pasti tau dengan Trilogy “Back To The Future”.
Film ini special buat saya karena meskipun sangat futuristic dan boleh dibilang termasuk dalam kategori sci-fi tapi Spielberg mampu membuat film ini mempunyai chemistry dan emosi yang detail sekali yang memang merupakan ciri khas dari setiap film film karyanya.
Sebut saja The Schindler List yang mampu membuat semua orang bisa bersimpati pada orang oarng yahudi atau di film A.I. yang sangat menyentuh sekali padahal dia hanya sebuah robot.
Film film animasi bermutu pun banyak dihasilkan beliau di PH nya bersama rekan rekan lainnya di Dreamworks.
Boleh dibilang Dreamworks adalah pesaing Disney yang lebih dulu mempunyai kecendrungan membuat film film animasi.
Namun sepertinya Disney pun telah kehabisan ide untuk cerita cerita fiksinya. Tapi tidak sepantasnya nama sebesar Disney mesti kekurangan ide untuk sebuah cerita yang breaktru dan entah kenapa kali ini Disney sepertinya mencoreng muka sendiri dengan membuat film “Meet The Robinsons”.


Meskipun pencapaian penjualan film ini sangat luar biasa tapi bagi saya sungguh ini project yang sangat memalukan untuk Disney.
Bagaimana tidak semua detail emosi dan main ceritanya adalah sangat mirip dengan film “Back To The Future” (BTTF) ,saya seperti menonton film “BTTF” dengan berbeda tokoh saja. Semua detail chemistry di film BTTF dikuras habis habisan disini. Mungkin buat yang tidak fanatic dengan BTTF tidak akan merasakan ini.
Sungguh sangat mengecewakan walaupun nantinya film ini akan dibuat versi DVD dengan format 3D tapi tetap saja tidak bisa membuat ini jadi terasa original.
Andai saja film ini dibuat oleh Dreamworks mungkin aku tidak akan kecewa karna ada nama Spielberg disitu.
Tapi ini jelas jelas dibuat oleh Disney yang jauh lebih segalanya dibandingkan Dreamworks yang masih bisa dibilang baru…


What a shame, Disney..

Huiih.. Even Disney Can Steal!!

Monday, May 28, 2007

Drama of Comedian

Bukan sekedar Roman Picisan

Dari sekian banyak film Indonesia yang disuguhkan, masing masing mempunyai daya tarik tersendiri. Seperti film terbaru karya Harry R. Saputra ini yang menurut saya mempunyai daya tarik yang luar biasa dari kekuatan akting para pemainnya.

Begitu pertama kali saya melihat trailer film ‘Love Is Cinta’ ini, saya langsung tertarik dengan film ini. Kalo umumnya film film Indonesia lebih mementingkan segi komersilnya saja, saya rasa film ini agak sedikit berbeda.

Walau tetap menjual lagu soundtrack sebagai pendongkrak larisnya film ini tapi tampaknya tidak terlalu harus gencar gencaran ber-promo, film ini tetap bisa laku keras.

Meski untuk pemilihan pemain utama difilm ini Mas Harry masih tetap memakai pemain yang sama yang sedang naik daun tetapi nama pemain top yang tengah naik daun belum menjamin sebuah film bisa mempunyai kualitas yang baik. Oleh karena itu tugas terberat tetap harus dipikul oleh sutradara dalam mengarahkan pemainnya.
Sempat terpikir, apa penyebab begitu apiknya permainan para aktor pendukung film ini, apakah memang faktor natural dari pemainnya atau mungkin arahan yang baik dari sang sutradara? karena setahu saya Raffi tidak pernah bermain sebaik ini, dibeberapa film layar lebarnya pun semua aktingnyanya terasa biasa, malah dia lebih lepas ber-ekspresi sebagai 'comedian' di extravaganza ABG ketimbang sinetron atau film layar lebar.

Tadinya nama Raffi Ahmad buat saya adalah hanya nama seorang actor comedian remaja Indonesia yang namanya cepat dikenal karena modal tampang doang.

