Ano from A to Z

Actually, this is not my first blog. I used to use my Friendster(anuneano.blogs.friendster.com) to write any things that come up from my head. Please don`t take it personal. This is only for fun. I`m so..sorry if somebody feel hurt b`coz of what I`ve wrote. I realy..really don`t meant it. Love u guys...

Sunday, August 16, 2009

Female Song Writer (volume 1)

Titi Dwi Jayati

Tunjukkan rumahnya nomer berapa? Dijalan apa? Di kota mana?
Di negri mana? Tinggal sama siapa?

Plak ding plak ding plung ding plak ding plung
Ku bunyikan suara gendang gendang mengiring gerakmu
Disetiap langkahmu
Tapi Kau tak pernah muncul lagi, seakan kau tlah tenggelam didasar buni
Di dasar bumi…


Masih ingat sepengal lirik lagu diatas?

Gak salah lagi, Itu memang lagu milik Dodo Zakaria yang diberikan untuk Titi di debut album Titi Dwi Jayati 1985 silam.
Dodo memang jagonya untuk lirik lirik lagu jenaka seperti itu.

Butuh keberanian yang cukup besar untuk mengulas penulis lagu wanita yang satu ini, walaupun hanya sekedar ulasan singkatnya saja, saya butuh waktu yang lumayan lama untuk berani memulainya, Tulisan ini tertunda hampir 4 tahun lamanya semenjak blog pertama yang saya buat. Bukan hanya karena nama besarnya saja tetapi karena anda pun sudah sangat mengenalnya, jadi untuk apa saya bahas lagi? Tapi mudah mudahan ini bisa jadi re-fresh lagi perjalanan karirnya sekalian juga untuk melengkapi discography pribadi saya.


Diantara wanita wanita ini: Vina Panduwinata, Trie Utami dan Ruth Sahanaya yang pernah saya ulas sebelumnya di-blog ini, saya rasa Titi Dwijayati adalah yang tersulit yang untuk ditulis mengingat sangat banyak sekali tulisan yang membahas Titi DJ dibanding dengan Vina, Uhte dan Iie. Karena Titi sangatlah produktif dan nyaris tidak ada masa vakum dalam karirnya, itu sebabnya menulis tantang Vina, Iie atau Uthe sangatlah mudah karena memang jarang ada yang mengulas.


Titi memang jauuuuh sekali dari kata ‘Aji Mumpung’. Dia berhasil membuktikan semua obsesi dan kerja kerasnya bisa membuahkan hasil yang maksimal dari proses belajar dan keseriusan.
Meski karirnya berawal dari hanya seorang model juga penari Swara Mahardhika TAPI Titi bisa menunjukan banyak sekali prestasinya dari apa yang dia geluti diantaranya yang pantas diberi acungan jempol adalah menjadi Putri Indonesia yang pertama dan ikut dalam ajang Miss World tahun 83 silam.
Berkat bakat bernyanyinya yang terasah dengan baik oleh penyanyi Tenor legendaris Pranajaya di Bina Vokalia sejak belia dan menyandang predikat sebagai Juara dalam Lomba Bina Vokalia se-Indonesia membuat dia berhasil memincut telinga Dodo Zakaria untuk memberikan beberapa buah lagu dialbum debut nya di tahun 1985 yang dirilis oleh Jackson Record.


Sebenarnya album ”Imajinasi bukanlah album debut Titi DJ, sebelumnya masih ada beberapa album lagi ketika dia remaja diantaranya album bersama Isa Haryanto : "Bukan Hanya Satu Kali"
Untuk ukuran tahun 1985, Cover album ”Imajinasi” ini sudah sangat mutakhir, ini adalah modal utama Titi untuk bisa mudah dikenal karena keunikan dan originalitasnya. Selain itu Jackson Record memang terkenal serius dan selalu mutakhir dalam pembuatan cover cover album artis artisnya seperti contohnya 2 album Vina Panduwinata yang sangat seconok juga salah satu album Utha Likumahua yang designnya dibuat landscape tampak tidak seperti album kaset pada umumnya. Jackson Record memang jagonya!
Sejak awal kemunculannya Titi memang selalu berpenampilan unik dan berkarakter kuat seperti suaranya keunikan itu masih dipertahankannya hingga sekarang.


Nama Indra Lesmana sepertinya manjadi bagian terpenting dalam hidup seorang Titi DJ. Dari kedekatan mereka banyak sekali menghasilkan kolaborasi lagu karya mereka berdua.
Bahkan karya pertamanya Titi langsung diunduh Ruth Sahanaya dan dijadikan Judul album perdana Uthe. Sungguh prestasi yang luar biasa untuk seorang debuter dan sungguh bukan sebuah karya yang sekedar ’biasa’.
Kedekatan Titi DJ dengan Indra Lesmana pun berlanjut makin ’intim’ setelah ayahanda Indra lesmana memberi kesempatan Titi DJ menghiasi 2 buah album jazz milik Jack Lesmana sebagai penyanyi tamu dialbum tersebut.
Sepertinya Titi mendapatkan pengelaman baru dijalur musik yang berbeda dan sekaligus belajar pada satu satunya musisi jazz Indonesia ternama yang tersisa saat itu.
Ada satu kaset Jack Lesmana yang hilang entah kemana dan berisikan single yang paling saya suka,Perlu perjuangan yang sulit untuk mandapatkan koleksi langka ini kembali dan dari beratus ratus lagu yang pernah Titi bawakan, langgam yang berjudul ”Mimpi” inilah adalah yang langgam yang terindah yang pernah Titi bawakan.
Emosi dan kemampuan vokal Titi sangat ”all out” disini.


Selain bernyanyi Titi pun juga sempat membingi beberapa film layar lebar. Film pertama yang ia bintangi adalah ”Gejolak Kawula Muda” bersama Chica Koeswoyo & Rico Tampaty. Film musikal ini menyisipkan satu lagu milik Cecep AS dari album pertamanya yaitu ”Kekeasihku”. Dari album pertamanya saja Titi sudah bisa menjadi OST untuk sebuah film. Tidak hanya sampai disitu, Suara emasnya juga masuk di beberapa film lainnya seperti Catatn Si Boy I dan IV.
Selain Film, mini seri TV pun sempat ia geluti. Titi yang dulu berponi ala Shannen Doherty berperan sebagai Ipeh di Lenong Rumpi arahan Harry de Fretes.
Meski Titi handal meng-gubah lagu, tapi Titi tampaknya tidak mau seperti Ferina yang menunjukan bakat menulis dan menggubah lagunya di ajang Festifal Lagu Terpopuler yang bergengsi di era 80`an ataupun LCLR yang gemanya masih terdengar sampai millenium ini.
Tapi Titi masih turut rembuk diajang ini sebagai pelantun lagu lagunya. Salah satunya dalah LCLR terakhir (1990) dengan tembang legendarisnya ”Salahkah Aku” dan untuk ajang Festifal lagu Terpopuler pun Titi sempat 2 kali menyumbang suaranya diantaranya taun 1985 dengan lagu ”Hadirmu” dan maaaf sekali saya lupa ditahun berapa dan apa judulnya untuk singgle FLPI ini kalau tidak salah berjudul ’Balon’.


Dari hampir 30 tahun perjalanan karir Titi DJ Label yang paling setia menemaninya adalah Aquarius Musikindo tetapi album yang paling saya puja adalah tetap 2 album hasil dari Jackson Record. Label lainnya yang pernah Titi singgahi sebagai penghasil dari album albumnya adalah Granada, JEPs, Harpa, Union Artist, Ceepee dan Sony BMG. Untuk Album Imaculate Collection Titi gandeng oleh Prosound dan Target Pop yang berjasa sekali untuk mengumpulkan lagu lagu Titi dari semenjak 1985 hingga tahun 2000. Namun sayang Lagu ”Dimana” dan ”Yang Pertama Yang Bahagia” yang sangat legendaris itu tidak masuk dalam list album ini.

Selain sebagai Soloist, Titi juga pernah mempunyai group vokal bersama sang Penggubah lagu wanita paling handal di taun 70-80an yaitu Titik Hamzah. Bersama dua orang penyanyi lainnya Endah & Atiek CB mereka membentuk Adarapta. Kolaborasi dengan musisi lainnya juga sempat terjalin seperti menjadi tamu di album Fariz RM, Chrisye, Edo Kondologit, Agnes Monica dan juga pernah menjadi anggota Elfas Singers dan yang paling sukses tentunya adalah 3 Diva.


Dari 1985 hingga 2009 ini saya mencoba rangkum menjadi Discography ala kadarnya. Mohon maaf sebesar besarnya jika ada banyak yang saya lewatkan karena ini hanya yang saya punya saja.



Album:
1. Imajinasi – Jackson Record 1985
2. Yang Pertama Yang Bahagia – Jackson Record 1986
3. Ekspresi – Granada 1988
4. Titi DJ’ 89 – JEPs 1989
5. Dunia Boleh Tertawa – Union Artist 1990
6. Take Me To Heaven – Harpa 1991
7. Bintang Bintang – Ceepee & Warna 1994
8. Kuingin – Aquarius 1996
9. Bahasa Kalbu – Aquarius 1999
10. Titi menyanyikan Kembali – Aquarius 2000
11. Senyuman – Aquarius 2003
12. Imaculate Collection - Prosound & Target Pop 2004
13. Melayani Hatimu – Aquarius 2005
14. Galau (The Best Of) – Aquarius 2007
15. DI3VA – Trinity Optima Production 2008


Single :
1. Hadirmu – FLP 1985
2. Jack & Inrda Lesmana Vol. 1 – Granada 1986
3. Jack & Indra Lesmana Vol. 2 - Granada 1987
4. Tapi Mungkinkah – Catatan Si Boy I, Team 1986
5. Terima Kasih – Hip Hip Hura, Chrisye 1987
6. Saat Terindah – Fashionova, Fariz RM, Grammy Record 1990
7. Percayalah – Catatan Si Boy IV, Gold 1990
8. Balon – FLP
9. Elfas Singer
10. Forum – Bersama Dalam Cinta & Impian Menyata, 98
























Monday, May 25, 2009

Repackage Abhorrence



Untuk sebagian orang (khususnya saya), sebuah album repackage adalah sesuatu yang sangat dibenci.

Bayangkan saja hanya untuk mengkoleksi satu buah lagu baru saja kita harus membeli sebuah album yang sama dengan sedikit polesan pada cover album tersebut.



Memang trend penjualan album di Indonesia ini belum seperti Negara Amerika yang sedah terbiasa menjual single sebelum melempar complete album sebagai pemancing dari sebuah label untuk melihat reaksi pasar terhadap satu lagu baru dari artis artisnya.

Tetapi trend menjual album single juga nampaknya mulai di lirik oleh label besar Indonesia. Sebut saja Agnes Monica yang memang sangat idealis dalam setiap pembuatan albumnya.



Saya beri acungan jempol untuk breaktru singlenya yang tidak lazim bagi masyarakat Indonesia yang tidak terbiasa membeli sebuah CD yang hanya berisikan satu buah lagu dengan harga Rp. 15.000,- rupiah saja. Tapi itulah Agnes yang bisa mengedukasi semua warga Indoneaia akan bagai mana caranya berbisnis tanpa harus membodohi dan merugikan pelanggan.

Berapa orang yang harus tertipu dan merugi jika harus setiap saat membeli repakacge album? Lalu kenapa para artis & Produser masih uring uringan apabila CD nya di bajak?



Apakah tidak pernah terpikir oleh para produser dan artisnya jika masyarakat akhirnya lebih memilih CD bajakan atau mendownload atau meng-copy secara illegal dari pada harus buang uang membeli produk yang sama?

