Sunday, March 15, 2009

Second Hand Serenades

Second Hand Serenades

(Ferina Zubeir Vs Beyonce)



Kalian pasti sangat hafal dan sangat mengenal lagu lagu dari Destiny’s Child dan kalian juga akan sangat mengenal harmonisasi suara mereka, dari hasil harmonisasi itu yang muncul hayalah suara tunggal Beyonce!! Dan menurut saya setiap lagu yang mereka nyanyikan hanya suara Beyonce saja yang lebih terdengar, setuju?? Kedua personil lain hanyalah tempelan dan hanya menyumbang sedikit suara saja.

Masih ingat album ”Survivor”, (album pertama mereka menjadi trio) setelah sebelumnya mereka sempat membuat beberapa album waktu mereka masih ber-anggotakan 4 orang alias kwartet.

Di album Survivor ini ada satu lagu yang berjudul “Dangerously in love” yang akhirnya lagu ini diunduh Beyonce untuk dijadikan judul album pertama dia, walaupun itu adalah lagu second hand dari trio DC tapi Beyonce lah pencipta dan Lead vocalnya di lagu ini.

Sepertinya Beyonce ingin mempertegas bahwa suara Destiny’s Child tiada lain adalah suara tunggal dia yang hanya diberi sedikit pemanis oleh Kelly & Michelle. What a pathatic raelity!

Tak heran ketika Beyonce memutuskan untuk hengkang dari Destiny’s Child otomatis trio ini ikutan bubar karena pemegang andil terbesar sebagai lead vocal dan composer (pembuat lagunya) sudah tidak ada.



Tetapi lain halnya dengan Elfa’s Singers.


Group ini tetap mempertahankan kehancurannya dan mencoba tetap exist dengan segala daya upaya yang cukup memalukan untuk ukuran sebuah group legend.

Masih ingat tulisan saya tentang elfas 3 tahun silam, kalo mau direfresh tinggal klik aja yang ini:


http://anuneano.blogspot.com/2006/07/bandungs-claw.html



Saya coba me-refresh sedikit tentang Ferina Zubeir yang mungkin kalian juga lupa tentang dia.

Nama Ferina dikenal berawal dari seorang finalis Festival Pencipta Lagu Terbaik (FPLT) tahun 83, kemudian Festifal Pop Song ditahun yang sama dan akhirnya hampir setiap tahunnya Ferina mencipta lagu untuk ajang Festifal Lagu Populer (FLP) yang akhirnya dari ajang inilah yang mencuatkan nama ELFAS Singer.

Sebagai pencipta lagu yang handal Ferina pun telah banyak mencipta lagu untuk penyanyi penyani papan atas negri ini diantaranya adalah Vina Panduwinata, January Christy, Harvey Malaihillo, Andi Meriem, Jeffry Woworuntu, Lita, Yana, Irianti Erningpraja, Elfas’ Singers, Elfa’s Girls, Elfa’s Boys, Wachdach Band dan Indonesia 6

Setelah ditinggal Ferina Zubeir tahun 92 silam group ini sudah serasa mati dan sudah sering berganti ganti personnelnya. Mulai dari Rita effendi (ex-Kahitna), Uci hingga Titi DJ.

Anehnya Group ini tetap enggan membubarkan diri dan mencoba bertahan meski nyawa dari group ini adalah Ferina. Tidak seorangpun yang mampu menggantikan posisi Ferina dengan segala keunikan lengkingan suara falsetto nya yang indah itu.

Buat saya Elfas Singer sudah mati.


Terbukti dengan tidak satupun albumnya yang bisa tembus masuk hits sebagai album laris group vocal Indonesia seperti saat masih bersama Ferina.

Mungkin buat yang selera musiknya belum begitu bagus dan tidak mengenal apa dan bagaimana ELFA’S Singers yang sebenarnya mungkin masih bisa menikmati suara harmonisasi yang tidak greget lagi itu.



Sejak album 94 dan album berikutnya bersama Titi DJ, sepertinya album terakhir di awal 2009 ini adalah puncak dari segala keburukan group ini.

Bagaimana tidak, formasi baru ELFA’S Singer ini berani mendaur ulang semua lagu dari formasi lengkap ELFAS Singers terdahulu semasih ada idola saya Iwan Wiradz, Ferina & Toni P Sianipar. Sungguh sangat memalukan!! Apalagi mereka berani sekali melagukan lagu Pesta yaitu lagu 'kojo' Group ini yang jika kalian pernah mendengar Harmonisasi lagu versi Remix tahun 87 silam dan kalian bandingkan dengan versi ancur 2009 bersama Andien kalian pasti akan sangat sedih sekali, betapa nama besar mereka sangat dipertaruhkan di lagu ini.

Saya masih lebih menghargai Group Vocal Gerenimo yang selalu memakai angka Romawi dibelakang nama Gerenimo sebagai tanda bahwa Group ini sudah berubah formasi. Tetapi ELFAS Singer tidak melakukan itu. Kalian pasti tau Gerenimo I, Gerenimo II sampai yang paling boncel adalah Gerenimo VIII dan karena seringnya berganti formasi bahkan akhirnya berubah menjadi Kantora Paramita. Rasanya itu lebih terhormat dari pada harus memakai nama ELFAS Singer tapi kualiatasnya sudah sangat tidak bisa disejajarkan dengan the real one!

So Pathatic!!


Andai TEAM record mau membuat re-mastered lagu lagu Original mereka dan bukan Second Hand Serenades yang begitu memalukan!



Oh... saat kuterjaga

Bisikan suaramu ada

lalulelap dihatiku...


Oh Ferina... miss u much!




Teruslah mencuri dariku

Jika harga dirimu memang sebatas itu...