Untuk sekedar ‘ngocol’ kemampuan Raffi memang sudah sangat luwes terasah karena memang setiap minggu dia terbiasa menghibur dengan penampilan kocaknya di layar TV.

Tapi setelah hari ini, kata kata saya diatas pupus sudah setelah melihat kehebatan aktingnya di ‘Love Is Cinta’. Jelas... Dia tidak hanya sekedar jual tampang tapi dia memang punya potensi!

Untuk akting seorang Nicolas Saputra saja yang jelas jelas telah beberapa kali mendapatkan penghargaan tertinggi dibidang per-aktingan saja tidak bisa membuat saya takjub seperti saya melihat Raffi yang memerankan seorang gay yang mati bunuh diri dan jasadnya digunakan oleh Ryan untuk menyelesaikan segala urusan cintanya di dunia.

Sungguh seorang Nicolas Saputra pun saya ragukan bisa berakting sehebat Raffi.

Terus terang baru kali ini saya menyaksikan film Indonesia yang diperankan oleh seorang comedian bisa se-emosional ini.

Kalau saja masih akan ada piala Citra taun depan. Pastinya pemeran utama Pria Terbaik sudah pasti buat kamu…

Selamat Raffi.. You`re the next Idol!

Buat kalian yang belum sempat menyaksikan akting Raffi di film ini, ada baiknya kalian sempatkan sebelum film ini habis masa putarnya.

Walaupun film masih belum bisa dibilang mempunyai cerita original dan banyak sekali kekurangan dan kejanggalannya ini, tapi semua itu tertutupi oleh kehebatan akting mereka.

Jadi cobalah menonton film roman picisan yang masih berbau jiplakan ini dari sudut yang berbeda…

Pasti kamu akan bangga punya pemain sehebat Raffi.

Untuk Blitz sungguh sangat saya sesalkan kenapa tidak menjadi saksi dari sebuah film yang saya yakin menjadi film terbaik di tahun ini dan saksi munculnya seorang calon pemain pria terbaik.

Hahaha... kok yakin yah?

Thursday, April 26, 2007

The Living Legend

Harvey Malaihollo Bagian II ( Why ‘87?)










It took me more than a year to collect,re-write and re-count Harvey's discography. I just hope he could write and has his own web so we can clearly have all his complete and rare album list. I really hope so...


Sungguh sangat langka untuk bisa menemukan seorang entertainer sejati yang mampu bertahan dan terus berkarya hingga mampu mencetak hits selama empat puluh tahun berturut turut tanpa henti di Indonesia Ini.
Tanpa pernah berpikir untuk berkarya demi kepentingan materi ataupun aji mumpung dengan melakukan segala eksperimen yang bisa mempertaruhkan perjalanan karir bermusiknya.
Mungkin baru seorang Chrisye saja yang mampu melakukannya dengan tetap tidak merubah cirri dan jalur musiknya dan tetap bertahan dengan segala ke-unikannya.

Mungkin sebutan Legend pun memang pantas untuk dia.
walaupun Chrisye tidak akan pernah tergantikan, namun mudah mudahan langkahnya masih bisa diikuti.



Tak kalah dengan Chrisye, Karir Harvey Malaiholo pun cukup bisa diperhitungkan mengingat jenjang karirnya yang sudah sekitar 30 tahun namun masih tetap eksis.
Walaupun tidak se-produktif Chrisye, tapi penyanyi pria yang satu ini tetap bisa membuktikan bahwa kehardirannya kembali ditahun 2007 ini masih bisa diperhitungkan ditengah keanekaragaman jenis musik yang ada, beliau juga termasuk orang yang setia di jalurnya.
Harvey hadir kembali tahun ini dengan album barunya yang hanya mengandalkan satu buah lagu baru saja dan beberapa lagu re-cycle miliknya dan satu buah re-cycle lagu yang pernah dinyanyikan Jayanthi Mandasari
.