Untuk artis Indonesia sendiri Maliq & D’ Essential adalah pemegang record pembuat album Repackage.

Terus terang Maliq adalah satu satunya group music yang jenis musiknya paling saya suka. Musiknya yang sangat Acid dan tidak banyak perubahan yang menjadikan group ini adalah group yang konsisten akan jenis musiknya dan tidak terlalu ingin membuat suatu eksperimen yang akhirnya membuat group ini malah dijauhi pencintanya karena ingin dibilang berinovasi.

Kesalahan terbesar group ini adalah kesan aji mumpung dan selalu lebih menonjolkan sisi bisnisnya saja.



Kalo kalian adalah Maliq Mania pasti pada 3 bulan kebelakang kalian merasakan betapa sulitnya mendaptkan album ketiga yang kita nanti2kan ini. Untuk mandapatkannya saja mesti isi Waiting List dan menunggu lumayan lama. Dan begitu albumnya muncul di tiap toko CD hanya terdapat masing masing 5 buah saja dengan harga yang lumayan fantastis untuk ukuran album Indonesia yaitu Rp. 150.000,- saja.
Demi mendapatkan versi pertama album ketiga ini dengan berat hati saya beli juga.

Tapi apa yang lebih mengagetkan lagi dari album ini??



Ternyata buat yang jeli dan bisa membaca ini dari booklet tersebut ternyata album ini adalah hanya berisi setengah dari jumlah Real album yang bakal meraka realease akhir tahun mendatang!

Total isi lagu keseluruhan adalah 11 buah lagu tetapi dialbum yang temporary ini hanya berisi 6 buah lagu saja.

Buat kalian yang tidak mandapatkan album Limited ini kalian memang tidak bisa mengetahuinya secara detail, karena tidak dijelaskan secara rinci di album yang Biasa yang hanya dijual seharga Rp. 50.000 saja.

Yang paling menarik di album limited ini selain packagingnya yang sangat Besar berupa box dengan texture kayu kira kira

berukuran 30cm x 25cm dan didalamnya terdapat lirik lirik asli dari keenam buah lagu yang ada disitu yang masih banyak edit dan lengkap dengan sebelum menjadi Judul judul yang tercetak sekarang seperti lagu favorit saya ”Coba Katakan” yang pada awalnya diberi judul “Hari Ini” lalu berubah menjadi “Terlena dan Kecewa” dan pada akhirnya dipilihlah “ Coba Katakan” sebagai judul yang layak buat mereka.



Sekedar bocoran buat para penggila Maliq & D’Essential, dialbum repackage yang ketiga nanti bakal ada sekitar 5 lagu tambahan lagi diantaranya adalah :

  • Maybe (It’s You…)
  • Jangan Banyak Tanya
  • Aku bernyanyi
  • Love
  • Take A Chance

Yah mudah mudahan kebencian saya buat album album repackage ini bisa sedikit terbati dengan curahan uneg uneg saya disini.

Terus maju music Indonesia dan mudah2an tidak ada lagi Repackage2 lain yang membodohi lagi.

Sunday, March 15, 2009

Second Hand Serenades

Second Hand Serenades

(Ferina Zubeir Vs Beyonce)



Kalian pasti sangat hafal dan sangat mengenal lagu lagu dari Destiny’s Child dan kalian juga akan sangat mengenal harmonisasi suara mereka, dari hasil harmonisasi itu yang muncul hayalah suara tunggal Beyonce!! Dan menurut saya setiap lagu yang mereka nyanyikan hanya suara Beyonce saja yang lebih terdengar, setuju?? Kedua personil lain hanyalah tempelan dan hanya menyumbang sedikit suara saja.

Masih ingat album ”Survivor”, (album pertama mereka menjadi trio) setelah sebelumnya mereka sempat membuat beberapa album waktu mereka masih ber-anggotakan 4 orang alias kwartet.

Di album Survivor ini ada satu lagu yang berjudul “Dangerously in love” yang akhirnya lagu ini diunduh Beyonce untuk dijadikan judul album pertama dia, walaupun itu adalah lagu second hand dari trio DC tapi Beyonce lah pencipta dan Lead vocalnya di lagu ini.

Sepertinya Beyonce ingin mempertegas bahwa suara Destiny’s Child tiada lain adalah suara tunggal dia yang hanya diberi sedikit pemanis oleh Kelly & Michelle. What a pathatic raelity!

Tak heran ketika Beyonce memutuskan untuk hengkang dari Destiny’s Child otomatis trio ini ikutan bubar karena pemegang andil terbesar sebagai lead vocal dan composer (pembuat lagunya) sudah tidak ada.



Tetapi lain halnya dengan Elfa’s Singers.


Group ini tetap mempertahankan kehancurannya dan mencoba tetap exist dengan segala daya upaya yang cukup memalukan untuk ukuran sebuah group legend.

Masih ingat tulisan saya tentang elfas 3 tahun silam, kalo mau direfresh tinggal klik aja yang ini:


http://anuneano.blogspot.com/2006/07/bandungs-claw.html



Saya coba me-refresh sedikit tentang Ferina Zubeir yang mungkin kalian juga lupa tentang dia.

Nama Ferina dikenal berawal dari seorang finalis Festival Pencipta Lagu Terbaik (FPLT) tahun 83, kemudian Festifal Pop Song ditahun yang sama dan akhirnya hampir setiap tahunnya Ferina mencipta lagu untuk ajang Festifal Lagu Populer (FLP) yang akhirnya dari ajang inilah yang mencuatkan nama ELFAS Singer.

Sebagai pencipta lagu yang handal Ferina pun telah banyak mencipta lagu untuk penyanyi penyani papan atas negri ini diantaranya adalah Vina Panduwinata, January Christy, Harvey Malaihillo, Andi Meriem, Jeffry Woworuntu, Lita, Yana, Irianti Erningpraja, Elfas’ Singers, Elfa’s Girls, Elfa’s Boys, Wachdach Band dan Indonesia 6

Setelah ditinggal Ferina Zubeir tahun 92 silam group ini sudah serasa mati dan sudah sering berganti ganti personnelnya. Mulai dari Rita effendi (ex-Kahitna), Uci hingga Titi DJ.

Anehnya Group ini tetap enggan membubarkan diri dan mencoba bertahan meski nyawa dari group ini adalah Ferina. Tidak seorangpun yang mampu menggantikan posisi Ferina dengan segala keunikan lengkingan suara falsetto nya yang indah itu.

Buat saya Elfas Singer sudah mati.


Terbukti dengan tidak satupun albumnya yang bisa tembus masuk hits sebagai album laris group vocal Indonesia seperti saat masih bersama Ferina.

Mungkin buat yang selera musiknya belum begitu bagus dan tidak mengenal apa dan bagaimana ELFA’S Singers yang sebenarnya mungkin masih bisa menikmati suara harmonisasi yang tidak greget lagi itu.



Sejak album 94 dan album berikutnya bersama Titi DJ, sepertinya album terakhir di awal 2009 ini adalah puncak dari segala keburukan group ini.

Bagaimana tidak, formasi baru ELFA’S Singer ini berani mendaur ulang semua lagu dari formasi lengkap ELFAS Singers terdahulu semasih ada idola saya Iwan Wiradz, Ferina & Toni P Sianipar. Sungguh sangat memalukan!! Apalagi mereka berani sekali melagukan lagu Pesta yaitu lagu 'kojo' Group ini yang jika kalian pernah mendengar Harmonisasi lagu versi Remix tahun 87 silam dan kalian bandingkan dengan versi ancur 2009 bersama Andien kalian pasti akan sangat sedih sekali, betapa nama besar mereka sangat dipertaruhkan di lagu ini.

Saya masih lebih menghargai Group Vocal Gerenimo yang selalu memakai angka Romawi dibelakang nama Gerenimo sebagai tanda bahwa Group ini sudah berubah formasi. Tetapi ELFAS Singer tidak melakukan itu. Kalian pasti tau Gerenimo I, Gerenimo II sampai yang paling boncel adalah Gerenimo VIII dan karena seringnya berganti formasi bahkan akhirnya berubah menjadi Kantora Paramita. Rasanya itu lebih terhormat dari pada harus memakai nama ELFAS Singer tapi kualiatasnya sudah sangat tidak bisa disejajarkan dengan the real one!

So Pathatic!!


Andai TEAM record mau membuat re-mastered lagu lagu Original mereka dan bukan Second Hand Serenades yang begitu memalukan!



Oh... saat kuterjaga

Bisikan suaramu ada

lalulelap dihatiku...


Oh Ferina... miss u much!




Teruslah mencuri dariku

Jika harga dirimu memang sebatas itu...


Wednesday, February 25, 2009

ReName & ReShuffle

Sebenernya nama mereka berdua (R. Aryo Baskoro a.k.a Bibus & Ari Pramundito a.k.a Ari) sudah pernah saya bahas di tulisan saya taun lalu tentang Groovology dengan judul De Javu, pada saat mereka mengeluarkan album solo mereka masing masing.


Patut dihargai kabisa kedua musisi ini untuk bernyanyi, terbukti dengan lumayan suksesnya album mereka dipasaran. Sayangnya kemunculan album mereka secara group terasa terlambat. Bayangkan saja butuh waktu 7 tahun untuk meralisasikan sebuah album dari Groovology ini sejak pertamakali berdiri sekitar tahun 2002 lalu.(walaupun sebenarnya tahun 2005 sempat melempar album juga tetapi tidak mendapat sambutan seperti sekarang).Tidak banyak yang mengenal mereka (Ari & Bibus) adalah pentolan dari Groovology setelah mereka lebih dulu mencuat lewat album solo meraka masing masing.


Setelah sedikit merubah formasinya dengan memangkas beberapa personilnya yaitu Ilyas pada bass, Karin sang backing vocal dan Nicky Manuputty sang saxophonist, band ini pun kemudian memangkas namanya menjadi hanya lima huruf : "Gruvi" seperti juga personilnya kini yang hanya tersisa 5 orang saja.


Musik yang ditawarkan masih belum bisa mengalahkan indahnya musik di album perdana Ari.Gruvi cenderung terlalu nge-pop dan terasa sangat biasa. Sungguh jauh dari kesan groovy.Satu satunya lagu yang paling terasa groovy dan sedikit terasa acid hanyalah lagu yang berjudul : ”Hanya Mimpi” Sayangnya lagu ini tidak ada di daftar lagu di album Gruvi! Sungguh Aneh!

Label sebesar Universal bisa kecolongan untuk masalah cover album!

Apa tidak ada quality control dan proses re-check yang proper di international giant label ini?

Jumlah lagu yang seharusnya ada adalah 12 track tetapi hanya 11 saja yang tertera di balik sampul CD ini. Padahal lagu nomor 10 adalah lagu yang menurut saya adalah satu satunya lagu terbaik dari album ini. 2 lagu remake dari Ari & Bibus yang terasa tidak penting alias bonus malah tertulis jelas disitu.Walaupun lagu nomor 10 itu adalah Remake dari album Groovology, tetapi saya paling jagokan lagu itu

Duh.. kapan yah Indonesia lebih serius bikin sesuatu…



Aku lagi nunggu album kedua Ari, Semoga bisa jauuuuuuh lebih indah dari yang pernah kalian bikin. Semoga lebih nge-jazz atau minimal bikin sesuatu yang acid.

Sumpah jenuh banget denget musik Indonesia yang gitu gitu aja! Come on Ari!

Aku yakin kalian tidak perlu pujian, Justru makian yang bakal bisa bikin kalian makin keren.


Friday, October 24, 2008

Mamma Mia!