Wednesday, February 25, 2009

ReName & ReShuffle

Sebenernya nama mereka berdua (R. Aryo Baskoro a.k.a Bibus & Ari Pramundito a.k.a Ari) sudah pernah saya bahas di tulisan saya taun lalu tentang Groovology dengan judul De Javu, pada saat mereka mengeluarkan album solo mereka masing masing.


Patut dihargai kabisa kedua musisi ini untuk bernyanyi, terbukti dengan lumayan suksesnya album mereka dipasaran. Sayangnya kemunculan album mereka secara group terasa terlambat. Bayangkan saja butuh waktu 7 tahun untuk meralisasikan sebuah album dari Groovology ini sejak pertamakali berdiri sekitar tahun 2002 lalu.(walaupun sebenarnya tahun 2005 sempat melempar album juga tetapi tidak mendapat sambutan seperti sekarang).Tidak banyak yang mengenal mereka (Ari & Bibus) adalah pentolan dari Groovology setelah mereka lebih dulu mencuat lewat album solo meraka masing masing.


Setelah sedikit merubah formasinya dengan memangkas beberapa personilnya yaitu Ilyas pada bass, Karin sang backing vocal dan Nicky Manuputty sang saxophonist, band ini pun kemudian memangkas namanya menjadi hanya lima huruf : "Gruvi" seperti juga personilnya kini yang hanya tersisa 5 orang saja.


Musik yang ditawarkan masih belum bisa mengalahkan indahnya musik di album perdana Ari.Gruvi cenderung terlalu nge-pop dan terasa sangat biasa. Sungguh jauh dari kesan groovy.Satu satunya lagu yang paling terasa groovy dan sedikit terasa acid hanyalah lagu yang berjudul : ”Hanya Mimpi” Sayangnya lagu ini tidak ada di daftar lagu di album Gruvi! Sungguh Aneh!

Label sebesar Universal bisa kecolongan untuk masalah cover album!

Apa tidak ada quality control dan proses re-check yang proper di international giant label ini?

Jumlah lagu yang seharusnya ada adalah 12 track tetapi hanya 11 saja yang tertera di balik sampul CD ini. Padahal lagu nomor 10 adalah lagu yang menurut saya adalah satu satunya lagu terbaik dari album ini. 2 lagu remake dari Ari & Bibus yang terasa tidak penting alias bonus malah tertulis jelas disitu.Walaupun lagu nomor 10 itu adalah Remake dari album Groovology, tetapi saya paling jagokan lagu itu

Duh.. kapan yah Indonesia lebih serius bikin sesuatu…



Aku lagi nunggu album kedua Ari, Semoga bisa jauuuuuuh lebih indah dari yang pernah kalian bikin. Semoga lebih nge-jazz atau minimal bikin sesuatu yang acid.

Sumpah jenuh banget denget musik Indonesia yang gitu gitu aja! Come on Ari!

Aku yakin kalian tidak perlu pujian, Justru makian yang bakal bisa bikin kalian makin keren.


Friday, October 24, 2008

Mamma Mia!



Berbahagia lah bagi para pecinta lagu lagu dari group musik asal Swedia, ABBA, karena beberapa bulan lalu Universal Picture mengangkat Drama Musikal ini ke Layar lebar.
Film musikal ini diproduseri oleh pentolan dan pencetus dari Group ABBA sendiri. Jadi tak heran jika semua Lagu di film ini terasa pas dan semua lagu lagunya seperti ”bercerita”
Thank God, Drama ini sudah difilmkan karena saya hanya mendengar dari cerita teman teman saya pecinta ABBA yang berada diluar negeri sana tentang pentas Drama Musikal Mamma Mia ini!
Bagi sebagian orang terutama mereka yang lahir bukan pada masa lagu lagu ABBA ini berjaya mungkin akan terasa kurang chemistry –nya.
Tapi jangan under estimate dulu, guys! I Guarantee, you`ll have a great experience of this musical drama!
Dan buat kalian yang bener bener ABBA freak, kalian tidak akan berkurang chemistry nya saat kalian mendengarkan lagu lagu aransemen ulang dari lagu lagu favorit kalian karena semua nya terasa sangat mirip dan vocal produce nya pun sama persis dengan lagu ABBA tempo doeloe, karena memang masih ditangani oleh personel ABBA sendiri.
Ga sabar rasanya menunggu kabar awal taun depan apakah film ini akan mendapat penghargaan dari para juri Academy Award nanti?
Buat yang sudah menonton film ini pasti akan terkagum kagun oleh indahnya pantai, rumah rumah serta design yang khas dan mountain scene dari negeri yunani. Belum lagi costum dan acting secara keseluruhan dari para aktris dan aktor yang tidak akan menarik tanpa para penari latar yang sangat sangat kompak dan lucu yang bisa bikin kalian terpingkal pingkal dengan kekonyolannya.
Pasti kalian semua setuju kalo tarian terindah adalah pada saat semua lalaki bertelanjang dada dan mengenakan celana renang dan sepatu katak bernyanyi dan menari disepanjang dermaga menyanyikan lagu Lay All Your Love On Me & Dancing Queen!.
Dan adegan di toilet dengan lagu “Chiquitita” yang sangat pas sekali baik dari segi lirik dan scene-nya. Sayang lagu ini tidak dimasukan di list OST film ”Mamma Mia!” ini.
Sungguh ini tontonan wajib untuk aku terutama kakak kakakku! Ga sabar untuk mengulang menonton film ini bareng mbakyu mbakyu-ku yang telah memperkenalkan dan menularkan kecintaan mereka dengan lagu lagu klasik disco dan ABBA.
Hopefully aku bisa berhasil ngajak mereka dan Mamiku buat nonton film ini!!