Album ini jauh lebih baik dari album ”Come Back” nya beliau ditahun 2000 silam dengan single remake andalannya yang dibawakan bersama Sheila Majid, "Begitulah Cinta".
Saya bisa bilang album ini lebih baik karena kualitas vocal Harvey dialbum ini “amazingly” kembali ‘bernyawa’ seperti dahulu, tidak seperti album yang saya sebut diatas yang terasa sangat monoton dan terdengar bernyanyi seperti setengah hati dan juga terkesan Harvey kehilangan kemampuan bernyanyinya, sungguh album itu membuat saya kecewa.
Mungkin dialbum Begitulah Cinta, Harvey ingin membedakan cara dia bernyanyi dulu yang terkesan sangat ‘festival’ sekali dan dengan kekuatan emosi yang penuh dan merubahnya secara drastis ang cenderung sepeti sedang membawakan lagu lagu bossas.
Tetapi itulah yang membuat seoarang Harvey begitu besar, suara ‘festival’-nya lah yang paling ditunggu tunggu and Thanks God, dialbum ini suara itu bisa saya nikmati lagi.

Ada yang cukup membuat saya terkecoh di album ini. Saya sempat berpikir ini adalah versi aslinya dari lagu tersebut. Lagu itu adalah “Jera” yang dibuat versi awalnya sekitar tahun 86 silam.
Saya sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Walaupun itu lagu favorit saya tapi saya bisa terkecoh juga. Sampai sampai saya harus mencari koleksi kaset lawas saya dan harus membandingkannya lagi karena sayapun sudah tidak ingat aransemen lagu ini, mengingat sudah lebih dari 21 tahun lalu dan ternyata memang benar ini versi baru!
Ini membuktikan bahwa di album ini suara Harvey kembali terdengar seperti 21 tahun silam. Tidak seperti suara Harvey di tahun 2000 lalu yang terdengar agak kedodoran. “Well Come Back Harvey…”
It’s Great to hear your real voice again.


Kalo tidak salah hitung album greatest hist ini adalah album ke 25 Harvey.
Entah kenapa seorang Maestro seperti belum mempunyai Graha Maya atau web-site sendiri, mengingat beliau adalah salah satu artis yang bertahan lebih dari 3 dekade dan tentunya para fans nya ingin sekali mengetahui secara detail perjalanan karir dan koleksi album dan singlenya yang sangat langka itu.
Terus terang perjuangan terberat untuk mengkoleksi lagu lagu dari seorang penyanyi yang saya idolakan adalah mengoleksi album album Harvey.
Bayangkan saja setiap tahun dia mencetak beberapa hits tapi hits hits beliau tidak berupa album, tapi berupa single dari album kompilasi dan album album Festifal.
Saya cukup menyesal kehilangan semua koleksi Harvey pada tahun 80an, sehingga sangat keteteran sekali untuk mengembalikan semuanya itu.
Awal karir beliau memanglah dari ajang Festival. Kalo kalian pernah dengar di era 70-90an tentang pemilihan Bintang Radio dan Televisi yang selalu digelar oleh RRI dan TVRI, Harvey adalah pelopor kejuaraan ini.
Harvey adalah jebolan angkatan pertama dari ajang festval ini pada tahun 77 silam untuk kateori pria dan Rafika Duri untuk kategori wanita.
Dan semenjak itulah “Pasangan” ini mulai dikenal dan banyak mencetak hits.
Harvey mengabadikan hits pertamanya ini bersama Yunika di album Begitulah Cinta tahun 2000 lalu.
Berarti Beliau mengakui bahwa beliau pernah membuat album rekaman pada tahun 77 lalu.
Tapi entah kenapa di album yang terakhir ini Harvey hanya membuat summary dari perjalanan karirnya semenjak tahun 87 hingga 2007 saja?
Lalu kemana sisa 10 tahun kebelakang???
Kenapa tidak dari perjalanan awal karir dia?


