Friday, October 24, 2008

Mamma Mia!



Berbahagia lah bagi para pecinta lagu lagu dari group musik asal Swedia, ABBA, karena beberapa bulan lalu Universal Picture mengangkat Drama Musikal ini ke Layar lebar.
Film musikal ini diproduseri oleh pentolan dan pencetus dari Group ABBA sendiri. Jadi tak heran jika semua Lagu di film ini terasa pas dan semua lagu lagunya seperti ”bercerita”
Thank God, Drama ini sudah difilmkan karena saya hanya mendengar dari cerita teman teman saya pecinta ABBA yang berada diluar negeri sana tentang pentas Drama Musikal Mamma Mia ini!
Bagi sebagian orang terutama mereka yang lahir bukan pada masa lagu lagu ABBA ini berjaya mungkin akan terasa kurang chemistry –nya.
Tapi jangan under estimate dulu, guys! I Guarantee, you`ll have a great experience of this musical drama!
Dan buat kalian yang bener bener ABBA freak, kalian tidak akan berkurang chemistry nya saat kalian mendengarkan lagu lagu aransemen ulang dari lagu lagu favorit kalian karena semua nya terasa sangat mirip dan vocal produce nya pun sama persis dengan lagu ABBA tempo doeloe, karena memang masih ditangani oleh personel ABBA sendiri.
Ga sabar rasanya menunggu kabar awal taun depan apakah film ini akan mendapat penghargaan dari para juri Academy Award nanti?
Buat yang sudah menonton film ini pasti akan terkagum kagun oleh indahnya pantai, rumah rumah serta design yang khas dan mountain scene dari negeri yunani. Belum lagi costum dan acting secara keseluruhan dari para aktris dan aktor yang tidak akan menarik tanpa para penari latar yang sangat sangat kompak dan lucu yang bisa bikin kalian terpingkal pingkal dengan kekonyolannya.
Pasti kalian semua setuju kalo tarian terindah adalah pada saat semua lalaki bertelanjang dada dan mengenakan celana renang dan sepatu katak bernyanyi dan menari disepanjang dermaga menyanyikan lagu Lay All Your Love On Me & Dancing Queen!.
Dan adegan di toilet dengan lagu “Chiquitita” yang sangat pas sekali baik dari segi lirik dan scene-nya. Sayang lagu ini tidak dimasukan di list OST film ”Mamma Mia!” ini.
Sungguh ini tontonan wajib untuk aku terutama kakak kakakku! Ga sabar untuk mengulang menonton film ini bareng mbakyu mbakyu-ku yang telah memperkenalkan dan menularkan kecintaan mereka dengan lagu lagu klasik disco dan ABBA.
Hopefully aku bisa berhasil ngajak mereka dan Mamiku buat nonton film ini!!

Jennifer Hudson


Tidak terasa hampir dua tahun sudah single “And I’m Telling You I’m Not Going” milik Jennifer Hudson ini dirilis sejak awal Desember 2006 lalu. Gaung single dari finalis American Idol season ke 3 ini diunduh dari salah satu OST dari film Dream Girls yang mampu menandingi lagu kojo dari seniornya, Beyonce. Selain lagu ini mendapat banyak pujian dan penghargaan, ternyata acting Jennifer pun bisa membuat para juri menjatuhkan pilihan sebagai aktris pemeran pembantu terbaik tahun lalu. Debut yang cukup luar biasa untuk ukuran pendatang baru yang hanya baru memiliki sekali kesempatan bermain film.
Walaupun di film ke duanya dia tidak bernyanyi tapi dia juga menyumbangkan satu buah lagu yang menurut saya single ini jauh lebih lebih berkelas dibanding lagu lagu yang ada di OST film Sex And The City. Lagu All Dressed Up In Love hanya dikumandangkan di bagian akhir di film ini.
Untuk yang tidak sempat membeli CD OST film Dream Girls dan Sex And The City, kalian akan tersenyum lebar karena lagu tersebut kini bisa kalian nikmati di album Jennifer yang release bulan ini.
Sayangnya bagi kalian yang berharap bisa menemukan suara dahsyatnya Jeniffer bernyanyi ala lagu “And I’m Telling You I’m Not Going” yang sangat soulful dan penuh emosi tidak akan kalian temukan.
Album ini jauh sekali dari harapan saya. Rasanya jadi seperti mendengarkan lagu lagu penyanyi hip hop biasa yang hanya bernyanyi mengandalkan musik bagus tanpa peduli soul nya.
Yah… begitulah kalo sisi komersilnya yang lebih diutamakan dibanding kualitas suara si penyanyinya. Sangat timpang sekali dengan arransemen di OST Dream Girls yang benar benar menampilkan kemampuan bernyanyi Jennifer sebagai sebenar benarnya penyanyi. Padahal album ini pasti menjadi album yang paling ditunggu sebagai pembuktian sebagai album seorang calon penyanyi besar, tapi sayangnya dialbum ini belun ada lagu sedahsyat single pertama dia “And I’m Telling You I’m Not Going” ! What a Pity!
Tapi mudah mudahan album ini bisa terangkat dengan vocal unik nan khas dari Fantasia yang sama sama berangkat dari pemilihan American Idol.