Jennifer Hudson


Tidak terasa hampir dua tahun sudah single “And I’m Telling You I’m Not Going” milik Jennifer Hudson ini dirilis sejak awal Desember 2006 lalu. Gaung single dari finalis American Idol season ke 3 ini diunduh dari salah satu OST dari film Dream Girls yang mampu menandingi lagu kojo dari seniornya, Beyonce. Selain lagu ini mendapat banyak pujian dan penghargaan, ternyata acting Jennifer pun bisa membuat para juri menjatuhkan pilihan sebagai aktris pemeran pembantu terbaik tahun lalu. Debut yang cukup luar biasa untuk ukuran pendatang baru yang hanya baru memiliki sekali kesempatan bermain film.
Walaupun di film ke duanya dia tidak bernyanyi tapi dia juga menyumbangkan satu buah lagu yang menurut saya single ini jauh lebih lebih berkelas dibanding lagu lagu yang ada di OST film Sex And The City. Lagu All Dressed Up In Love hanya dikumandangkan di bagian akhir di film ini.
Untuk yang tidak sempat membeli CD OST film Dream Girls dan Sex And The City, kalian akan tersenyum lebar karena lagu tersebut kini bisa kalian nikmati di album Jennifer yang release bulan ini.
Sayangnya bagi kalian yang berharap bisa menemukan suara dahsyatnya Jeniffer bernyanyi ala lagu “And I’m Telling You I’m Not Going” yang sangat soulful dan penuh emosi tidak akan kalian temukan.
Album ini jauh sekali dari harapan saya. Rasanya jadi seperti mendengarkan lagu lagu penyanyi hip hop biasa yang hanya bernyanyi mengandalkan musik bagus tanpa peduli soul nya.
Yah… begitulah kalo sisi komersilnya yang lebih diutamakan dibanding kualitas suara si penyanyinya. Sangat timpang sekali dengan arransemen di OST Dream Girls yang benar benar menampilkan kemampuan bernyanyi Jennifer sebagai sebenar benarnya penyanyi. Padahal album ini pasti menjadi album yang paling ditunggu sebagai pembuktian sebagai album seorang calon penyanyi besar, tapi sayangnya dialbum ini belun ada lagu sedahsyat single pertama dia “And I’m Telling You I’m Not Going” ! What a Pity!
Tapi mudah mudahan album ini bisa terangkat dengan vocal unik nan khas dari Fantasia yang sama sama berangkat dari pemilihan American Idol.

Sunday, July 20, 2008

Very Late Review

Begitu banyak penyanyi pria Indonesia yang bersuara unik dan enak untuk didengar, tapi agak sulit untuk mendapatkan seseorang yang berwarna vocal yang begitu ‘lengkap dan megah’.

Rasanya saya menemukan itu begitu pertama kali saya mendengarkan suara Afgan.

Banyak orang menyamakan lelaki yang bernama lengkap Afgan Syah Reza ini dengan Marcell atau Glenn, tetapi saya sama sekali tidak melihat kesamaan itu.

Kalo kesamaan alur musik mungkin bisa saja tapi untuk urusan vocal, Afgan sangat berbeda.

Saya lebih mendengar vocal Afgan adalah perkawinan antara Dian Pramana Putra, Josh Groban dan John Legend.

Dia punya desahannya Dian Pramana Putra, mampu bernyanyi seperti megahnya suara gospel Josh Groban dan bisa sangat R&B sekali seperti John Legend even Stevie Wonder.

Mungkin karena dia juga pecinta Stevie Wonder dan John Legend (Kok sama yah?) hehehe… Tapi apa dia suka Dian PP kayak aku juga, gak yah?? Ga mungkin banget, secara umur dia aja baru 18 taun!! Tapi entah apa hubungan Afgan dengan Dian PP!! Dian menyumbang 3 lagu ciptaan dia! Apa Dian juga setuju kalo suara mereka itu mirip banget??

Coba Kamu denger lagu nomor 7 ciptaan Deddy Dhukun, pasti kamu setuju banget kalo Afgan punya desahan yang sama dengan Dian Pramana Putra.

Rasanya album ini belum terlalu mewakili penuh kemampuan bernyanyi dan minat musik Afgan.

Jujur saya tidak terlalu suka dengan komposisi dan lagu lagu di album ini, karena tidak sebanding dengan kualitas vocal Afgan.

Mungkin karena Indonesia kekurangan composer yang bisa membuat lagu lagu megah ala musik Josh Groban dan sangat Jazzy n R&B seperti Stevie Wonder atau John Legend.

Mudah mudahan dialbum kedua yang katanya bakal release akhir tahun ini bisa lebih menggandeng musisi yang lebih seimbang.

Btw: You’re too good to be true! Can’t believe U wrote the last song!!

Good Luck!!


Saturday, March 08, 2008

De Javu (Ari VS Bibus)


Meski pernah dan masih tergabung dalam group jazz JRV, Clorophyl dan Groovology namun pria yang memiliki nama lengkap Ari Pramundito ini bukanlah tampil sebagai seorang vocalis. Kabisa utamanya adalah memainkan guitar dan membuat lagu.

Mungkin dengan jam terbang yang sudah lumayan banyak dan pemanasan memasuki dunia rekaman sebagai musisi pendukung lewat album Tompi lah yang membuat guitarist muda ini berani memproduseri sendiri album debut nya ini.

Buat saya ini seperti “dejavu”.

Saya seperti sedang menikmati kembali album debut Eramono ditahun 1987 Silam.

Album perdana Eramono itu adalah album seorang musisi yang bereksperimen manjadi seorang penyanyi. Eramono juga banyak sekali tergabung dalam band jazz ternama di Indonesia salah satunya adalah Spirit.