Dia juga tidak menjelaskan kenapa tahun '87 yang dipakai sebagai patokan. Apakah untuk menggenapkan ke angka 20? Padahal banyak Hits dari 1980 hingga 86 yang sangat sangat phenomenal. Salah satunya adalah "Kugapai Hari Esok", (1984) yang mendapat penghargaan MOST OUTSTANDING PERFORMER di Malaysia.

Lalu kalo Harvey mematok judul album terbarunya adalah Greatest Hits 1987-2007, tapi mengapa lagu lagu ditahun 1986 masuk kedalam list album ini?? Maaf mas Harvey, saya terlalu sangat amat susah payah mencari kembali semua karya karya anda, jadi sedikitnya saya hafal dan terasa sekali pengorbanannya untuk keliling pasar loak demi mencari lagu yang ingin saya dengarkan kembali.
Dari jumlah 25 album Harvey saya baru bisa mengkoleksi sekitar 15 album dan 14 album sigle dan kompilasi. Jadi jangan sampai sejarah seorang Legenda pupus karena sang Legenda sendiri tidak mau untuk menulisnya untuk kita.














Re-Count Discography

ALBUM & Single 1977 - 2007

  1. Harvey & Rafika Duri Vol.1 Produksi : Musica

  2. Harvey (Pop Indonesia) Vol.2 Produksi : Musica

  3. Harvey Malaiholo (Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3 Produksi : Musica

  4. Harvey & Tina (melagukan Titik Hamzah) : Insan Record 1984

  5. Harvey – Ireng Maulana Bag.1 Produksi Musica

  6. Harvey – Ireng Maulana Bag.2 Produksi : Musica

  7. Harvey - Ireng Maulana Bag.3 Produksi Musica

  8. Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah) Produksi : Insan Record 1984

  9. Harvey & Elfa Produksi : Billboard Ind. 1986

  10. Mau Tak Mau Produksi : Musica 1990

  11. Tetaplah Bersamaku Produksi : WEA 1997

  12. Sentuhan Kasih Produksi : WEA 1999

  13. Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid) Produksi : WEA 2001

  14. Festival Lagu Populer Indonesia 1980 Judul : Surya Khatulistiwa Produksi : Pramaqua & Asiri 1980

  15. Festival Lagu Populer Indonesia 1981 Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio) Produksi : Asiri 1981

  16. Kugapai Hari Esok , Golden Kite Wold Popular Song Contest 1984, Produksi : Purnama Record

  17. Festival Lagu Populer Indonesia 1984 Judul : Tabir Tercinta Produksi : Irama Asia & Asiri 1984

  18. Festival Lagu Populer Indonesia 1985 Judul : 1. Semoga Lestari 2. Selamat Datang Cinta Produksi : Irama Tara & Asiri 1985

  19. Festival Lagu Populer Indonesia 1986 Judul : Seandainya Selalu Satu Produksi : Billboard & Asiri 1986

  20. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 Judul : Kusadari Produksi : Bulletin & Asiri 1987

  21. Festival Lagu Populer Indonesia 1988 Judul : 1. Begitulah Cinta 2. Ternyata Produksi : TEAM Record & Asiri 1988

  22. Festival Lagu Populer Indonesia 1991 Judul : Haruskah Produksi : Flower Record & Asiri 1991

  23. Indonesia`s TOP ‘89 Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen

  24. Karimata Album : Pasti Judul : Kisah Kehidupan Produksi : Prosound 1987

  25. Ruth Sahanaya Album : Tak Kuduga Judul : September Pagi Produksi : Aquarius 1989

  26. Adjie Soetama & Friends Judul : Nita Produksi : Granada
  27. Iwan Fals & Friends Judul : 1. Pesta 2. Sesaat Kau Hadir Produksi : Musica

  28. Oddie Agam Album : Kesempatan Judul : Cucu Adam & Hawa Produksi : Team Record

  29. Bimbo Vol.106 Judul : 1. Kita Adalah Satu 2. Aku Yang Sendiri 3. Sahabat


  30. Festifal lagu Populer 1989 Judul : Mencari Produksi : Atlantic Record
  31. Pop Song Festival XI Tahun 1983 Judul : You Are The One Produksi : Musica