Berbahagia lah bagi para pecinta lagu lagu dari group musik asal Swedia, ABBA, karena beberapa bulan lalu Universal Picture mengangkat Drama Musikal ini ke Layar lebar.
Film musikal ini diproduseri oleh pentolan dan pencetus dari Group ABBA sendiri. Jadi tak heran jika semua Lagu di film ini terasa pas dan semua lagu lagunya seperti ”bercerita”
Thank God, Drama ini sudah difilmkan karena saya hanya mendengar dari cerita teman teman saya pecinta ABBA yang berada diluar negeri sana tentang pentas Drama Musikal Mamma Mia ini!
Bagi sebagian orang terutama mereka yang lahir bukan pada masa lagu lagu ABBA ini berjaya mungkin akan terasa kurang chemistry –nya.
Tapi jangan under estimate dulu, guys! I Guarantee, you`ll have a great experience of this musical drama!
Dan buat kalian yang bener bener ABBA freak, kalian tidak akan berkurang chemistry nya saat kalian mendengarkan lagu lagu aransemen ulang dari lagu lagu favorit kalian karena semua nya terasa sangat mirip dan vocal produce nya pun sama persis dengan lagu ABBA tempo doeloe, karena memang masih ditangani oleh personel ABBA sendiri.
Ga sabar rasanya menunggu kabar awal taun depan apakah film ini akan mendapat penghargaan dari para juri Academy Award nanti?
Buat yang sudah menonton film ini pasti akan terkagum kagun oleh indahnya pantai, rumah rumah serta design yang khas dan mountain scene dari negeri yunani. Belum lagi costum dan acting secara keseluruhan dari para aktris dan aktor yang tidak akan menarik tanpa para penari latar yang sangat sangat kompak dan lucu yang bisa bikin kalian terpingkal pingkal dengan kekonyolannya.
Pasti kalian semua setuju kalo tarian terindah adalah pada saat semua lalaki bertelanjang dada dan mengenakan celana renang dan sepatu katak bernyanyi dan menari disepanjang dermaga menyanyikan lagu Lay All Your Love On Me & Dancing Queen!.
Dan adegan di toilet dengan lagu “Chiquitita” yang sangat pas sekali baik dari segi lirik dan scene-nya. Sayang lagu ini tidak dimasukan di list OST film ”Mamma Mia!” ini.
Sungguh ini tontonan wajib untuk aku terutama kakak kakakku! Ga sabar untuk mengulang menonton film ini bareng mbakyu mbakyu-ku yang telah memperkenalkan dan menularkan kecintaan mereka dengan lagu lagu klasik disco dan ABBA.
Hopefully aku bisa berhasil ngajak mereka dan Mamiku buat nonton film ini!!

Jennifer Hudson


Tidak terasa hampir dua tahun sudah single “And I’m Telling You I’m Not Going” milik Jennifer Hudson ini dirilis sejak awal Desember 2006 lalu. Gaung single dari finalis American Idol season ke 3 ini diunduh dari salah satu OST dari film Dream Girls yang mampu menandingi lagu kojo dari seniornya, Beyonce. Selain lagu ini mendapat banyak pujian dan penghargaan, ternyata acting Jennifer pun bisa membuat para juri menjatuhkan pilihan sebagai aktris pemeran pembantu terbaik tahun lalu. Debut yang cukup luar biasa untuk ukuran pendatang baru yang hanya baru memiliki sekali kesempatan bermain film.
Walaupun di film ke duanya dia tidak bernyanyi tapi dia juga menyumbangkan satu buah lagu yang menurut saya single ini jauh lebih lebih berkelas dibanding lagu lagu yang ada di OST film Sex And The City. Lagu All Dressed Up In Love hanya dikumandangkan di bagian akhir di film ini.
Untuk yang tidak sempat membeli CD OST film Dream Girls dan Sex And The City, kalian akan tersenyum lebar karena lagu tersebut kini bisa kalian nikmati di album Jennifer yang release bulan ini.
Sayangnya bagi kalian yang berharap bisa menemukan suara dahsyatnya Jeniffer bernyanyi ala lagu “And I’m Telling You I’m Not Going” yang sangat soulful dan penuh emosi tidak akan kalian temukan.
Album ini jauh sekali dari harapan saya. Rasanya jadi seperti mendengarkan lagu lagu penyanyi hip hop biasa yang hanya bernyanyi mengandalkan musik bagus tanpa peduli soul nya.
Yah… begitulah kalo sisi komersilnya yang lebih diutamakan dibanding kualitas suara si penyanyinya. Sangat timpang sekali dengan arransemen di OST Dream Girls yang benar benar menampilkan kemampuan bernyanyi Jennifer sebagai sebenar benarnya penyanyi. Padahal album ini pasti menjadi album yang paling ditunggu sebagai pembuktian sebagai album seorang calon penyanyi besar, tapi sayangnya dialbum ini belun ada lagu sedahsyat single pertama dia “And I’m Telling You I’m Not Going” ! What a Pity!
Tapi mudah mudahan album ini bisa terangkat dengan vocal unik nan khas dari Fantasia yang sama sama berangkat dari pemilihan American Idol.

Sunday, July 20, 2008

Very Late Review

Begitu banyak penyanyi pria Indonesia yang bersuara unik dan enak untuk didengar, tapi agak sulit untuk mendapatkan seseorang yang berwarna vocal yang begitu ‘lengkap dan megah’.

Rasanya saya menemukan itu begitu pertama kali saya mendengarkan suara Afgan.

Banyak orang menyamakan lelaki yang bernama lengkap Afgan Syah Reza ini dengan Marcell atau Glenn, tetapi saya sama sekali tidak melihat kesamaan itu.

Kalo kesamaan alur musik mungkin bisa saja tapi untuk urusan vocal, Afgan sangat berbeda.

Saya lebih mendengar vocal Afgan adalah perkawinan antara Dian Pramana Putra, Josh Groban dan John Legend.

Dia punya desahannya Dian Pramana Putra, mampu bernyanyi seperti megahnya suara gospel Josh Groban dan bisa sangat R&B sekali seperti John Legend even Stevie Wonder.

Mungkin karena dia juga pecinta Stevie Wonder dan John Legend (Kok sama yah?) hehehe… Tapi apa dia suka Dian PP kayak aku juga, gak yah?? Ga mungkin banget, secara umur dia aja baru 18 taun!! Tapi entah apa hubungan Afgan dengan Dian PP!! Dian menyumbang 3 lagu ciptaan dia! Apa Dian juga setuju kalo suara mereka itu mirip banget??

Coba Kamu denger lagu nomor 7 ciptaan Deddy Dhukun, pasti kamu setuju banget kalo Afgan punya desahan yang sama dengan Dian Pramana Putra.

Rasanya album ini belum terlalu mewakili penuh kemampuan bernyanyi dan minat musik Afgan.

Jujur saya tidak terlalu suka dengan komposisi dan lagu lagu di album ini, karena tidak sebanding dengan kualitas vocal Afgan.

Mungkin karena Indonesia kekurangan composer yang bisa membuat lagu lagu megah ala musik Josh Groban dan sangat Jazzy n R&B seperti Stevie Wonder atau John Legend.

Mudah mudahan dialbum kedua yang katanya bakal release akhir tahun ini bisa lebih menggandeng musisi yang lebih seimbang.

Btw: You’re too good to be true! Can’t believe U wrote the last song!!

Good Luck!!


Saturday, March 08, 2008

De Javu (Ari VS Bibus)


Meski pernah dan masih tergabung dalam group jazz JRV, Clorophyl dan Groovology namun pria yang memiliki nama lengkap Ari Pramundito ini bukanlah tampil sebagai seorang vocalis. Kabisa utamanya adalah memainkan guitar dan membuat lagu.

Mungkin dengan jam terbang yang sudah lumayan banyak dan pemanasan memasuki dunia rekaman sebagai musisi pendukung lewat album Tompi lah yang membuat guitarist muda ini berani memproduseri sendiri album debut nya ini.

Buat saya ini seperti “dejavu”.

Saya seperti sedang menikmati kembali album debut Eramono ditahun 1987 Silam.

Album perdana Eramono itu adalah album seorang musisi yang bereksperimen manjadi seorang penyanyi. Eramono juga banyak sekali tergabung dalam band jazz ternama di Indonesia salah satunya adalah Spirit.

Di album Eramono ini banyak sekali berkolaborasi dengan penyanyi penyanyi ternama dan juga baru diantaranya : Shanty Faraquella, Neno Warisman dan Andi Mariem Matalatta.

Itulah sebabnya saya merasa ini adalah seperti “dejavu”.

Di album debut Ari ini dia menampilkan band nya sendiri yaitu Groovology dan membawa beberapa penyanyi lain seperti : Tompi, Asty, Karin, Rifka Rachman dan sang Vocalist andalan dari Groovology yang tidak lain adalah Bibus.


Saya berani bertaruh bahwa ini adalah album jazz terbaik ditaun 2007 ini.

Ari tidak manjadi objek sentris dialbum ini, dia benar benar pure tampil sebagai musisi yang juga bisa bernyannyi disini.

Warna vocal nya pun cukup menjual, selintas suara Ari mirip dengan Indra Lesmana di lagu “Katakan Kau Cinta” dan dia juga sangat handal ber-humming sambil memainkan electric guitar ala Mus Mujiono di lagu “Harapku”.

Lain Ari lain pula Bibus meski meraka adalah sama sama berawal dari musisi pendukung dari Tompi dan sama sama tergabung dalam Groovology tapi Bibus belum sepeti Ari yang sudah memproduseri sendiri albumnya.

Ya, setelah Ari, Bibus yang terbiasa mencipta lagu dan bermain piano di album Tompi kini beralih profesi manjadi penyanyi solo setelah sebelumnya melakukan pemanasan sebagai vocalist dari group Groovology dan pernah menyumbang sebuah single sebagai penyanyi dialbum milik Ari tahun lalu.

Masih bercorak yang sama dengan Ari, namun album Bibus kurang variatif seperti Ari, tapi cukup lumayan untuk dipandang!! Lho kok?? Ya mungkin albumnya belum semanis tampangnya hehehe…

Tompi... Tompi... kenapa ga produserin dia jadi bintang film aja yah?

Wednesday, January 02, 2008

Ratu Label [ Children Of Bro..]

Deru sang ombak bergilir ke pantai
Disambut ayunan nyiur melambai
Rembulan megah diatas mahligai
Tersenyum melihat kita berdua...


Tidak banyak orang yang tau kalo penggalan lirik lagu milik Oddie Agam diatas pertama kali dipopulerkan oleh Atiek CB, arek Suroboyo yang sudah menetap di US sana sejak Agustus 2002 lalu. Orang lebih mengenal lagu itu asli berasal dari negeri Jiran dan dinyanyikan oleh Sheila Majid.
Waduh… ternyata apapun milik Indonesia itu ternyata akan jauh terasa lebih berharga dan berarti setelah dimiliki oleh negara tetangga ini. Belum selesai soal lagu daerah, dan konflik tertitorial. Eh..sekarang malah kesenian daerah khas Jawa Barat (angklung Bandung) pun katanya akan dijadikan kesenian asli kerajaan Malaysia dan tinggal menunggu pengesahan dunia melalui UNESCO. Keterlaluan!! Apa kata dunia??

Wuih… enam bulan sudah aku ga sempetin buat isi blog-ku ini kok malah tambah kumat ya nyela nya, ya?...