Di album Eramono ini banyak sekali berkolaborasi dengan penyanyi penyanyi ternama dan juga baru diantaranya : Shanty Faraquella, Neno Warisman dan Andi Mariem Matalatta.

Itulah sebabnya saya merasa ini adalah seperti “dejavu”.

Di album debut Ari ini dia menampilkan band nya sendiri yaitu Groovology dan membawa beberapa penyanyi lain seperti : Tompi, Asty, Karin, Rifka Rachman dan sang Vocalist andalan dari Groovology yang tidak lain adalah Bibus.


Saya berani bertaruh bahwa ini adalah album jazz terbaik ditaun 2007 ini.

Ari tidak manjadi objek sentris dialbum ini, dia benar benar pure tampil sebagai musisi yang juga bisa bernyannyi disini.

Warna vocal nya pun cukup menjual, selintas suara Ari mirip dengan Indra Lesmana di lagu “Katakan Kau Cinta” dan dia juga sangat handal ber-humming sambil memainkan electric guitar ala Mus Mujiono di lagu “Harapku”.

Lain Ari lain pula Bibus meski meraka adalah sama sama berawal dari musisi pendukung dari Tompi dan sama sama tergabung dalam Groovology tapi Bibus belum sepeti Ari yang sudah memproduseri sendiri albumnya.

Ya, setelah Ari, Bibus yang terbiasa mencipta lagu dan bermain piano di album Tompi kini beralih profesi manjadi penyanyi solo setelah sebelumnya melakukan pemanasan sebagai vocalist dari group Groovology dan pernah menyumbang sebuah single sebagai penyanyi dialbum milik Ari tahun lalu.

Masih bercorak yang sama dengan Ari, namun album Bibus kurang variatif seperti Ari, tapi cukup lumayan untuk dipandang!! Lho kok?? Ya mungkin albumnya belum semanis tampangnya hehehe…

Tompi... Tompi... kenapa ga produserin dia jadi bintang film aja yah?

Wednesday, January 02, 2008

Ratu Label [ Children Of Bro..]

Deru sang ombak bergilir ke pantai
Disambut ayunan nyiur melambai
Rembulan megah diatas mahligai
Tersenyum melihat kita berdua...


Tidak banyak orang yang tau kalo penggalan lirik lagu milik Oddie Agam diatas pertama kali dipopulerkan oleh Atiek CB, arek Suroboyo yang sudah menetap di US sana sejak Agustus 2002 lalu. Orang lebih mengenal lagu itu asli berasal dari negeri Jiran dan dinyanyikan oleh Sheila Majid.
Waduh… ternyata apapun milik Indonesia itu ternyata akan jauh terasa lebih berharga dan berarti setelah dimiliki oleh negara tetangga ini. Belum selesai soal lagu daerah, dan konflik tertitorial. Eh..sekarang malah kesenian daerah khas Jawa Barat (angklung Bandung) pun katanya akan dijadikan kesenian asli kerajaan Malaysia dan tinggal menunggu pengesahan dunia melalui UNESCO. Keterlaluan!! Apa kata dunia??

Wuih… enam bulan sudah aku ga sempetin buat isi blog-ku ini kok malah tambah kumat ya nyela nya, ya?...

Lagu ‘Antara Anyer dan Jakarta’ diatas adalah salah satu dari sekian banyak lagu yang awalnya dilantunkan oleh Atiek CB kemudian didaur ulang oleh penyanyi penyanyi lain.
Untuk satu lagu diatas saja saya sudah menghitung ada sekitar 4 versi yang dinyanyikan selain beliau, antara lain: Oddie Agam(solo), Andi Meriem Mattalatta dan Oddie Agam (duet), Elfa’s Singer dan yang paling fenomenal tentunya versi negeri Jiran oleh Sheila Majid itu.

Untuk tahun ini saja sudah terdengar 2 lagu daur ulang beliau yang masuk di jajaran lagu nomor satu beberapa bulan lalu yang dinyanyikan kembali oleh Melly. Ya, benar!! Seorang Melly saja, yang jelas jelas tidak pernah lepas menyanyikan lagu dari hasil aransemen dan lirik milik sendiri saja masih sangat ingin menyanyikan lagu indah yang pernah dinyayikan beliau yang berjudul ‘Risau’ di album ‘MindNsoul’, tahun ini juga salah satu hit beliau dijadikan lagi lagu ‘kojo’ di album terbaru milik Yuni Shara yang berjudul ‘Maafkan’, belum lagi ditahun sebelumnya satu artis pendatang baru, Lea Simanjuntak pun menyisipkan satu lagu beliau yang berjudul ‘Kau Ada Dimana’ dalam versi duet untuk album perdananya. Ini semua bukti dari kedigjayaan beliau yang masih sangat menggema sampai hari ini.

Dengan modal keunikan suara dan gaya yang khas, beliau mampu menjadi salah satu ikon penyanyi wanita yang paling produktif di era 80an. Kalau kita ‘tracking’ dari semua album album beliau yang pernah ada, beliau bisa dikatakan adalah penyanyi wanita yang paling banyak mencetak album dengan jumlah recording company terbanyak. Sungguh prestasi yang sangat ‘unik’ dan mengagumkan walaupun kesannya seperti kutu loncat dan nomaden tetapi anehnya semuanya itu melahirkan hits yang unbelievable!

Bayangkan saja salah satu label raksasa tertua di Indonesia, Purnama Record pun pernah dia singgahi, bahkan seorang Vina Panduwinata saja belum punya kesempatan itu.