  32. Indonesia 6 Judul : 1. Janji 2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Tuesday, April 24, 2007

The Latest Gadget (Teliti Sebelum Membeli)


Blu-Ray/HD-DVD/N Series




Waktu dua tahun adalah waktu yang pas buat kamu untuk meng-up date semua gadget gadget kesayangan kamu.
Kecuali kalo kamu bukan tipe orang yang peduli dengan perkembangan teknologi dan tidak menganggap ini adalah hal yang mengganggu.

Faktor pesatnya kemajuan teknologi dan semakin banyaknya produk inovatif masuk ke Indonesia merupakan salah satu penyebab produk produk yang kita pakai saat ini tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman, alhasil mau gak mau kita mesti ikut up date demi untuk bisa menikmati feature feature yang lebih common dari pada mempertahankan yang ada tapi akhirnya kita sendiri yang kesulitan untuk beradaptasi.





Saya remind sedikit tentang tulisan saya yang dulu yang membahas bahwa multi player DVD akan sangat TIDAK disukai oleh penikmat fanatic CD player.
Kalo mau baca lengkapnya kalian tinggal liat aja yang judulnya Audio Vs Video yang aku post september 2005 lalu.
Sebelum kemunculan player ber-format MP3 diawal tahun 2000 lalu, di pasaran masih bisa kita ditemukan player ber-format tunggal CD audio saja, tetapi akhir akhir ini setelah kemunculan DVD player beberapa tahun lalu, semua format player menjadi berformat multi player yang mampu membaca format format lainnya selain DVD seperti : VCD/SVCD/MP3/CDA/JPG/ dan WMA.
Tetapi kelengkapan itu tidak dibarengi oleh ketajaman optic saat membaca format CD Audio.
Itulah sebabnya penikmat fanatic format CD audio akan sangat terganggu dengan player ini, apalagi pada saat menekan tombol skip tidak bisa terbaca semulus di CD player dan otomatis menggunakan mute mode sehingga tidak terkontrol data yang ingin kita skip walaupun counternya tetep berfungsi.
Ternyata semakit canggih perangkat tidak menjamin feature nya lebih unggul dari perangkat sebelumnya. Jadi memang harus teliti sebelum membeli..

Tapi tampaknya kehadiran multi player DVD inipun tidak akan berlangsung lama.
Tahun ini saja pelopor perangkat berformat digital disc, Pioneer, telah meluncurkan produk terbaru andalannya.
Kalo kalian terpukau dengan kualitas gambar yang kalian nikmati yang dihasilkan oleh LD atau DVD jangan dulu terlalu puas!!

Bagaimana kalo ketajaman gambar tersebut dilipat gandakan menjadi 5 sampai 6 kali lipat dari produk DVD dan Laser Disc.
Pasti akan sangat luar bisasa sekali.
Jadi jangan lewatkan kehadiran dua format pemutar Digital Video terbaru ini.
Yang pertama adalah Blu-Ray dan yang kedua yaitu HD-DVD (high-definition DVD).
Konon perangkat ini belum dibuat versi multi playernya.
Jadi kalian bisa tetap mempertahankan multi player lama kalian, karena player yang belum masuk ke Indonesia ini baru hanya bisa membaca format Blu-Ray dan HD-DVD saja.

Apa itu Blu-Ray?