Lagu ‘Antara Anyer dan Jakarta’ diatas adalah salah satu dari sekian banyak lagu yang awalnya dilantunkan oleh Atiek CB kemudian didaur ulang oleh penyanyi penyanyi lain.
Untuk satu lagu diatas saja saya sudah menghitung ada sekitar 4 versi yang dinyanyikan selain beliau, antara lain: Oddie Agam(solo), Andi Meriem Mattalatta dan Oddie Agam (duet), Elfa’s Singer dan yang paling fenomenal tentunya versi negeri Jiran oleh Sheila Majid itu.

Untuk tahun ini saja sudah terdengar 2 lagu daur ulang beliau yang masuk di jajaran lagu nomor satu beberapa bulan lalu yang dinyanyikan kembali oleh Melly. Ya, benar!! Seorang Melly saja, yang jelas jelas tidak pernah lepas menyanyikan lagu dari hasil aransemen dan lirik milik sendiri saja masih sangat ingin menyanyikan lagu indah yang pernah dinyayikan beliau yang berjudul ‘Risau’ di album ‘MindNsoul’, tahun ini juga salah satu hit beliau dijadikan lagi lagu ‘kojo’ di album terbaru milik Yuni Shara yang berjudul ‘Maafkan’, belum lagi ditahun sebelumnya satu artis pendatang baru, Lea Simanjuntak pun menyisipkan satu lagu beliau yang berjudul ‘Kau Ada Dimana’ dalam versi duet untuk album perdananya. Ini semua bukti dari kedigjayaan beliau yang masih sangat menggema sampai hari ini.

Dengan modal keunikan suara dan gaya yang khas, beliau mampu menjadi salah satu ikon penyanyi wanita yang paling produktif di era 80an. Kalau kita ‘tracking’ dari semua album album beliau yang pernah ada, beliau bisa dikatakan adalah penyanyi wanita yang paling banyak mencetak album dengan jumlah recording company terbanyak. Sungguh prestasi yang sangat ‘unik’ dan mengagumkan walaupun kesannya seperti kutu loncat dan nomaden tetapi anehnya semuanya itu melahirkan hits yang unbelievable!

Bayangkan saja salah satu label raksasa tertua di Indonesia, Purnama Record pun pernah dia singgahi, bahkan seorang Vina Panduwinata saja belum punya kesempatan itu.

Atiek CB memang lebih dulu terjun ke dunia rekaman ketimbang Vina Panduwinata, dan mereka berdua pernah sama sama di bawah label paling bergengsi di Indonesia, yaitu Jackson Record.Sayangnya Atiek tidak bisa bertahan lama di Jackson Record seperti Vina yang bisa membuahkan 4 album solo di label paling bergengsi ini. Padahal dia pasti jauh bisa lebih besar lagi di Jackson, tapi siapa tau yah? Namanya juga rejeki. Bisa saja mungkin malah mandeg.

Tapi begitulah perjalanan karir seorang Atiek CB, sangat unik!

Saya pernah coba hitung ada sekitar 16 label yang pernah beliau singgahi : Yulia LL Record, Olimpindo Record,Purnama Record, Virgo Ramayana Record, RCA, Jackson Record, TEAM Ind, Musica, Blackboard, Harpa Record, Warner Music Indonesia, Harpa,Aquarius, Arco, Harika, Hemagita & Granada Record. Fantastis!! Masih ada yang mau menambahkan??

Kalo melihat dari banyaknya label dan hits sepanjang perjalanan karir Atiek CB hampir sama persis dengan track dari album album dari Harvey Malaihollo, bedanya Atiek CB (setahu saya) tidak pernah satu kalipun menyumbang suara untuk Festifal Lagu Populer Indonesia yang sangat fenomenal di era 80an.

Namun setiap beliau berganti label recording, beliau selalu menyertakan hits dari label sebelumnya ke album terbarunya itu.

Entah apa alasannya, tapi kalau dilihat dari segi marketing, kebiasaan ini akan sangat menguntungkan untuk label baru tersebutb karena akan membantu mendongkrak penjualan album barunya dikarenakan berisi beberapa hits dari album album sebelumnya. Sehingga pembeli bisa seperti mendapatkan beberapa hits dari album album Atiek sebelumnya dalam satu album baru beliau.

Contohnya lagu Risau bisa didapat di 3 album Atiek yang berbeda. Fantastis bukan??
Awalnya lagu ‘Risau’ (album Transisi) dikeluarkan oleh Purnama Record kemudian kembali ini di masukan di album “Kekang” , Produksi Blackboard dan terakhir di album “Maafkan”, Produksi Musica.
Sebenarnya bukan hanya lagu ‘Risau’ saja yang bisa terdapat di beberapa album berbeda tapi masih banyak lagi hits beliau yang terus di pasang di beberapa label yang berbeda antara lain Magis, Kau Ada Dimana, Dahaga, Permohonan, Akh, Dibibirku ada Cinta, Tebak Menebak dan banyak lagi.
Beliau memang belum pernah membuat album dalam bentuk CD, Namun ada beberapa hits beliau yang pernah di re-mastered oleh Harika beberapa tahun lalu, namun saya sangat yakin kalo CD itu dibuat tanpa sepengetahuan beliau. Mengingat kacaunya content serta design cover yang seadanya dan selera peng-compile yang sangat buruk sehingga album the best ini tersasa sangat murahan.

Gosip soal beliau akan membuat album the best yang original dan di-compile secara pribadi oleh beliau memang sudah saya dengar sejak bulan Mei lalu dan akan diedarkan bulan September tahun ini.
Namun tunggu punya tunggu hingga bulan penghujung tahun ini album kompilasi itu tetap belum terdengar kabarnya.

Padahal kerinduan untuk bernostalgia dengan suara indah beliau dalam format CD dengan kualitas yang lebih jernih dari kaset kaset yang kita punya sudah kita tunggu cukup lama.
Semoga segera terkabulkan…


Good Luck Mba Atiek!!

Berikut saya saya sisipkan discography seadanya dari beberapa album Atiek CB yang masih saya ingat.

Maaf saya tidak bisa mencantumkan secara detail karena keterbatasan memori.

1. Disudut Kemegahan Hidupnya, Olimpindo Record

2. Nusantara, Yulia LL Record

3. Ilusi Pagi, Arco Record

4. Nusantara 7, Yulia LL Record

5. Antara Anyer dan Jakarta, Virgo Ramayana Record

6. Transisi, Purnama Record

7. Akh, RCA Record

8. Kekang, Blackboard

9. Bersuka Cita, Jackson

10. Dia, Blackboard & Hemagita Record

11. Suka Suka, Aquarius Musikindo

12. Meditasi, Warner Music Ind

13. Maafkan, Musika

14. Magis, Hemagita & Granada Record

15. Benci Sendiri, Hemagita & Musica

16. Atiek & Ronni, Musica

17.Adarapta, RCA Record

18.Rumpies 1-3, Harpa & Atlantic Record

19.Catatan si Boy III, TEAM Record

20.Aku Jadi Aku, Warner Music Ind.

21.Kelompok 7 Bintang 1, Hins Record

22.Kelompok 7 Bintang 2, Harpa & Hins Record

23.Kuajak kau Kembali - Suara persaudaraan

24. Terserah Boy, Catatan Si Boy III, TEAM Record

Friday, November 16, 2007

The Living Legend


Harvey Malaihollo Bagian II ( Why ‘87?)



It took me more than a year to collect,re-write and re-count Harvey's discography. I just hope he could write and has his own web so we can clearly have all his complete and rare album list. I really hope so...


Sungguh sangat langka untuk bisa menemukan seorang entertainer sejati yang mampu bertahan dan terus berkarya hingga mampu mencetak hits selama empat puluh tahun berturut turut tanpa henti di Indonesia Ini.
Tanpa pernah berpikir untuk berkarya demi kepentingan materi ataupun aji mumpung dengan melakukan segala eksperimen yang bisa mempertaruhkan perjalanan karir bermusiknya.
Mungkin baru seorang Chrisye saja yang mampu melakukannya dengan tetap tidak merubah cirri dan jalur musiknya dan tetap bertahan dengan segala ke-unikannya.


Mungkin sebutan Legend pun memang pantas untuk dia.
walaupun Chrisye tidak akan pernah tergantikan, namun mudah mudahan langkahnya masih bisa diikuti.



Tak kalah dengan Chrisye, Karir Harvey Malaiholo pun cukup bisa diperhitungkan mengingat jenjang karirnya yang sudah sekitar 30 tahun namun masih tetap eksis.
Walaupun tidak se-produktif Chrisye, tapi penyanyi pria yang satu ini tetap bisa membuktikan bahwa kehardirannya kembali ditahun 2007 ini masih bisa diperhitungkan ditengah keanekaragaman jenis musik yang ada, beliau juga termasuk orang yang setia di jalurnya.



Harvey hadir kembali tahun ini dengan album barunya yang hanya mengandalkan satu buah lagu baru saja dan beberapa lagu re-cycle miliknya dan satu buah re-cycle lagu yang pernah dinyanyikan Jayanthi Mandasari
.


Album ini jauh lebih baik dari album ”Come Back” nya beliau ditahun 2000 silam dengan single remake andalannya yang dibawakan bersama Sheila Majid, "Begitulah Cinta".
Saya bisa bilang album ini lebih baik karena kualitas vocal Harvey dialbum ini “amazingly” kembali ‘bernyawa’ seperti dahulu, tidak seperti album yang saya sebut diatas yang terasa sangat monoton dan terdengar bernyanyi seperti setengah hati dan juga terkesan Harvey kehilangan kemampuan bernyanyinya, sungguh album itu membuat saya kecewa.

Mungkin dialbum Begitulah Cinta, Harvey ingin membedakan cara dia bernyanyi dulu yang terkesan sangat ‘festival’ sekali dan dengan kekuatan emosi yang penuh dan merubahnya secara drastis ang cenderung sepeti sedang membawakan lagu lagu bossas.
Tetapi itulah yang membuat seoarang Harvey begitu besar, suara ‘festival’-nya lah yang paling ditunggu tunggu and Thanks God, dialbum ini suara itu bisa saya nikmati lagi.

Ada yang cukup membuat saya terkecoh di album ini. Saya sempat berpikir ini adalah versi aslinya dari lagu tersebut. Lagu itu adalah “Jera” yang dibuat versi awalnya sekitar tahun 86 silam.
Saya sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Walaupun itu lagu favorit saya tapi saya bisa terkecoh juga. Sampai sampai saya harus mencari koleksi kaset lawas saya dan harus membandingkannya lagi karena sayapun sudah tidak ingat aransemen lagu ini, mengingat sudah lebih dari 21 tahun lalu dan ternyata memang benar ini versi baru!



Ini membuktikan bahwa di album ini suara Harvey kembali terdengar seperti 21 tahun silam. Tidak seperti suara Harvey di tahun 2000 lalu yang terdengar agak kedodoran. “Well Come Back Harvey…”
It’s Great to hear your real voice again.


Kalo tidak salah hitung album greatest hist ini adalah album ke 25 Harvey.
Entah kenapa seorang Maestro seperti belum mempunyai Graha Maya atau web-site sendiri, mengingat beliau adalah salah satu artis yang bertahan lebih dari 3 dekade dan tentunya para fans nya ingin sekali mengetahui secara detail perjalanan karir dan koleksi album dan singlenya yang sangat langka itu.



Terus terang perjuangan terberat untuk mengkoleksi lagu lagu dari seorang penyanyi yang saya idolakan adalah mengoleksi album album Harvey.
Bayangkan saja setiap tahun dia mencetak beberapa hits tapi hits hits beliau tidak berupa album, tapi berupa single dari album kompilasi dan album album Festifal.
Saya cukup menyesal kehilangan semua koleksi Harvey pada tahun 80an, sehingga sangat keteteran sekali untuk mengembalikan semuanya itu.