Sunday, July 20, 2008

Very Late Review

Begitu banyak penyanyi pria Indonesia yang bersuara unik dan enak untuk didengar, tapi agak sulit untuk mendapatkan seseorang yang berwarna vocal yang begitu ‘lengkap dan megah’.

Rasanya saya menemukan itu begitu pertama kali saya mendengarkan suara Afgan.

Banyak orang menyamakan lelaki yang bernama lengkap Afgan Syah Reza ini dengan Marcell atau Glenn, tetapi saya sama sekali tidak melihat kesamaan itu.

Kalo kesamaan alur musik mungkin bisa saja tapi untuk urusan vocal, Afgan sangat berbeda.

Saya lebih mendengar vocal Afgan adalah perkawinan antara Dian Pramana Putra, Josh Groban dan John Legend.

Dia punya desahannya Dian Pramana Putra, mampu bernyanyi seperti megahnya suara gospel Josh Groban dan bisa sangat R&B sekali seperti John Legend even Stevie Wonder.

Mungkin karena dia juga pecinta Stevie Wonder dan John Legend (Kok sama yah?) hehehe… Tapi apa dia suka Dian PP kayak aku juga, gak yah?? Ga mungkin banget, secara umur dia aja baru 18 taun!! Tapi entah apa hubungan Afgan dengan Dian PP!! Dian menyumbang 3 lagu ciptaan dia! Apa Dian juga setuju kalo suara mereka itu mirip banget??

Coba Kamu denger lagu nomor 7 ciptaan Deddy Dhukun, pasti kamu setuju banget kalo Afgan punya desahan yang sama dengan Dian Pramana Putra.

Rasanya album ini belum terlalu mewakili penuh kemampuan bernyanyi dan minat musik Afgan.

Jujur saya tidak terlalu suka dengan komposisi dan lagu lagu di album ini, karena tidak sebanding dengan kualitas vocal Afgan.

Mungkin karena Indonesia kekurangan composer yang bisa membuat lagu lagu megah ala musik Josh Groban dan sangat Jazzy n R&B seperti Stevie Wonder atau John Legend.

Mudah mudahan dialbum kedua yang katanya bakal release akhir tahun ini bisa lebih menggandeng musisi yang lebih seimbang.

Btw: You’re too good to be true! Can’t believe U wrote the last song!!

Good Luck!!


Saturday, March 08, 2008

De Javu (Ari VS Bibus)


Meski pernah dan masih tergabung dalam group jazz JRV, Clorophyl dan Groovology namun pria yang memiliki nama lengkap Ari Pramundito ini bukanlah tampil sebagai seorang vocalis. Kabisa utamanya adalah memainkan guitar dan membuat lagu.

Mungkin dengan jam terbang yang sudah lumayan banyak dan pemanasan memasuki dunia rekaman sebagai musisi pendukung lewat album Tompi lah yang membuat guitarist muda ini berani memproduseri sendiri album debut nya ini.

Buat saya ini seperti “dejavu”.

Saya seperti sedang menikmati kembali album debut Eramono ditahun 1987 Silam.

Album perdana Eramono itu adalah album seorang musisi yang bereksperimen manjadi seorang penyanyi. Eramono juga banyak sekali tergabung dalam band jazz ternama di Indonesia salah satunya adalah Spirit.

Di album Eramono ini banyak sekali berkolaborasi dengan penyanyi penyanyi ternama dan juga baru diantaranya : Shanty Faraquella, Neno Warisman dan Andi Mariem Matalatta.

Itulah sebabnya saya merasa ini adalah seperti “dejavu”.

Di album debut Ari ini dia menampilkan band nya sendiri yaitu Groovology dan membawa beberapa penyanyi lain seperti : Tompi, Asty, Karin, Rifka Rachman dan sang Vocalist andalan dari Groovology yang tidak lain adalah Bibus.


Saya berani bertaruh bahwa ini adalah album jazz terbaik ditaun 2007 ini.

Ari tidak manjadi objek sentris dialbum ini, dia benar benar pure tampil sebagai musisi yang juga bisa bernyannyi disini.

Warna vocal nya pun cukup menjual, selintas suara Ari mirip dengan Indra Lesmana di lagu “Katakan Kau Cinta” dan dia juga sangat handal ber-humming sambil memainkan electric guitar ala Mus Mujiono di lagu “Harapku”.