Singkatnya Blu-Ray atau nama lengkapnya Blu-Ray Disc (BD) adalah generasi baru dari format optical disc yang dibuat oleh Blu-Ray Disc Association (BDA)
Diantaranya adalah: Apple, Dell, Hitachi, HP, JVC, LG, Mitsubishi, Panasonic, Pioneer, Philips, Samsung, Sharp, Sony, TDK and Thomson.
Keunggulannya selain mampu menghasilkan gambar 5 kali lebih tajam dari DVD adalah kemampuannya menyimpan data hingga mencapai 25GB untuk satu layer dan 50GB untuk dual layer. Busyeeet!
Jadi kurang lebih satu keeping dual layer Blu-Ray sama dengan 10 keping DVD atau 60 keping CD biasa. Bayangkan!!
Jadi sebentar lagi kita bisa mengucapkan selamat tinggal untuk format DVD.
Untuk Amerika sendiri Blu-Ray dan HD-DVD ini baru terjual sekitar 100 ribu unit saja. Tapi pencapaian ini pasti akan lebih tinggi jika sudah masuk ke Negara Asia, terutama Indonesia yang sangat antusias untuk urusan gadget gadget baru terutama handphone.
Sampai sampai sebuah pruduk handphone terkemuka dunia, Sony Ericson kabarnya pernah menambahkan huruf “i “ dari initial Negara Indonesia untuk salah satu produk HP nya karena penjualan tertingginya dihasilkan oleh Negara ini
Ruar Biasa!!

N SERIES


Kita tinggalkan dulu prooduk produk impian tadi karena sepertinya masih lama masuk ke Indonesia.
Kita beralih ke produk inovasi dari produsen Handpone terbesar didunia, Nokia.
Keluaran terbaru dari Nseries ini agak sedikit berbeda dengan seri N yang terdahulu.
Selain kamera yang sudah 3.2 Megapixel, N series baru juga telah dilengkapi fasilitas wi-fi dan DVD like quality video.
Saya hanya akan membahas sedikit saja untuk N series yang baru ini, karena kalian pasti sudah pada pake juga kan?
Untuk yang pernah memiliki dan melihat kehebatan display layer dari seri N pasti akan terkesima dengan penampilan display dari N series yang terbaru ini.
Karena ketajamannya 2 kali lebih bagus dari seri N terdahulu.
Seri N yang baru saya gunakan kira kira 2 minggu ini adalah N93i yang feature-nya sedikit lebih kurang dibanding dengan N95.
Kalo akhirnya saya harus memilih N93i hanya karena faktor harga saja karena lebih terjangkau. Ehem… 7.7juta saja
!!


Design N93i ini menurut saya adalah yang paling menonjol. Selain lebih tipis N93i juga lebih terlihat futuristic dan fashionable.
Perhatikan gambar diatas yang menunjukan tiga cara untuk membuka hp ini.

Buat pecinta handycam, N series terbaru terutama N93i sudah bisa menghasilkan kualitas gambar DVD-like, yang juga bisa langsung dihubungkan ke layar TV kalian seperti kalian sedang menikmati DV handycam.
Jadi buat kalian yang suka dengan handycam, kalian tinggal menambah saja internal memory untuk lebih puas merekam segala kegiatan kalian.
Cuman sayangnya semua seri N ataupun produk Handphone nokia lainnya ini tidak dibarengi dengan teknologi battery yang baik.
Sehingga kalian pasti akan kecewa setelah menggunakan HP ini karena kalian harus selalu membawa charger kemana mana.
Jadi Teliti sebelum membeli.. Ok…

Huiiih… sepertinya saya akan melelang HP ini saja.
Buat yang berminat hubungi aku Japri aja yah…
Hehehe…

Tuesday, April 17, 2007

Phenomenal Movies

What's So Special About Movie?



Is it because of Box Office maker? Special Effect? The Cast? Producer? The amazing budget?
Original Soundtrack? or just the controversy?

Salah satu diatas pasti adalah penyebab sebuah film itu sangat special.
Tapi yang ada yang lebih dari sekedar special, mungkin bisa dibilang ini adalah phenomenal banget.


Untuk sebuah film yang dibuat versi re-make atau sequel mungkin sudah lumrah.
Tapi untuk film yang satu ini saya gak tau mesti komen apa.
Masih inget film ‘Grease’ kan?