Atiek CB memang lebih dulu terjun ke dunia rekaman ketimbang Vina Panduwinata, dan mereka berdua pernah sama sama di bawah label paling bergengsi di Indonesia, yaitu Jackson Record.Sayangnya Atiek tidak bisa bertahan lama di Jackson Record seperti Vina yang bisa membuahkan 4 album solo di label paling bergengsi ini. Padahal dia pasti jauh bisa lebih besar lagi di Jackson, tapi siapa tau yah? Namanya juga rejeki. Bisa saja mungkin malah mandeg.

Tapi begitulah perjalanan karir seorang Atiek CB, sangat unik!

Saya pernah coba hitung ada sekitar 16 label yang pernah beliau singgahi : Yulia LL Record, Olimpindo Record,Purnama Record, Virgo Ramayana Record, RCA, Jackson Record, TEAM Ind, Musica, Blackboard, Harpa Record, Warner Music Indonesia, Harpa,Aquarius, Arco, Harika, Hemagita & Granada Record. Fantastis!! Masih ada yang mau menambahkan??

Kalo melihat dari banyaknya label dan hits sepanjang perjalanan karir Atiek CB hampir sama persis dengan track dari album album dari Harvey Malaihollo, bedanya Atiek CB (setahu saya) tidak pernah satu kalipun menyumbang suara untuk Festifal Lagu Populer Indonesia yang sangat fenomenal di era 80an.

Namun setiap beliau berganti label recording, beliau selalu menyertakan hits dari label sebelumnya ke album terbarunya itu.

Entah apa alasannya, tapi kalau dilihat dari segi marketing, kebiasaan ini akan sangat menguntungkan untuk label baru tersebutb karena akan membantu mendongkrak penjualan album barunya dikarenakan berisi beberapa hits dari album album sebelumnya. Sehingga pembeli bisa seperti mendapatkan beberapa hits dari album album Atiek sebelumnya dalam satu album baru beliau.

Contohnya lagu Risau bisa didapat di 3 album Atiek yang berbeda. Fantastis bukan??
Awalnya lagu ‘Risau’ (album Transisi) dikeluarkan oleh Purnama Record kemudian kembali ini di masukan di album “Kekang” , Produksi Blackboard dan terakhir di album “Maafkan”, Produksi Musica.
Sebenarnya bukan hanya lagu ‘Risau’ saja yang bisa terdapat di beberapa album berbeda tapi masih banyak lagi hits beliau yang terus di pasang di beberapa label yang berbeda antara lain Magis, Kau Ada Dimana, Dahaga, Permohonan, Akh, Dibibirku ada Cinta, Tebak Menebak dan banyak lagi.
Beliau memang belum pernah membuat album dalam bentuk CD, Namun ada beberapa hits beliau yang pernah di re-mastered oleh Harika beberapa tahun lalu, namun saya sangat yakin kalo CD itu dibuat tanpa sepengetahuan beliau. Mengingat kacaunya content serta design cover yang seadanya dan selera peng-compile yang sangat buruk sehingga album the best ini tersasa sangat murahan.

Gosip soal beliau akan membuat album the best yang original dan di-compile secara pribadi oleh beliau memang sudah saya dengar sejak bulan Mei lalu dan akan diedarkan bulan September tahun ini.
Namun tunggu punya tunggu hingga bulan penghujung tahun ini album kompilasi itu tetap belum terdengar kabarnya.

Padahal kerinduan untuk bernostalgia dengan suara indah beliau dalam format CD dengan kualitas yang lebih jernih dari kaset kaset yang kita punya sudah kita tunggu cukup lama.
Semoga segera terkabulkan…


Good Luck Mba Atiek!!

Berikut saya saya sisipkan discography seadanya dari beberapa album Atiek CB yang masih saya ingat.

Maaf saya tidak bisa mencantumkan secara detail karena keterbatasan memori.

1. Disudut Kemegahan Hidupnya, Olimpindo Record

2. Nusantara, Yulia LL Record

3. Ilusi Pagi, Arco Record

4. Nusantara 7, Yulia LL Record

5. Antara Anyer dan Jakarta, Virgo Ramayana Record

6. Transisi, Purnama Record

7. Akh, RCA Record

8. Kekang, Blackboard

9. Bersuka Cita, Jackson

10. Dia, Blackboard & Hemagita Record

11. Suka Suka, Aquarius Musikindo

12. Meditasi, Warner Music Ind

13. Maafkan, Musika

14. Magis, Hemagita & Granada Record

15. Benci Sendiri, Hemagita & Musica

16. Atiek & Ronni, Musica

17.Adarapta, RCA Record

18.Rumpies 1-3, Harpa & Atlantic Record

19.Catatan si Boy III, TEAM Record

20.Aku Jadi Aku, Warner Music Ind.

21.Kelompok 7 Bintang 1, Hins Record

22.Kelompok 7 Bintang 2, Harpa & Hins Record

23.Kuajak kau Kembali - Suara persaudaraan

24. Terserah Boy, Catatan Si Boy III, TEAM Record

Friday, November 16, 2007

The Living Legend


Harvey Malaihollo Bagian II ( Why ‘87?)



It took me more than a year to collect,re-write and re-count Harvey's discography. I just hope he could write and has his own web so we can clearly have all his complete and rare album list. I really hope so...


Sungguh sangat langka untuk bisa menemukan seorang entertainer sejati yang mampu bertahan dan terus berkarya hingga mampu mencetak hits selama empat puluh tahun berturut turut tanpa henti di Indonesia Ini.
Tanpa pernah berpikir untuk berkarya demi kepentingan materi ataupun aji mumpung dengan melakukan segala eksperimen yang bisa mempertaruhkan perjalanan karir bermusiknya.
Mungkin baru seorang Chrisye saja yang mampu melakukannya dengan tetap tidak merubah cirri dan jalur musiknya dan tetap bertahan dengan segala ke-unikannya.