Awal karir beliau memanglah dari ajang Festival. Kalo kalian pernah dengar di era 70-90an tentang pemilihan Bintang Radio dan Televisi yang selalu digelar oleh RRI dan TVRI, Harvey adalah pelopor kejuaraan ini.
Harvey adalah jebolan angkatan pertama dari ajang festval ini pada tahun 77 silam untuk kateori pria dan Rafika Duri untuk kategori wanita.
Dan semenjak itulah “Pasangan” ini mulai dikenal dan banyak mencetak hits.
Harvey mengabadikan hits pertamanya ini bersama Yunika di album Begitulah Cinta tahun 2000 lalu.
Berarti Beliau mengakui bahwa beliau pernah membuat album rekaman pada tahun 77 lalu.
Tapi entah kenapa di album yang terakhir ini Harvey hanya membuat summary dari perjalanan karirnya semenjak tahun 87 hingga 2007 saja?
Lalu kemana sisa 10 tahun kebelakang???
Kenapa tidak dari perjalanan awal karir dia?


Dia juga tidak menjelaskan kenapa tahun '87 yang dipakai sebagai patokan. Apakah untuk menggenapkan ke angka 20? Padahal banyak Hits dari 1980 hingga 86 yang sangat sangat phenomenal. Salah satunya adalah "Kugapai Hari Esok", (1984) yang mendapat penghargaan MOST OUTSTANDING PERFORMER di Malaysia.

Lalu kalo Harvey mematok judul album terbarunya adalah Greatest Hits 1987-2007, tapi mengapa lagu lagu ditahun 1986 masuk kedalam list album ini?? Maaf mas Harvey, saya terlalu sangat amat susah payah mencari kembali semua karya karya anda, jadi sedikitnya saya hafal dan terasa sekali pengorbanannya untuk keliling pasar loak demi mencari lagu yang ingin saya dengarkan kembali.
Dari jumlah 25 album Harvey saya baru bisa mengkoleksi sekitar 15 album dan 14 album sigle dan kompilasi. Jadi jangan sampai sejarah seorang Legenda pupus karena sang Legenda sendiri tidak mau untuk menulisnya untuk kita.


Re-Count Discography

ALBUM & Single 1977 - 2007

  1. Harvey & Rafika Duri Vol.1 Produksi : Musica

  2. Harvey (Pop Indonesia) Vol.2 Produksi : Musica

  3. Harvey Malaiholo (Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3 Produksi : Musica
  4. Harvey & Tina (melagukan Titik Hamzah) : Insan Record 1984

  5. Harvey – Ireng Maulana Bag.1 Produksi Musica

  6. Harvey – Ireng Maulana Bag.2 Produksi : Musica

  7. Harvey - Ireng Maulana Bag.3 Produksi Musica

  8. Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah) Produksi : Insan Record 1984

  9. Harvey & Elfa Produksi : Billboard Ind. 1986

  10. Mau Tak Mau Produksi : Musica 1990

  11. Tetaplah Bersamaku Produksi : WEA 1997

  12. Sentuhan Kasih Produksi : WEA 1999

  13. Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid) Produksi : WEA 2001

  14. Festival Lagu Populer Indonesia 1980 Judul : Surya Khatulistiwa Produksi : Pramaqua & Asiri 1980

  15. Festival Lagu Populer Indonesia 1981 Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio) Produksi : Asiri 1981

  16. Kugapai Hari Esok , Golden Kite Wold Popular Song Contest 1984, Produksi : Purnama Record

  17. Festival Lagu Populer Indonesia 1984 Judul : Tabir Tercinta Produksi : Irama Asia & Asiri 1984

  18. Festival Lagu Populer Indonesia 1985 Judul : 1. Semoga Lestari 2. Selamat Datang Cinta Produksi : Irama Tara & Asiri 1985

  19. Festival Lagu Populer Indonesia 1986 Judul : Seandainya Selalu Satu Produksi : Billboard & Asiri 1986

  20. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 Judul : Kusadari Produksi : Bulletin & Asiri 1987

  21. Festival Lagu Populer Indonesia 1988 Judul : 1. Begitulah Cinta 2. Ternyata Produksi : TEAM Record & Asiri 1988

  22. Festival Lagu Populer Indonesia 1991 Judul : Haruskah Produksi : Flower Record & Asiri 1991

  23. Indonesia`s TOP ‘89 Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen

  24. Karimata Album : Pasti Judul : Kisah Kehidupan Produksi : Prosound 1987

  25. Ruth Sahanaya Album : Tak Kuduga Judul : September Pagi Produksi : Aquarius 1989

  26. Adjie Soetama & Friends Judul : Nita Produksi : Granada

  27. Iwan Fals & Friends Judul : 1. Pesta 2. Sesaat Kau Hadir Produksi : Musica

  28. Oddie Agam Album : Kesempatan Judul : Cucu Adam & Hawa Produksi : Team Record

  29. Bimbo Vol.106 Judul : 1. Kita Adalah Satu 2. Aku Yang Sendiri 3. Sahabat

  30. Festifal lagu Populer 1989 Judul : Mencari Produksi : Atlantic Record
  31. Pop Song Festival XI Tahun 1983 Judul : You Are The One Produksi : Musica

  32. Indonesia 6 Judul : 1. Janji 2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Diva Single

20 tahun perjalanan karier Trie Utami sari Soedjono


Oh Indahnya Suasana

Bila ku tau siapa namanya

Tertunduk malu dia tersenyum simpul

Melirik kehadiranku disana....Oh...



Tidak terasa 20 tahun sudah single ini tanpa absen setiap saat selalu menemani hari hari aku sejak 1987 lalu.

Entah berapa kali aku ulang ulang tanpa bosan setiap aku memutar lagu ini tanpa terasa sudah selama itu single ini menjadi single terfavoritku dari “Iie”.


Selain kekuatan lagu 'Keraguan' ini ada pada arransemen yang dikerjakan apik oleh Addie MS, kekuatan lagu ini juga adalah berkat suara Iie yang begitu “prof” (untuk ukuran pendatang baru pada saat itu) wajar saja dia mendapat juara vokalis terbaik LMC (Light Music Contest) 1986, ajang pencarian bintang dan musisi berbakat era 80-an, karena Iie memang sangat pantas!

Syukurlah pada tahun 2002 lalu aku sempat menemukan single ini di-remastered ulang dalam bentuk CD oleh Aquarius dalam kompilasi Dasa Tembang Tercantik LCLR 1977-1990.

FYI : lagu ini mendapat banyak penghargaan selain lagu terbaik, aransemen terbaik dan Penyanyi pendatang baru terbaik tapi lagu ini juga mendapat penghargaan sebagai album terlaris 1997.

What an incredible single!!


Terlahir dengan nama lengkap Trie Utami Sari Soedjono pada tahun 1969, saya mengenal nama dia semenjak menonton malam resital Piano dan Electone yang diadakan Lowrey di salah satu gedung di daerah Asia Afrika Bandung, yang entah sekarang berubah menjadi apa.

Kala itu hanya Purwa Caraka yang tampil bersama salah satu adiknya yang lain tapi tidak ada Iie, hanya bapakku bilang kalo Purwa punya adik bungsu yang namanya Trie Utami, bapakku sering denger mereka latihan piano bareng dirumah, bapakku memang kerabat dari ayah mereka.

Ketika aku masih di SMP dulu, aku lebih mengenal Iie sebagai salah satu Oz-er (Penyiar Radio OZ Bandung) kalo tidak salah Iie adalah OZ-er nomor 18.

Termbang Pesona dan Top 40 adalah acara paling aku tunggu karena Iie adalah DJ-nya.

Tapi kalo aku pengen denger dia bernyanyi aku selalu sempetin denger PUB ON THE AIR setiap rabu malam setelah acara GELA GELITIK OZ-nya Denny & Izur yang orang Indonesia lebih kenal dengan Padhyangan, Project pop, P- Project dan sebagainya, karna acara radio ini adalah cikal bakalnya dari group group tersebut.


Menjadi seorang 'Penyanyi' bukanlah cita citanya.

Iie lebih tertarik menjadi seorang Arranger. Mungkin itu semua karena pengetahuan musik dan kepiawaiannya dalam memainkan berbagai macam jenis instrument yang akhirnya membuat dia ingin menjadi seorang Arranger.

FYI : Selain Piano dan Electone, Iie juga jago bermain Drum dan Saxophone .

Mungkin kita belum tahu lagu lagu mana yang dia sendiri sebagai pencipta dan arrangernya. Karena kita hanya bisa menikmati hasil ciptaan Iie yang sangat banyak itu dimainkan oleh Krakatau jadi bukan pure aransemen beliau.

Selain mencipta untuk Krakatau, Iie pun banyak membuat hits untuk artis artis lain.

Satu ciptaan Iie yang menjadi hits favorit saya adalah lagu dari Harvey Malaiholo, “Di Ujung Rindu”.

Utha Likumahua, ME voices, Pinkan Mambo juga pernah menyanyikan karya karyanya.
Meskipun Krakatau adalah yang paling berjasa membawa Iie dalam industri musik Indonesia tapi orang lebih mengenal Iie lebih dahulu dari single “Keraguan” padahal album krakatau keluar lebih awal beberapa bulan sebelum single ini. Tapi peruntungan Iie mamang dari single ini dan tanpa disadari nama Trie Utami pun yang mencuatkan group Krakatau ini, karena jangan salah Krakatau pun pernah mempunyai vokalis Ruth Sahanaya dan Harry Mukti tapi tak banyak orang yang mengenal group itu barulah orang lebih mengenal Krakatau setalah Iie bergabung.


Perjalanan karier Iie bisa dibilang tidak sebegitu gemilang Mama Ina, Uthe dan Titi. Semuanya terasa terhenti dan melupakan Iie setelah Iie membuat banyak kesalahan fatal dalam memilih lagu dan jalur musiknya.

Iie sangat sangat 'sophisticated' ketika ia masih bersama dengan Krakatau itu pun karena corak vokal Iie memang mendukung, namun Krakatau pun akhirnya tidak konsisten lagi dengan jalur musiknya.

Iie pun banyak bereksperimen dengan segala tawaran untuk musik musik diluar jalur bermusiknya diantaranya Album Rumpies yang sangat tidak bermutu itu, lalu Iie pun terlalu aji mumpung dengan kepopulerannya sehingga melupakan segi kualitas, terbukti dengan jebloknya penjualan 4 album solonya, walaupun album solo pertamanya “Untuk Ayah Ibu Tercinta” memang album yang bagus karena Erwin Gutawa, Chandra Darusman dan Indra Lesmana ada disitu, tapi 3 album sisanya adalah album “kacangan!!”

4 album Iie itu adalah:

  1. Untuk Ayah Ibu Tercinta, 1991

  2. Kecewa, 1992

  3. Mungkinkah Terjadi, 1997

  4. Aku Cemburu, 1999

Namun anehnya Iie tidak pernah jeblok dalam membuat single.

Tidak satupun single nya yang tidak menjadi hits. Semuanya manjadi best selling pada saat itu. Mungkin Iie patut mendapat julukan “Diva Single”.

Andai saja Iie bisa sedikit selektif dalam memilih lagu dan lebih berhari hati memeilih musisi untuk album albumnya seperti apa yang selalu Ruth Sahanaya Lakukan, Iie akan lebih dari apa yang ia bisa raih sekarang dan Iie masih bisa bertahan di blantika musik Indonesia seperti Mama Ina, Uthe, Titi.


Diantara 10 album rekamannya (6 album bersama Krakatau dan 4 album solo)

Anda pasti lebih mengenal judul judul single yang saya sebut dibawah ini, karena memang Iie lebih terkenal dengan single single nya bukan terkenal karena Album albumnya.