Film ini sudah berumur hampir berumur 30 tahun semenjak ‘released date’nya pada 16 Juni 1978 silam.
Lalu Mengapa saya sebut film ini phenomenal?
Mungkin inilah salah satu dari sekian banyak film Hollywood yang bisa diputar ulang di bioskop Amerika pada ulang tahun perak film ini (yang ke-25) dan kembali meraih sukses ditahun 2003 lalu.
Bayangkan tanpa ada tambahan apapun atau sentuhan special effect yang bisa mendongkrak kembali kejayaan film ini tapi film ini mampu mencetak sukses kembali, setelah 25 tahun lamanya orang melupakan film ini namun film ini mampu kembali bersaing dengan film film ‘Fresh’ kala itu! Luarrr Biasa!
Selain sukses dipasaran film ini juga mendapatkan beberapa nominasi untuk Best Music, Original Song, Golden Globe Best Motion Picture - Musical/Comedy, Best Motion Picture Actor - Musical/Comedy dan Best Motion Picture Actress - Musical/Comedy.Sayangnya pada tahun 2003 lalu Indonesia tidak kebagian untuk premiere ulang-nya.
Padahal saya berharap banget bisa mendengarkan semua lagu lagu favorite saya dari album ‘Grease’ ini secara menggelegar di dalam gedung bioskop!


Lain Lagi dengan film phenomenal yang satu ini,





Film yang premiere ulang pada 20 tahun anniversary-nya pada bulan maret 2002 lalu,filem ini (yang kebetulan kali ini Indonesia berkesempatan untuk menyaksikannya kembali) harus melalui proses editing lagi dengan menambahkan special effect baru untuk membuat kualitas film ini lebih sempurna dari versi awalnya, meskipun hanya merubah dan memoles sedikit saja tapi tetap saja ini termasuk kategori yang luar biasa juga karena film ini tetap mendapat sambutan yang baik dan bisa menjadi film box office kembali. Selain laku,E.T. (Extra Terrestrial) mendapat 4 oscar dari : Best Effects & Sound Effects Editing,Best Effects & Visual Effects,Best Music Original Score dan Best Sound di tahun 1983 lalu.


Lalu bagaimana dengan Film Indonesia sendiri?


Apakah Sudah ada yang bisa disebut sebagai karya phenomenal?



Saya pikir kita wajib memasukan Film “Badai Pasti Berlalu” ini menjadi karya anak Indonesia yang Super Phenomenal!
Bayangkan saja Original Soundtrack nya saja dibuat ulang sebanyak 2 kali dengan content yang hampir sama persis dengan versi Originalnya yang dibuat pada tahun 1977 silam oleh label Irama mas.

Jadi intinya ada 3 album dengan Judul dan content yang sama untuk sebuah Original Soundtack. Ruarr Biasa!!
Kalau versi Original di nyanyikan oleh Berlian Hutahuruk dan Chrisye, di versi kedua album yang dibuat oleh Musica pada tahun 1999 lalu alm. Chrisye masih tetap dipercaya untuk menyanyikan lagu lagu terbut di temani oleh Nicky Astria, Aning Katamsi dan Waljinah.
Untuk versi ketiga OST “Badai Pasti Berlalu” ini sepertinya Sony BMG ingin membuat album ini bisa dinikmati oleh kalangan yang jauh lebih muda. Ini terlihat dari pemilihan jenis musik dan penyanyi yang terlibat di album ini.
So far walalupun terasa janggal di kuping saya tetapi album ini masih bisa saya nikmati, terutama suara Audy yang melantunkan lagu kesukaan saya “ Merepih Alam”.
Untuk filmnya sandiri, “Badai Pasti Berlalu” merupakan sejarah baru untuk perfilman Indonesia.

Sayangnya re-make film yang pada tahun 1978 lalu memperoleh 5 nominasi FFI kurang bisa bertahan dipasaran.
Walaupun sempat menjadi rebutan 2 perusahaan Bioskop terkemuka Indonesia pada saat Premiere perdana film ini, namun entah kenapa tidak bisa menjadikan film ini lebih lama berada di bioskop2 tanah air…
How Pathatic!