Lain Ari lain pula Bibus meski meraka adalah sama sama berawal dari musisi pendukung dari Tompi dan sama sama tergabung dalam Groovology tapi Bibus belum sepeti Ari yang sudah memproduseri sendiri albumnya.

Ya, setelah Ari, Bibus yang terbiasa mencipta lagu dan bermain piano di album Tompi kini beralih profesi manjadi penyanyi solo setelah sebelumnya melakukan pemanasan sebagai vocalist dari group Groovology dan pernah menyumbang sebuah single sebagai penyanyi dialbum milik Ari tahun lalu.

Masih bercorak yang sama dengan Ari, namun album Bibus kurang variatif seperti Ari, tapi cukup lumayan untuk dipandang!! Lho kok?? Ya mungkin albumnya belum semanis tampangnya hehehe…

Tompi... Tompi... kenapa ga produserin dia jadi bintang film aja yah?

Wednesday, January 02, 2008

Ratu Label [ Children Of Bro..]

Deru sang ombak bergilir ke pantai
Disambut ayunan nyiur melambai
Rembulan megah diatas mahligai
Tersenyum melihat kita berdua...


Tidak banyak orang yang tau kalo penggalan lirik lagu milik Oddie Agam diatas pertama kali dipopulerkan oleh Atiek CB, arek Suroboyo yang sudah menetap di US sana sejak Agustus 2002 lalu. Orang lebih mengenal lagu itu asli berasal dari negeri Jiran dan dinyanyikan oleh Sheila Majid.
Waduh… ternyata apapun milik Indonesia itu ternyata akan jauh terasa lebih berharga dan berarti setelah dimiliki oleh negara tetangga ini. Belum selesai soal lagu daerah, dan konflik tertitorial. Eh..sekarang malah kesenian daerah khas Jawa Barat (angklung Bandung) pun katanya akan dijadikan kesenian asli kerajaan Malaysia dan tinggal menunggu pengesahan dunia melalui UNESCO. Keterlaluan!! Apa kata dunia??

Wuih… enam bulan sudah aku ga sempetin buat isi blog-ku ini kok malah tambah kumat ya nyela nya, ya?...

Lagu ‘Antara Anyer dan Jakarta’ diatas adalah salah satu dari sekian banyak lagu yang awalnya dilantunkan oleh Atiek CB kemudian didaur ulang oleh penyanyi penyanyi lain.
Untuk satu lagu diatas saja saya sudah menghitung ada sekitar 4 versi yang dinyanyikan selain beliau, antara lain: Oddie Agam(solo), Andi Meriem Mattalatta dan Oddie Agam (duet), Elfa’s Singer dan yang paling fenomenal tentunya versi negeri Jiran oleh Sheila Majid itu.

Untuk tahun ini saja sudah terdengar 2 lagu daur ulang beliau yang masuk di jajaran lagu nomor satu beberapa bulan lalu yang dinyanyikan kembali oleh Melly. Ya, benar!! Seorang Melly saja, yang jelas jelas tidak pernah lepas menyanyikan lagu dari hasil aransemen dan lirik milik sendiri saja masih sangat ingin menyanyikan lagu indah yang pernah dinyayikan beliau yang berjudul ‘Risau’ di album ‘MindNsoul’, tahun ini juga salah satu hit beliau dijadikan lagi lagu ‘kojo’ di album terbaru milik Yuni Shara yang berjudul ‘Maafkan’, belum lagi ditahun sebelumnya satu artis pendatang baru, Lea Simanjuntak pun menyisipkan satu lagu beliau yang berjudul ‘Kau Ada Dimana’ dalam versi duet untuk album perdananya. Ini semua bukti dari kedigjayaan beliau yang masih sangat menggema sampai hari ini.

Dengan modal keunikan suara dan gaya yang khas, beliau mampu menjadi salah satu ikon penyanyi wanita yang paling produktif di era 80an. Kalau kita ‘tracking’ dari semua album album beliau yang pernah ada, beliau bisa dikatakan adalah penyanyi wanita yang paling banyak mencetak album dengan jumlah recording company terbanyak. Sungguh prestasi yang sangat ‘unik’ dan mengagumkan walaupun kesannya seperti kutu loncat dan nomaden tetapi anehnya semuanya itu melahirkan hits yang unbelievable!

Bayangkan saja salah satu label raksasa tertua di Indonesia, Purnama Record pun pernah dia singgahi, bahkan seorang Vina Panduwinata saja belum punya kesempatan itu.