Mungkin sebutan Legend pun memang pantas untuk dia.
walaupun Chrisye tidak akan pernah tergantikan, namun mudah mudahan langkahnya masih bisa diikuti.



Tak kalah dengan Chrisye, Karir Harvey Malaiholo pun cukup bisa diperhitungkan mengingat jenjang karirnya yang sudah sekitar 30 tahun namun masih tetap eksis.
Walaupun tidak se-produktif Chrisye, tapi penyanyi pria yang satu ini tetap bisa membuktikan bahwa kehardirannya kembali ditahun 2007 ini masih bisa diperhitungkan ditengah keanekaragaman jenis musik yang ada, beliau juga termasuk orang yang setia di jalurnya.



Harvey hadir kembali tahun ini dengan album barunya yang hanya mengandalkan satu buah lagu baru saja dan beberapa lagu re-cycle miliknya dan satu buah re-cycle lagu yang pernah dinyanyikan Jayanthi Mandasari
.


Album ini jauh lebih baik dari album ”Come Back” nya beliau ditahun 2000 silam dengan single remake andalannya yang dibawakan bersama Sheila Majid, "Begitulah Cinta".
Saya bisa bilang album ini lebih baik karena kualitas vocal Harvey dialbum ini “amazingly” kembali ‘bernyawa’ seperti dahulu, tidak seperti album yang saya sebut diatas yang terasa sangat monoton dan terdengar bernyanyi seperti setengah hati dan juga terkesan Harvey kehilangan kemampuan bernyanyinya, sungguh album itu membuat saya kecewa.

Mungkin dialbum Begitulah Cinta, Harvey ingin membedakan cara dia bernyanyi dulu yang terkesan sangat ‘festival’ sekali dan dengan kekuatan emosi yang penuh dan merubahnya secara drastis ang cenderung sepeti sedang membawakan lagu lagu bossas.
Tetapi itulah yang membuat seoarang Harvey begitu besar, suara ‘festival’-nya lah yang paling ditunggu tunggu and Thanks God, dialbum ini suara itu bisa saya nikmati lagi.

Ada yang cukup membuat saya terkecoh di album ini. Saya sempat berpikir ini adalah versi aslinya dari lagu tersebut. Lagu itu adalah “Jera” yang dibuat versi awalnya sekitar tahun 86 silam.
Saya sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Walaupun itu lagu favorit saya tapi saya bisa terkecoh juga. Sampai sampai saya harus mencari koleksi kaset lawas saya dan harus membandingkannya lagi karena sayapun sudah tidak ingat aransemen lagu ini, mengingat sudah lebih dari 21 tahun lalu dan ternyata memang benar ini versi baru!



Ini membuktikan bahwa di album ini suara Harvey kembali terdengar seperti 21 tahun silam. Tidak seperti suara Harvey di tahun 2000 lalu yang terdengar agak kedodoran. “Well Come Back Harvey…”
It’s Great to hear your real voice again.


Kalo tidak salah hitung album greatest hist ini adalah album ke 25 Harvey.
Entah kenapa seorang Maestro seperti belum mempunyai Graha Maya atau web-site sendiri, mengingat beliau adalah salah satu artis yang bertahan lebih dari 3 dekade dan tentunya para fans nya ingin sekali mengetahui secara detail perjalanan karir dan koleksi album dan singlenya yang sangat langka itu.



Terus terang perjuangan terberat untuk mengkoleksi lagu lagu dari seorang penyanyi yang saya idolakan adalah mengoleksi album album Harvey.
Bayangkan saja setiap tahun dia mencetak beberapa hits tapi hits hits beliau tidak berupa album, tapi berupa single dari album kompilasi dan album album Festifal.
Saya cukup menyesal kehilangan semua koleksi Harvey pada tahun 80an, sehingga sangat keteteran sekali untuk mengembalikan semuanya itu.


Awal karir beliau memanglah dari ajang Festival. Kalo kalian pernah dengar di era 70-90an tentang pemilihan Bintang Radio dan Televisi yang selalu digelar oleh RRI dan TVRI, Harvey adalah pelopor kejuaraan ini.
Harvey adalah jebolan angkatan pertama dari ajang festval ini pada tahun 77 silam untuk kateori pria dan Rafika Duri untuk kategori wanita.
Dan semenjak itulah “Pasangan” ini mulai dikenal dan banyak mencetak hits.
Harvey mengabadikan hits pertamanya ini bersama Yunika di album Begitulah Cinta tahun 2000 lalu.
Berarti Beliau mengakui bahwa beliau pernah membuat album rekaman pada tahun 77 lalu.
Tapi entah kenapa di album yang terakhir ini Harvey hanya membuat summary dari perjalanan karirnya semenjak tahun 87 hingga 2007 saja?
Lalu kemana sisa 10 tahun kebelakang???
Kenapa tidak dari perjalanan awal karir dia?


Dia juga tidak menjelaskan kenapa tahun '87 yang dipakai sebagai patokan. Apakah untuk menggenapkan ke angka 20? Padahal banyak Hits dari 1980 hingga 86 yang sangat sangat phenomenal. Salah satunya adalah "Kugapai Hari Esok", (1984) yang mendapat penghargaan MOST OUTSTANDING PERFORMER di Malaysia.