Saya urutkan sebagian keciil single single TRIE UTAMI yang pastinya kalian kenal:

  1. Keraguan – LCLR 1987-1988

  2. Rencana – LCLR 1988 – 1989

  3. Tiadalagi Keraguan - Elegi Untuk Nana 1989
  4. Tinggal Bilang - 1990
  5. Antara Anyer dan Selamanya
  6. Gang Kelinci, Pulau Seribu, Beri Daku harapan - Legenda Pop Indonesia 1993
  7. Entah Apanya - 1991
  8. Jalan Masih Panjang, Kuingin Kau Ada - 7 Bintang 1992
  9. Jangan Menambah dosa - 7 Bintang 1993
  10. Maaf - OST Warkop
  11. 3 album Rumpies
  12. Bila - FLPI, duet bersama Yopie Latul
Tulisan ini saya dedikasikan untuk 20 tahun perjalanan karier Trie utami Sari Soedjono.
Maaaaaf mba iie kalo rada rada tersinggung atau banyak salahnya.
Semua ini hanya yang ada dalam ingatan saya saja.
Sebenarnya kalo diurut dari pertama kali Iie gabung dengan krakatau ini adalah tahun ke 21 tapi dari tahun album pertama release ini adalah tahun ke 20.



Friday, September 14, 2007

Even Disney Can Steal!

Even Disney Can Steal!

Buat pecinta film film Spielberg pasti tau dengan Trilogy “Back To The Future”.
Film ini special buat saya karena meskipun sangat futuristic dan boleh dibilang termasuk dalam kategori sci-fi tapi Spielberg mampu membuat film ini mempunyai chemistry dan emosi yang detail sekali yang memang merupakan ciri khas dari setiap film film karyanya.
Sebut saja The Schindler List yang mampu membuat semua orang bisa bersimpati pada orang oarng yahudi atau di film A.I. yang sangat menyentuh sekali padahal dia hanya sebuah robot.
Film film animasi bermutu pun banyak dihasilkan beliau di PH nya bersama rekan rekan lainnya di Dreamworks.
Boleh dibilang Dreamworks adalah pesaing Disney yang lebih dulu mempunyai kecendrungan membuat film film animasi.
Namun sepertinya Disney pun telah kehabisan ide untuk cerita cerita fiksinya. Tapi tidak sepantasnya nama sebesar Disney mesti kekurangan ide untuk sebuah cerita yang breaktru dan entah kenapa kali ini Disney sepertinya mencoreng muka sendiri dengan membuat film “Meet The Robinsons”.


Meskipun pencapaian penjualan film ini sangat luar biasa tapi bagi saya sungguh ini project yang sangat memalukan untuk Disney.
Bagaimana tidak semua detail emosi dan main ceritanya adalah sangat mirip dengan film “Back To The Future” (BTTF) ,saya seperti menonton film “BTTF” dengan berbeda tokoh saja. Semua detail chemistry di film BTTF dikuras habis habisan disini. Mungkin buat yang tidak fanatic dengan BTTF tidak akan merasakan ini.
Sungguh sangat mengecewakan walaupun nantinya film ini akan dibuat versi DVD dengan format 3D tapi tetap saja tidak bisa membuat ini jadi terasa original.
Andai saja film ini dibuat oleh Dreamworks mungkin aku tidak akan kecewa karna ada nama Spielberg disitu.
Tapi ini jelas jelas dibuat oleh Disney yang jauh lebih segalanya dibandingkan Dreamworks yang masih bisa dibilang baru…


What a shame, Disney..

Huiih.. Even Disney Can Steal!!

Monday, May 28, 2007

Drama of Comedian

Bukan sekedar Roman Picisan

Dari sekian banyak film Indonesia yang disuguhkan, masing masing mempunyai daya tarik tersendiri. Seperti film terbaru karya Harry R. Saputra ini yang menurut saya mempunyai daya tarik yang luar biasa dari kekuatan akting para pemainnya.

Begitu pertama kali saya melihat trailer film ‘Love Is Cinta’ ini, saya langsung tertarik dengan film ini. Kalo umumnya film film Indonesia lebih mementingkan segi komersilnya saja, saya rasa film ini agak sedikit berbeda.

Walau tetap menjual lagu soundtrack sebagai pendongkrak larisnya film ini tapi tampaknya tidak terlalu harus gencar gencaran ber-promo, film ini tetap bisa laku keras.

Meski untuk pemilihan pemain utama difilm ini Mas Harry masih tetap memakai pemain yang sama yang sedang naik daun tetapi nama pemain top yang tengah naik daun belum menjamin sebuah film bisa mempunyai kualitas yang baik. Oleh karena itu tugas terberat tetap harus dipikul oleh sutradara dalam mengarahkan pemainnya.
Sempat terpikir, apa penyebab begitu apiknya permainan para aktor pendukung film ini, apakah memang faktor natural dari pemainnya atau mungkin arahan yang baik dari sang sutradara? karena setahu saya Raffi tidak pernah bermain sebaik ini, dibeberapa film layar lebarnya pun semua aktingnyanya terasa biasa, malah dia lebih lepas ber-ekspresi sebagai 'comedian' di extravaganza ABG ketimbang sinetron atau film layar lebar.

Tadinya nama Raffi Ahmad buat saya adalah hanya nama seorang actor comedian remaja Indonesia yang namanya cepat dikenal karena modal tampang doang.

Untuk sekedar ‘ngocol’ kemampuan Raffi memang sudah sangat luwes terasah karena memang setiap minggu dia terbiasa menghibur dengan penampilan kocaknya di layar TV.

Tapi setelah hari ini, kata kata saya diatas pupus sudah setelah melihat kehebatan aktingnya di ‘Love Is Cinta’. Jelas... Dia tidak hanya sekedar jual tampang tapi dia memang punya potensi!

Untuk akting seorang Nicolas Saputra saja yang jelas jelas telah beberapa kali mendapatkan penghargaan tertinggi dibidang per-aktingan saja tidak bisa membuat saya takjub seperti saya melihat Raffi yang memerankan seorang gay yang mati bunuh diri dan jasadnya digunakan oleh Ryan untuk menyelesaikan segala urusan cintanya di dunia.

Sungguh seorang Nicolas Saputra pun saya ragukan bisa berakting sehebat Raffi.

Terus terang baru kali ini saya menyaksikan film Indonesia yang diperankan oleh seorang comedian bisa se-emosional ini.

Kalau saja masih akan ada piala Citra taun depan. Pastinya pemeran utama Pria Terbaik sudah pasti buat kamu…

Selamat Raffi.. You`re the next Idol!

Buat kalian yang belum sempat menyaksikan akting Raffi di film ini, ada baiknya kalian sempatkan sebelum film ini habis masa putarnya.

Walaupun film masih belum bisa dibilang mempunyai cerita original dan banyak sekali kekurangan dan kejanggalannya ini, tapi semua itu tertutupi oleh kehebatan akting mereka.

Jadi cobalah menonton film roman picisan yang masih berbau jiplakan ini dari sudut yang berbeda…

Pasti kamu akan bangga punya pemain sehebat Raffi.

Untuk Blitz sungguh sangat saya sesalkan kenapa tidak menjadi saksi dari sebuah film yang saya yakin menjadi film terbaik di tahun ini dan saksi munculnya seorang calon pemain pria terbaik.

Hahaha... kok yakin yah?

Thursday, April 26, 2007

The Living Legend

Harvey Malaihollo Bagian II ( Why ‘87?)










It took me more than a year to collect,re-write and re-count Harvey's discography. I just hope he could write and has his own web so we can clearly have all his complete and rare album list. I really hope so...


Sungguh sangat langka untuk bisa menemukan seorang entertainer sejati yang mampu bertahan dan terus berkarya hingga mampu mencetak hits selama empat puluh tahun berturut turut tanpa henti di Indonesia Ini.
Tanpa pernah berpikir untuk berkarya demi kepentingan materi ataupun aji mumpung dengan melakukan segala eksperimen yang bisa mempertaruhkan perjalanan karir bermusiknya.
Mungkin baru seorang Chrisye saja yang mampu melakukannya dengan tetap tidak merubah cirri dan jalur musiknya dan tetap bertahan dengan segala ke-unikannya.

Mungkin sebutan Legend pun memang pantas untuk dia.
walaupun Chrisye tidak akan pernah tergantikan, namun mudah mudahan langkahnya masih bisa diikuti.



Tak kalah dengan Chrisye, Karir Harvey Malaiholo pun cukup bisa diperhitungkan mengingat jenjang karirnya yang sudah sekitar 30 tahun namun masih tetap eksis.
Walaupun tidak se-produktif Chrisye, tapi penyanyi pria yang satu ini tetap bisa membuktikan bahwa kehardirannya kembali ditahun 2007 ini masih bisa diperhitungkan ditengah keanekaragaman jenis musik yang ada, beliau juga termasuk orang yang setia di jalurnya.
Harvey hadir kembali tahun ini dengan album barunya yang hanya mengandalkan satu buah lagu baru saja dan beberapa lagu re-cycle miliknya dan satu buah re-cycle lagu yang pernah dinyanyikan Jayanthi Mandasari
.


Album ini jauh lebih baik dari album ”Come Back” nya beliau ditahun 2000 silam dengan single remake andalannya yang dibawakan bersama Sheila Majid, "Begitulah Cinta".
Saya bisa bilang album ini lebih baik karena kualitas vocal Harvey dialbum ini “amazingly” kembali ‘bernyawa’ seperti dahulu, tidak seperti album yang saya sebut diatas yang terasa sangat monoton dan terdengar bernyanyi seperti setengah hati dan juga terkesan Harvey kehilangan kemampuan bernyanyinya, sungguh album itu membuat saya kecewa.
Mungkin dialbum Begitulah Cinta, Harvey ingin membedakan cara dia bernyanyi dulu yang terkesan sangat ‘festival’ sekali dan dengan kekuatan emosi yang penuh dan merubahnya secara drastis ang cenderung sepeti sedang membawakan lagu lagu bossas.
Tetapi itulah yang membuat seoarang Harvey begitu besar, suara ‘festival’-nya lah yang paling ditunggu tunggu and Thanks God, dialbum ini suara itu bisa saya nikmati lagi.

Ada yang cukup membuat saya terkecoh di album ini. Saya sempat berpikir ini adalah versi aslinya dari lagu tersebut. Lagu itu adalah “Jera” yang dibuat versi awalnya sekitar tahun 86 silam.
Saya sempat tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Walaupun itu lagu favorit saya tapi saya bisa terkecoh juga. Sampai sampai saya harus mencari koleksi kaset lawas saya dan harus membandingkannya lagi karena sayapun sudah tidak ingat aransemen lagu ini, mengingat sudah lebih dari 21 tahun lalu dan ternyata memang benar ini versi baru!
Ini membuktikan bahwa di album ini suara Harvey kembali terdengar seperti 21 tahun silam. Tidak seperti suara Harvey di tahun 2000 lalu yang terdengar agak kedodoran. “Well Come Back Harvey…”
It’s Great to hear your real voice again.