Atiek CB memang lebih dulu terjun ke dunia rekaman ketimbang Vina Panduwinata, dan mereka berdua pernah sama sama di bawah label paling bergengsi di Indonesia, yaitu Jackson Record.Sayangnya Atiek tidak bisa bertahan lama di Jackson Record seperti Vina yang bisa membuahkan 4 album solo di label paling bergengsi ini. Padahal dia pasti jauh bisa lebih besar lagi di Jackson, tapi siapa tau yah? Namanya juga rejeki. Bisa saja mungkin malah mandeg.

Tapi begitulah perjalanan karir seorang Atiek CB, sangat unik!

Saya pernah coba hitung ada sekitar 16 label yang pernah beliau singgahi : Yulia LL Record, Olimpindo Record,Purnama Record, Virgo Ramayana Record, RCA, Jackson Record, TEAM Ind, Musica, Blackboard, Harpa Record, Warner Music Indonesia, Harpa,Aquarius, Arco, Harika, Hemagita & Granada Record. Fantastis!! Masih ada yang mau menambahkan??

Kalo melihat dari banyaknya label dan hits sepanjang perjalanan karir Atiek CB hampir sama persis dengan track dari album album dari Harvey Malaihollo, bedanya Atiek CB (setahu saya) tidak pernah satu kalipun menyumbang suara untuk Festifal Lagu Populer Indonesia yang sangat fenomenal di era 80an.

Namun setiap beliau berganti label recording, beliau selalu menyertakan hits dari label sebelumnya ke album terbarunya itu.

Entah apa alasannya, tapi kalau dilihat dari segi marketing, kebiasaan ini akan sangat menguntungkan untuk label baru tersebutb karena akan membantu mendongkrak penjualan album barunya dikarenakan berisi beberapa hits dari album album sebelumnya. Sehingga pembeli bisa seperti mendapatkan beberapa hits dari album album Atiek sebelumnya dalam satu album baru beliau.

Contohnya lagu Risau bisa didapat di 3 album Atiek yang berbeda. Fantastis bukan??
Awalnya lagu ‘Risau’ (album Transisi) dikeluarkan oleh Purnama Record kemudian kembali ini di masukan di album “Kekang” , Produksi Blackboard dan terakhir di album “Maafkan”, Produksi Musica.
Sebenarnya bukan hanya lagu ‘Risau’ saja yang bisa terdapat di beberapa album berbeda tapi masih banyak lagi hits beliau yang terus di pasang di beberapa label yang berbeda antara lain Magis, Kau Ada Dimana, Dahaga, Permohonan, Akh, Dibibirku ada Cinta, Tebak Menebak dan banyak lagi.
Beliau memang belum pernah membuat album dalam bentuk CD, Namun ada beberapa hits beliau yang pernah di re-mastered oleh Harika beberapa tahun lalu, namun saya sangat yakin kalo CD itu dibuat tanpa sepengetahuan beliau. Mengingat kacaunya content serta design cover yang seadanya dan selera peng-compile yang sangat buruk sehingga album the best ini tersasa sangat murahan.

Gosip soal beliau akan membuat album the best yang original dan di-compile secara pribadi oleh beliau memang sudah saya dengar sejak bulan Mei lalu dan akan diedarkan bulan September tahun ini.
Namun tunggu punya tunggu hingga bulan penghujung tahun ini album kompilasi itu tetap belum terdengar kabarnya.

Padahal kerinduan untuk bernostalgia dengan suara indah beliau dalam format CD dengan kualitas yang lebih jernih dari kaset kaset yang kita punya sudah kita tunggu cukup lama.
Semoga segera terkabulkan…


Good Luck Mba Atiek!!

Berikut saya saya sisipkan discography seadanya dari beberapa album Atiek CB yang masih saya ingat.

Maaf saya tidak bisa mencantumkan secara detail karena keterbatasan memori.

1. Disudut Kemegahan Hidupnya, Olimpindo Record

2. Nusantara, Yulia LL Record

3. Ilusi Pagi, Arco Record

4. Nusantara 7, Yulia LL Record

5. Antara Anyer dan Jakarta, Virgo Ramayana Record

6. Transisi, Purnama Record

7. Akh, RCA Record

8. Kekang, Blackboard

9. Bersuka Cita, Jackson

10. Dia, Blackboard & Hemagita Record

11. Suka Suka, Aquarius Musikindo

12. Meditasi, Warner Music Ind

13. Maafkan, Musika

14. Magis, Hemagita & Granada Record

15. Benci Sendiri, Hemagita & Musica

16. Atiek & Ronni, Musica

17.Adarapta, RCA Record

18.Rumpies 1-3, Harpa & Atlantic Record

19.Catatan si Boy III, TEAM Record

20.Aku Jadi Aku, Warner Music Ind.

21.Kelompok 7 Bintang 1, Hins Record

22.Kelompok 7 Bintang 2, Harpa & Hins Record

23.Kuajak kau Kembali - Suara persaudaraan

24. Terserah Boy, Catatan Si Boy III, TEAM Record