Lalu kalo Harvey mematok judul album terbarunya adalah Greatest Hits 1987-2007, tapi mengapa lagu lagu ditahun 1986 masuk kedalam list album ini?? Maaf mas Harvey, saya terlalu sangat amat susah payah mencari kembali semua karya karya anda, jadi sedikitnya saya hafal dan terasa sekali pengorbanannya untuk keliling pasar loak demi mencari lagu yang ingin saya dengarkan kembali.
Dari jumlah 25 album Harvey saya baru bisa mengkoleksi sekitar 15 album dan 14 album sigle dan kompilasi. Jadi jangan sampai sejarah seorang Legenda pupus karena sang Legenda sendiri tidak mau untuk menulisnya untuk kita.


Re-Count Discography

ALBUM & Single 1977 - 2007

  1. Harvey & Rafika Duri Vol.1 Produksi : Musica

  2. Harvey (Pop Indonesia) Vol.2 Produksi : Musica

  3. Harvey Malaiholo (Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3 Produksi : Musica
  4. Harvey & Tina (melagukan Titik Hamzah) : Insan Record 1984

  5. Harvey – Ireng Maulana Bag.1 Produksi Musica

  6. Harvey – Ireng Maulana Bag.2 Produksi : Musica

  7. Harvey - Ireng Maulana Bag.3 Produksi Musica

  8. Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah) Produksi : Insan Record 1984

  9. Harvey & Elfa Produksi : Billboard Ind. 1986

  10. Mau Tak Mau Produksi : Musica 1990

  11. Tetaplah Bersamaku Produksi : WEA 1997

  12. Sentuhan Kasih Produksi : WEA 1999

  13. Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid) Produksi : WEA 2001

  14. Festival Lagu Populer Indonesia 1980 Judul : Surya Khatulistiwa Produksi : Pramaqua & Asiri 1980

  15. Festival Lagu Populer Indonesia 1981 Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio) Produksi : Asiri 1981

  16. Kugapai Hari Esok , Golden Kite Wold Popular Song Contest 1984, Produksi : Purnama Record

  17. Festival Lagu Populer Indonesia 1984 Judul : Tabir Tercinta Produksi : Irama Asia & Asiri 1984

  18. Festival Lagu Populer Indonesia 1985 Judul : 1. Semoga Lestari 2. Selamat Datang Cinta Produksi : Irama Tara & Asiri 1985

  19. Festival Lagu Populer Indonesia 1986 Judul : Seandainya Selalu Satu Produksi : Billboard & Asiri 1986

  20. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 Judul : Kusadari Produksi : Bulletin & Asiri 1987

  21. Festival Lagu Populer Indonesia 1988 Judul : 1. Begitulah Cinta 2. Ternyata Produksi : TEAM Record & Asiri 1988

  22. Festival Lagu Populer Indonesia 1991 Judul : Haruskah Produksi : Flower Record & Asiri 1991

  23. Indonesia`s TOP ‘89 Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen

  24. Karimata Album : Pasti Judul : Kisah Kehidupan Produksi : Prosound 1987

  25. Ruth Sahanaya Album : Tak Kuduga Judul : September Pagi Produksi : Aquarius 1989

  26. Adjie Soetama & Friends Judul : Nita Produksi : Granada

  27. Iwan Fals & Friends Judul : 1. Pesta 2. Sesaat Kau Hadir Produksi : Musica

  28. Oddie Agam Album : Kesempatan Judul : Cucu Adam & Hawa Produksi : Team Record

  29. Bimbo Vol.106 Judul : 1. Kita Adalah Satu 2. Aku Yang Sendiri 3. Sahabat

  30. Festifal lagu Populer 1989 Judul : Mencari Produksi : Atlantic Record
  31. Pop Song Festival XI Tahun 1983 Judul : You Are The One Produksi : Musica

  32. Indonesia 6 Judul : 1. Janji 2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Diva Single

20 tahun perjalanan karier Trie Utami sari Soedjono


Oh Indahnya Suasana

Bila ku tau siapa namanya

Tertunduk malu dia tersenyum simpul

Melirik kehadiranku disana....Oh...



Tidak terasa 20 tahun sudah single ini tanpa absen setiap saat selalu menemani hari hari aku sejak 1987 lalu.

Entah berapa kali aku ulang ulang tanpa bosan setiap aku memutar lagu ini tanpa terasa sudah selama itu single ini menjadi single terfavoritku dari “Iie”.


Selain kekuatan lagu 'Keraguan' ini ada pada arransemen yang dikerjakan apik oleh Addie MS, kekuatan lagu ini juga adalah berkat suara Iie yang begitu “prof” (untuk ukuran pendatang baru pada saat itu) wajar saja dia mendapat juara vokalis terbaik LMC (Light Music Contest) 1986, ajang pencarian bintang dan musisi berbakat era 80-an, karena Iie memang sangat pantas!

Syukurlah pada tahun 2002 lalu aku sempat menemukan single ini di-remastered ulang dalam bentuk CD oleh Aquarius dalam kompilasi Dasa Tembang Tercantik LCLR 1977-1990.

FYI : lagu ini mendapat banyak penghargaan selain lagu terbaik, aransemen terbaik dan Penyanyi pendatang baru terbaik tapi lagu ini juga mendapat penghargaan sebagai album terlaris 1997.

What an incredible single!!


Terlahir dengan nama lengkap Trie Utami Sari Soedjono pada tahun 1969, saya mengenal nama dia semenjak menonton malam resital Piano dan Electone yang diadakan Lowrey di salah satu gedung di daerah Asia Afrika Bandung, yang entah sekarang berubah menjadi apa.

Kala itu hanya Purwa Caraka yang tampil bersama salah satu adiknya yang lain tapi tidak ada Iie, hanya bapakku bilang kalo Purwa punya adik bungsu yang namanya Trie Utami, bapakku sering denger mereka latihan piano bareng dirumah, bapakku memang kerabat dari ayah mereka.