Kalo tidak salah hitung album greatest hist ini adalah album ke 25 Harvey.
Entah kenapa seorang Maestro seperti belum mempunyai Graha Maya atau web-site sendiri, mengingat beliau adalah salah satu artis yang bertahan lebih dari 3 dekade dan tentunya para fans nya ingin sekali mengetahui secara detail perjalanan karir dan koleksi album dan singlenya yang sangat langka itu.
Terus terang perjuangan terberat untuk mengkoleksi lagu lagu dari seorang penyanyi yang saya idolakan adalah mengoleksi album album Harvey.
Bayangkan saja setiap tahun dia mencetak beberapa hits tapi hits hits beliau tidak berupa album, tapi berupa single dari album kompilasi dan album album Festifal.
Saya cukup menyesal kehilangan semua koleksi Harvey pada tahun 80an, sehingga sangat keteteran sekali untuk mengembalikan semuanya itu.
Awal karir beliau memanglah dari ajang Festival. Kalo kalian pernah dengar di era 70-90an tentang pemilihan Bintang Radio dan Televisi yang selalu digelar oleh RRI dan TVRI, Harvey adalah pelopor kejuaraan ini.
Harvey adalah jebolan angkatan pertama dari ajang festval ini pada tahun 77 silam untuk kateori pria dan Rafika Duri untuk kategori wanita.
Dan semenjak itulah “Pasangan” ini mulai dikenal dan banyak mencetak hits.
Harvey mengabadikan hits pertamanya ini bersama Yunika di album Begitulah Cinta tahun 2000 lalu.
Berarti Beliau mengakui bahwa beliau pernah membuat album rekaman pada tahun 77 lalu.
Tapi entah kenapa di album yang terakhir ini Harvey hanya membuat summary dari perjalanan karirnya semenjak tahun 87 hingga 2007 saja?
Lalu kemana sisa 10 tahun kebelakang???
Kenapa tidak dari perjalanan awal karir dia?


Dia juga tidak menjelaskan kenapa tahun '87 yang dipakai sebagai patokan. Apakah untuk menggenapkan ke angka 20? Padahal banyak Hits dari 1980 hingga 86 yang sangat sangat phenomenal. Salah satunya adalah "Kugapai Hari Esok", (1984) yang mendapat penghargaan MOST OUTSTANDING PERFORMER di Malaysia.

Lalu kalo Harvey mematok judul album terbarunya adalah Greatest Hits 1987-2007, tapi mengapa lagu lagu ditahun 1986 masuk kedalam list album ini?? Maaf mas Harvey, saya terlalu sangat amat susah payah mencari kembali semua karya karya anda, jadi sedikitnya saya hafal dan terasa sekali pengorbanannya untuk keliling pasar loak demi mencari lagu yang ingin saya dengarkan kembali.
Dari jumlah 25 album Harvey saya baru bisa mengkoleksi sekitar 15 album dan 14 album sigle dan kompilasi. Jadi jangan sampai sejarah seorang Legenda pupus karena sang Legenda sendiri tidak mau untuk menulisnya untuk kita.














Re-Count Discography

ALBUM & Single 1977 - 2007

  1. Harvey & Rafika Duri Vol.1 Produksi : Musica

  2. Harvey (Pop Indonesia) Vol.2 Produksi : Musica

  3. Harvey Malaiholo (Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3 Produksi : Musica

  4. Harvey & Tina (melagukan Titik Hamzah) : Insan Record 1984

  5. Harvey – Ireng Maulana Bag.1 Produksi Musica

  6. Harvey – Ireng Maulana Bag.2 Produksi : Musica

  7. Harvey - Ireng Maulana Bag.3 Produksi Musica

  8. Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah) Produksi : Insan Record 1984

  9. Harvey & Elfa Produksi : Billboard Ind. 1986

  10. Mau Tak Mau Produksi : Musica 1990

  11. Tetaplah Bersamaku Produksi : WEA 1997

  12. Sentuhan Kasih Produksi : WEA 1999

  13. Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid) Produksi : WEA 2001

  14. Festival Lagu Populer Indonesia 1980 Judul : Surya Khatulistiwa Produksi : Pramaqua & Asiri 1980

  15. Festival Lagu Populer Indonesia 1981 Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio) Produksi : Asiri 1981

  16. Kugapai Hari Esok , Golden Kite Wold Popular Song Contest 1984, Produksi : Purnama Record

  17. Festival Lagu Populer Indonesia 1984 Judul : Tabir Tercinta Produksi : Irama Asia & Asiri 1984

  18. Festival Lagu Populer Indonesia 1985 Judul : 1. Semoga Lestari 2. Selamat Datang Cinta Produksi : Irama Tara & Asiri 1985

  19. Festival Lagu Populer Indonesia 1986 Judul : Seandainya Selalu Satu Produksi : Billboard & Asiri 1986

  20. Festival Lagu Populer Indonesia 1987 Judul : Kusadari Produksi : Bulletin & Asiri 1987

  21. Festival Lagu Populer Indonesia 1988 Judul : 1. Begitulah Cinta 2. Ternyata Produksi : TEAM Record & Asiri 1988

  22. Festival Lagu Populer Indonesia 1991 Judul : Haruskah Produksi : Flower Record & Asiri 1991

  23. Indonesia`s TOP ‘89 Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen

  24. Karimata Album : Pasti Judul : Kisah Kehidupan Produksi : Prosound 1987

  25. Ruth Sahanaya Album : Tak Kuduga Judul : September Pagi Produksi : Aquarius 1989

  26. Adjie Soetama & Friends Judul : Nita Produksi : Granada
  27. Iwan Fals & Friends Judul : 1. Pesta 2. Sesaat Kau Hadir Produksi : Musica

  28. Oddie Agam Album : Kesempatan Judul : Cucu Adam & Hawa Produksi : Team Record

  29. Bimbo Vol.106 Judul : 1. Kita Adalah Satu 2. Aku Yang Sendiri 3. Sahabat


  30. Festifal lagu Populer 1989 Judul : Mencari Produksi : Atlantic Record
  31. Pop Song Festival XI Tahun 1983 Judul : You Are The One Produksi : Musica

  32. Indonesia 6 Judul : 1. Janji 2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Tuesday, April 24, 2007

The Latest Gadget (Teliti Sebelum Membeli)


Blu-Ray/HD-DVD/N Series




Waktu dua tahun adalah waktu yang pas buat kamu untuk meng-up date semua gadget gadget kesayangan kamu.
Kecuali kalo kamu bukan tipe orang yang peduli dengan perkembangan teknologi dan tidak menganggap ini adalah hal yang mengganggu.

Faktor pesatnya kemajuan teknologi dan semakin banyaknya produk inovatif masuk ke Indonesia merupakan salah satu penyebab produk produk yang kita pakai saat ini tidak lagi sesuai dengan tuntutan zaman, alhasil mau gak mau kita mesti ikut up date demi untuk bisa menikmati feature feature yang lebih common dari pada mempertahankan yang ada tapi akhirnya kita sendiri yang kesulitan untuk beradaptasi.





Saya remind sedikit tentang tulisan saya yang dulu yang membahas bahwa multi player DVD akan sangat TIDAK disukai oleh penikmat fanatic CD player.
Kalo mau baca lengkapnya kalian tinggal liat aja yang judulnya Audio Vs Video yang aku post september 2005 lalu.
Sebelum kemunculan player ber-format MP3 diawal tahun 2000 lalu, di pasaran masih bisa kita ditemukan player ber-format tunggal CD audio saja, tetapi akhir akhir ini setelah kemunculan DVD player beberapa tahun lalu, semua format player menjadi berformat multi player yang mampu membaca format format lainnya selain DVD seperti : VCD/SVCD/MP3/CDA/JPG/ dan WMA.
Tetapi kelengkapan itu tidak dibarengi oleh ketajaman optic saat membaca format CD Audio.
Itulah sebabnya penikmat fanatic format CD audio akan sangat terganggu dengan player ini, apalagi pada saat menekan tombol skip tidak bisa terbaca semulus di CD player dan otomatis menggunakan mute mode sehingga tidak terkontrol data yang ingin kita skip walaupun counternya tetep berfungsi.
Ternyata semakit canggih perangkat tidak menjamin feature nya lebih unggul dari perangkat sebelumnya. Jadi memang harus teliti sebelum membeli..

Tapi tampaknya kehadiran multi player DVD inipun tidak akan berlangsung lama.
Tahun ini saja pelopor perangkat berformat digital disc, Pioneer, telah meluncurkan produk terbaru andalannya.
Kalo kalian terpukau dengan kualitas gambar yang kalian nikmati yang dihasilkan oleh LD atau DVD jangan dulu terlalu puas!!

Bagaimana kalo ketajaman gambar tersebut dilipat gandakan menjadi 5 sampai 6 kali lipat dari produk DVD dan Laser Disc.
Pasti akan sangat luar bisasa sekali.
Jadi jangan lewatkan kehadiran dua format pemutar Digital Video terbaru ini.
Yang pertama adalah Blu-Ray dan yang kedua yaitu HD-DVD (high-definition DVD).
Konon perangkat ini belum dibuat versi multi playernya.
Jadi kalian bisa tetap mempertahankan multi player lama kalian, karena player yang belum masuk ke Indonesia ini baru hanya bisa membaca format Blu-Ray dan HD-DVD saja.

Apa itu Blu-Ray?



Singkatnya Blu-Ray atau nama lengkapnya Blu-Ray Disc (BD) adalah generasi baru dari format optical disc yang dibuat oleh Blu-Ray Disc Association (BDA)
Diantaranya adalah: Apple, Dell, Hitachi, HP, JVC, LG, Mitsubishi, Panasonic, Pioneer, Philips, Samsung, Sharp, Sony, TDK and Thomson.
Keunggulannya selain mampu menghasilkan gambar 5 kali lebih tajam dari DVD adalah kemampuannya menyimpan data hingga mencapai 25GB untuk satu layer dan 50GB untuk dual layer. Busyeeet!
Jadi kurang lebih satu keeping dual layer Blu-Ray sama dengan 10 keping DVD atau 60 keping CD biasa. Bayangkan!!
Jadi sebentar lagi kita bisa mengucapkan selamat tinggal untuk format DVD.
Untuk Amerika sendiri Blu-Ray dan HD-DVD ini baru terjual sekitar 100 ribu unit saja. Tapi pencapaian ini pasti akan lebih tinggi jika sudah masuk ke Negara Asia, terutama Indonesia yang sangat antusias untuk urusan gadget gadget baru terutama handphone.
Sampai sampai sebuah pruduk handphone terkemuka dunia, Sony Ericson kabarnya pernah menambahkan huruf “i “ dari initial Negara Indonesia untuk salah satu produk HP nya karena penjualan tertingginya dihasilkan oleh Negara ini
Ruar Biasa!!

N SERIES


Kita tinggalkan dulu prooduk produk impian tadi karena sepertinya masih lama masuk ke Indonesia.
Kita beralih ke produk inovasi dari produsen Handpone terbesar didunia, Nokia.
Keluaran terbaru dari Nseries ini agak sedikit berbeda dengan seri N yang terdahulu.
Selain kamera yang sudah 3.2 Megapixel, N series baru juga telah dilengkapi fasilitas wi-fi dan DVD like quality video.
Saya hanya akan membahas sedikit saja untuk N series yang baru ini, karena kalian pasti sudah pada pake juga kan?
Untuk yang pernah memiliki dan melihat kehebatan display layer dari seri N pasti akan terkesima dengan penampilan display dari N series yang terbaru ini.
Karena ketajamannya 2 kali lebih bagus dari seri N terdahulu.
Seri N yang baru saya gunakan kira kira 2 minggu ini adalah N93i yang feature-nya sedikit lebih kurang dibanding dengan N95.
Kalo akhirnya saya harus memilih N93i hanya karena faktor harga saja karena lebih terjangkau. Ehem… 7.7juta saja
!!


Design N93i ini menurut saya adalah yang paling menonjol. Selain lebih tipis N93i juga lebih terlihat futuristic dan fashionable.
Perhatikan gambar diatas yang menunjukan tiga cara untuk membuka hp ini.