Friday, March 30, 2007

Chrisye (Bagian II)


The Legend

Diusianya yang ke 56 tahun dan dengan kondisi kesehatan yang memburuk dibeberapa tahun terakhir Chrismanyah Rahardi masih terus berkarya untuk musik negeri ini.
Genap di 40 tahun perjalanan karir bermusiknya, beliau tutup usia.
Selamat Jalan Chrisye...
Karya karyamu selalu akan terus abadi dan menghiburku


Discography
Chrisye 1967 - 2007




Band :

1967 - 1975 Guruh Gipsy : Album Guruh Gipsy (musik eksperimental)

Solo :


1976 Lilin-Lilin Kecil, Jurang Pemisah (solo album)

1978 _ Sabda Alam

1979 _ Percik Pesona


1981 _ Pantulan Cita

1983 _ R e s e s i

1984 _ Metropolitan

1984 _ N o n a

1984 _ Sendiri

1985 _ Aku Cinta Dia


1986 _ Nona Lisa

1987 _ Chrisye Terbaik

1988 _ Jumpa Pertama


1989 _ Album Slow Cinta Chrisye

1993 _ Sendiri Lagi

1993 _ Best Of Chrisye




1999 _ Badai Pasti Berlalu (Re-recorded)

2000 _ Best Cinta



2004 _ S e n y a w a2005 _ Chrisye By Request

2006 _ Duet By Request


Kompilasi


1976 _ Dasa Tembang Tercantik

1981 _ Seindah Rembulan

1983 _ Musik Elit

1984 _ Titian Karir

1987 _ Lagu Terpopuler 1987

1988 _ Pop Kreatif 87- 88

1989 _ H e n i n g

1989 _ 14 Top Pop

1989 _ Super Slow Selection '89

1989 _ Kidung1990 _ 20 Lagu Terpilih

1990 _ 20 Giant Hit

1990 _ 20 Slow Terpopuler 1990

1995 _ 15 Slow Rock Evergreen Vol. 1

1998 _ 15 Exclusive Hits Vol. 5

2000 _ Hits Of The Year

2000 _ Karya Apik Yovie Widianto

2000 _ MTV 100% Indonesia Romansa

2000 _ MTV Cinta 2000 _ Nominees AMI SHARP Awards 2000

2004 _ Bung Karno; Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

2004 _ Tentang Cinta 2

2004 _ Karya Guruh

2005 _ Dari Hati Untuk Aceh

2005 _ Super Star

2005 _ Bebi Romeo: The singer-Songwriter

2005 _ ..From Us To U (Tribute to Titiek Puspa)

2005 _ Super Star 2

2006 _ MTV Ampuh 2006


Single



• Lilin-lilin Kecil (Lomba Cipta Lagu Remaja)

• Kemesraan (Iwan Fals, Rafika Duri)

• Asalkan Pilih Jalan Damai (Harvey M, Krisdayanti, dll)

Side Project:


. GURUH SUKARNOPUTRA

+Untukmu Indonesiaku! II: - To My Friend on Legian Beach

+Untukmu Indonesiaku! : - S e n i

2. YOCKIE SURYOPRAYOGO


- Musik saya adalah saya (Theme Song)

- Duka Sang Bahaduri

- Akhir Sebuah Opera

- Angin Malam



Video CD



• Anugerah Musik Indonesia

• Best of The Best Collection (Chrisye, Ebiet G. Ade & Broery Marantika)

• Indonesian Hits Songs Vol. 1

• Indonesian Top Pop Nav 18

• Indonesian Top Pop Nav 7 dan 14

• Karaoke Best Of Chrisye

• Karaoke Special Duet Hits Lagu-lagu Cinta

• NAV 17 dan NAV 18 Vol. II

• NonStop Senam Disco Best Indonesia

• Top Pop Indonesia Vol. 2

• Mega Hits Sinetron Karaoke – (Kesan Dimatamu)