Ketika aku masih di SMP dulu, aku lebih mengenal Iie sebagai salah satu Oz-er (Penyiar Radio OZ Bandung) kalo tidak salah Iie adalah OZ-er nomor 18.

Termbang Pesona dan Top 40 adalah acara paling aku tunggu karena Iie adalah DJ-nya.

Tapi kalo aku pengen denger dia bernyanyi aku selalu sempetin denger PUB ON THE AIR setiap rabu malam setelah acara GELA GELITIK OZ-nya Denny & Izur yang orang Indonesia lebih kenal dengan Padhyangan, Project pop, P- Project dan sebagainya, karna acara radio ini adalah cikal bakalnya dari group group tersebut.


Menjadi seorang 'Penyanyi' bukanlah cita citanya.

Iie lebih tertarik menjadi seorang Arranger. Mungkin itu semua karena pengetahuan musik dan kepiawaiannya dalam memainkan berbagai macam jenis instrument yang akhirnya membuat dia ingin menjadi seorang Arranger.

FYI : Selain Piano dan Electone, Iie juga jago bermain Drum dan Saxophone .

Mungkin kita belum tahu lagu lagu mana yang dia sendiri sebagai pencipta dan arrangernya. Karena kita hanya bisa menikmati hasil ciptaan Iie yang sangat banyak itu dimainkan oleh Krakatau jadi bukan pure aransemen beliau.

Selain mencipta untuk Krakatau, Iie pun banyak membuat hits untuk artis artis lain.

Satu ciptaan Iie yang menjadi hits favorit saya adalah lagu dari Harvey Malaiholo, “Di Ujung Rindu”.

Utha Likumahua, ME voices, Pinkan Mambo juga pernah menyanyikan karya karyanya.
Meskipun Krakatau adalah yang paling berjasa membawa Iie dalam industri musik Indonesia tapi orang lebih mengenal Iie lebih dahulu dari single “Keraguan” padahal album krakatau keluar lebih awal beberapa bulan sebelum single ini. Tapi peruntungan Iie mamang dari single ini dan tanpa disadari nama Trie Utami pun yang mencuatkan group Krakatau ini, karena jangan salah Krakatau pun pernah mempunyai vokalis Ruth Sahanaya dan Harry Mukti tapi tak banyak orang yang mengenal group itu barulah orang lebih mengenal Krakatau setalah Iie bergabung.


Perjalanan karier Iie bisa dibilang tidak sebegitu gemilang Mama Ina, Uthe dan Titi. Semuanya terasa terhenti dan melupakan Iie setelah Iie membuat banyak kesalahan fatal dalam memilih lagu dan jalur musiknya.

Iie sangat sangat 'sophisticated' ketika ia masih bersama dengan Krakatau itu pun karena corak vokal Iie memang mendukung, namun Krakatau pun akhirnya tidak konsisten lagi dengan jalur musiknya.

Iie pun banyak bereksperimen dengan segala tawaran untuk musik musik diluar jalur bermusiknya diantaranya Album Rumpies yang sangat tidak bermutu itu, lalu Iie pun terlalu aji mumpung dengan kepopulerannya sehingga melupakan segi kualitas, terbukti dengan jebloknya penjualan 4 album solonya, walaupun album solo pertamanya “Untuk Ayah Ibu Tercinta” memang album yang bagus karena Erwin Gutawa, Chandra Darusman dan Indra Lesmana ada disitu, tapi 3 album sisanya adalah album “kacangan!!”

4 album Iie itu adalah:

  1. Untuk Ayah Ibu Tercinta, 1991

  2. Kecewa, 1992

  3. Mungkinkah Terjadi, 1997

  4. Aku Cemburu, 1999

Namun anehnya Iie tidak pernah jeblok dalam membuat single.

Tidak satupun single nya yang tidak menjadi hits. Semuanya manjadi best selling pada saat itu. Mungkin Iie patut mendapat julukan “Diva Single”.

Andai saja Iie bisa sedikit selektif dalam memilih lagu dan lebih berhari hati memeilih musisi untuk album albumnya seperti apa yang selalu Ruth Sahanaya Lakukan, Iie akan lebih dari apa yang ia bisa raih sekarang dan Iie masih bisa bertahan di blantika musik Indonesia seperti Mama Ina, Uthe, Titi.


Diantara 10 album rekamannya (6 album bersama Krakatau dan 4 album solo)

Anda pasti lebih mengenal judul judul single yang saya sebut dibawah ini, karena memang Iie lebih terkenal dengan single single nya bukan terkenal karena Album albumnya.

Saya urutkan sebagian keciil single single TRIE UTAMI yang pastinya kalian kenal:

  1. Keraguan – LCLR 1987-1988

  2. Rencana – LCLR 1988 – 1989

  3. Tiadalagi Keraguan - Elegi Untuk Nana 1989
  4. Tinggal Bilang - 1990
  5. Antara Anyer dan Selamanya
  6. Gang Kelinci, Pulau Seribu, Beri Daku harapan - Legenda Pop Indonesia 1993
  7. Entah Apanya - 1991
  8. Jalan Masih Panjang, Kuingin Kau Ada - 7 Bintang 1992
  9. Jangan Menambah dosa - 7 Bintang 1993
  10. Maaf - OST Warkop
  11. 3 album Rumpies
  12. Bila - FLPI, duet bersama Yopie Latul
Tulisan ini saya dedikasikan untuk 20 tahun perjalanan karier Trie utami Sari Soedjono.
Maaaaaf mba iie kalo rada rada tersinggung atau banyak salahnya.
Semua ini hanya yang ada dalam ingatan saya saja.
Sebenarnya kalo diurut dari pertama kali Iie gabung dengan krakatau ini adalah tahun ke 21 tapi dari tahun album pertama release ini adalah tahun ke 20.