Buat pecinta handycam, N series terbaru terutama N93i sudah bisa menghasilkan kualitas gambar DVD-like, yang juga bisa langsung dihubungkan ke layar TV kalian seperti kalian sedang menikmati DV handycam.
Jadi buat kalian yang suka dengan handycam, kalian tinggal menambah saja internal memory untuk lebih puas merekam segala kegiatan kalian.
Cuman sayangnya semua seri N ataupun produk Handphone nokia lainnya ini tidak dibarengi dengan teknologi battery yang baik.
Sehingga kalian pasti akan kecewa setelah menggunakan HP ini karena kalian harus selalu membawa charger kemana mana.
Jadi Teliti sebelum membeli.. Ok…

Huiiih… sepertinya saya akan melelang HP ini saja.
Buat yang berminat hubungi aku Japri aja yah…
Hehehe…

Tuesday, April 17, 2007

Phenomenal Movies

What's So Special About Movie?



Is it because of Box Office maker? Special Effect? The Cast? Producer? The amazing budget?
Original Soundtrack? or just the controversy?

Salah satu diatas pasti adalah penyebab sebuah film itu sangat special.
Tapi yang ada yang lebih dari sekedar special, mungkin bisa dibilang ini adalah phenomenal banget.


Untuk sebuah film yang dibuat versi re-make atau sequel mungkin sudah lumrah.
Tapi untuk film yang satu ini saya gak tau mesti komen apa.
Masih inget film ‘Grease’ kan?



Film ini sudah berumur hampir berumur 30 tahun semenjak ‘released date’nya pada 16 Juni 1978 silam.
Lalu Mengapa saya sebut film ini phenomenal?
Mungkin inilah salah satu dari sekian banyak film Hollywood yang bisa diputar ulang di bioskop Amerika pada ulang tahun perak film ini (yang ke-25) dan kembali meraih sukses ditahun 2003 lalu.
Bayangkan tanpa ada tambahan apapun atau sentuhan special effect yang bisa mendongkrak kembali kejayaan film ini tapi film ini mampu mencetak sukses kembali, setelah 25 tahun lamanya orang melupakan film ini namun film ini mampu kembali bersaing dengan film film ‘Fresh’ kala itu! Luarrr Biasa!
Selain sukses dipasaran film ini juga mendapatkan beberapa nominasi untuk Best Music, Original Song, Golden Globe Best Motion Picture - Musical/Comedy, Best Motion Picture Actor - Musical/Comedy dan Best Motion Picture Actress - Musical/Comedy.Sayangnya pada tahun 2003 lalu Indonesia tidak kebagian untuk premiere ulang-nya.
Padahal saya berharap banget bisa mendengarkan semua lagu lagu favorite saya dari album ‘Grease’ ini secara menggelegar di dalam gedung bioskop!


Lain Lagi dengan film phenomenal yang satu ini,





Film yang premiere ulang pada 20 tahun anniversary-nya pada bulan maret 2002 lalu,filem ini (yang kebetulan kali ini Indonesia berkesempatan untuk menyaksikannya kembali) harus melalui proses editing lagi dengan menambahkan special effect baru untuk membuat kualitas film ini lebih sempurna dari versi awalnya, meskipun hanya merubah dan memoles sedikit saja tapi tetap saja ini termasuk kategori yang luar biasa juga karena film ini tetap mendapat sambutan yang baik dan bisa menjadi film box office kembali. Selain laku,E.T. (Extra Terrestrial) mendapat 4 oscar dari : Best Effects & Sound Effects Editing,Best Effects & Visual Effects,Best Music Original Score dan Best Sound di tahun 1983 lalu.


Lalu bagaimana dengan Film Indonesia sendiri?


Apakah Sudah ada yang bisa disebut sebagai karya phenomenal?



Saya pikir kita wajib memasukan Film “Badai Pasti Berlalu” ini menjadi karya anak Indonesia yang Super Phenomenal!
Bayangkan saja Original Soundtrack nya saja dibuat ulang sebanyak 2 kali dengan content yang hampir sama persis dengan versi Originalnya yang dibuat pada tahun 1977 silam oleh label Irama mas.

Jadi intinya ada 3 album dengan Judul dan content yang sama untuk sebuah Original Soundtack. Ruarr Biasa!!
Kalau versi Original di nyanyikan oleh Berlian Hutahuruk dan Chrisye, di versi kedua album yang dibuat oleh Musica pada tahun 1999 lalu alm. Chrisye masih tetap dipercaya untuk menyanyikan lagu lagu terbut di temani oleh Nicky Astria, Aning Katamsi dan Waljinah.
Untuk versi ketiga OST “Badai Pasti Berlalu” ini sepertinya Sony BMG ingin membuat album ini bisa dinikmati oleh kalangan yang jauh lebih muda. Ini terlihat dari pemilihan jenis musik dan penyanyi yang terlibat di album ini.
So far walalupun terasa janggal di kuping saya tetapi album ini masih bisa saya nikmati, terutama suara Audy yang melantunkan lagu kesukaan saya “ Merepih Alam”.
Untuk filmnya sandiri, “Badai Pasti Berlalu” merupakan sejarah baru untuk perfilman Indonesia.

Sayangnya re-make film yang pada tahun 1978 lalu memperoleh 5 nominasi FFI kurang bisa bertahan dipasaran.
Walaupun sempat menjadi rebutan 2 perusahaan Bioskop terkemuka Indonesia pada saat Premiere perdana film ini, namun entah kenapa tidak bisa menjadikan film ini lebih lama berada di bioskop2 tanah air…
How Pathatic!

Friday, March 30, 2007

Chrisye (Bagian II)


The Legend

Diusianya yang ke 56 tahun dan dengan kondisi kesehatan yang memburuk dibeberapa tahun terakhir Chrismanyah Rahardi masih terus berkarya untuk musik negeri ini.
Genap di 40 tahun perjalanan karir bermusiknya, beliau tutup usia.
Selamat Jalan Chrisye...
Karya karyamu selalu akan terus abadi dan menghiburku


Discography
Chrisye 1967 - 2007




Band :

1967 - 1975 Guruh Gipsy : Album Guruh Gipsy (musik eksperimental)

Solo :


1976 Lilin-Lilin Kecil, Jurang Pemisah (solo album)

1978 _ Sabda Alam

1979 _ Percik Pesona


1981 _ Pantulan Cita

1983 _ R e s e s i

1984 _ Metropolitan

1984 _ N o n a

1984 _ Sendiri

1985 _ Aku Cinta Dia


1986 _ Nona Lisa

1987 _ Chrisye Terbaik

1988 _ Jumpa Pertama


1989 _ Album Slow Cinta Chrisye

1993 _ Sendiri Lagi

1993 _ Best Of Chrisye




1999 _ Badai Pasti Berlalu (Re-recorded)

2000 _ Best Cinta



2004 _ S e n y a w a2005 _ Chrisye By Request

2006 _ Duet By Request


Kompilasi


1976 _ Dasa Tembang Tercantik

1981 _ Seindah Rembulan

1983 _ Musik Elit

1984 _ Titian Karir

1987 _ Lagu Terpopuler 1987

1988 _ Pop Kreatif 87- 88

1989 _ H e n i n g

1989 _ 14 Top Pop

1989 _ Super Slow Selection '89

1989 _ Kidung1990 _ 20 Lagu Terpilih

1990 _ 20 Giant Hit

1990 _ 20 Slow Terpopuler 1990

1995 _ 15 Slow Rock Evergreen Vol. 1

1998 _ 15 Exclusive Hits Vol. 5

2000 _ Hits Of The Year

2000 _ Karya Apik Yovie Widianto

2000 _ MTV 100% Indonesia Romansa

2000 _ MTV Cinta 2000 _ Nominees AMI SHARP Awards 2000

2004 _ Bung Karno; Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

2004 _ Tentang Cinta 2

2004 _ Karya Guruh

2005 _ Dari Hati Untuk Aceh

2005 _ Super Star

2005 _ Bebi Romeo: The singer-Songwriter

2005 _ ..From Us To U (Tribute to Titiek Puspa)

2005 _ Super Star 2

2006 _ MTV Ampuh 2006


Single



• Lilin-lilin Kecil (Lomba Cipta Lagu Remaja)

• Kemesraan (Iwan Fals, Rafika Duri)

• Asalkan Pilih Jalan Damai (Harvey M, Krisdayanti, dll)

Side Project:


. GURUH SUKARNOPUTRA

+Untukmu Indonesiaku! II: - To My Friend on Legian Beach

+Untukmu Indonesiaku! : - S e n i

2. YOCKIE SURYOPRAYOGO


- Musik saya adalah saya (Theme Song)

- Duka Sang Bahaduri

- Akhir Sebuah Opera

- Angin Malam



Video CD



• Anugerah Musik Indonesia

• Best of The Best Collection (Chrisye, Ebiet G. Ade & Broery Marantika)

• Indonesian Hits Songs Vol. 1

• Indonesian Top Pop Nav 18

• Indonesian Top Pop Nav 7 dan 14

• Karaoke Best Of Chrisye

• Karaoke Special Duet Hits Lagu-lagu Cinta

• NAV 17 dan NAV 18 Vol. II

• NonStop Senam Disco Best Indonesia

• Top Pop Indonesia Vol. 2

• Mega Hits Sinetron Karaoke – (Kesan Dimatamu)




Monday, March 05, 2007

Holly Weirdie


Sepertinya tahun ini nama besar Hollywood sedang dipertaruhkan. Betapa tidak! Tempat dimana berjuta pasang mata terkagum kagum dengan karya karya bermutu Hollywood dan tempat dimana sebuah mimpi bisa menjadi begitu “real” dituangkan melalui film film karya Hollywood dan merupakan 'kiblat' dunia hiburan baik itu film maupun musik, Amerika memang belum terkalahkan.

Benarkah belum terkalahkan??
Let`s read it!
Tapi tampaknya tahun ini sepertinya Amerika sedang menuai banyak hinaan, terutama dari orang seperti saya ini yang sedikit sok tau dan terlalu baku tapi terlalu banyak mengkritik. Hahahah…
Mungkin kalian juga ada yang sependapat dengan saya kalo denger hasil dari Academy Awards minggu lalu, yang menurut aku sangatlah mengecewakan, bahkan benar benar terlalu mempertaruhkan nama besar Hollywood.
Bayangkan saja peraih oscar untuk category yang paling bergengsinya saja : “Best Picture”, dimenangkan oleh film yang sangat tidak layak menerima penghargaain ini jika dilihat dari sisi manapun.
Apakah Hollywood sudah tidak menghargai lagi para sineasnya yang dengan susah payah menguras otak untuk mendapatkan sebuah karya “orisinil dan breaktru”? Sehingga sebuah 'film saduran' seperti: "The Depated' bisa menjadi sebuah film ter baik versi Hollywood tahun ini.

How pathetic it is?

Membuat sebuah film saduran apalagi menyadur dari sebuah film Hongkong yang nyata nyata adalah saingan berat Hollywood sungguh sangat mempertaruhkan nama bersar Hollywood.
Secara tidak sengaja 'sekali lagi' Hollywood harus mengakui keunggulan cerita film film asia (terutama Hongkong) dimata internasional setelah sebelumnya beberapa tahun silam salah satu film Hongkong dan sutradaranya mendapatkan beberapa oscar untuk kategori yang bergengsi pula lewat film Crouching Tiger The Hidden Dragon, melibas para nominator lainnya yang sungguh sangat mempermalukan tuan rumah .
Sebegitu desperate-nya kah para sutradara Hollywood sampai harus mendaur ulang film asia demi bisa tetap menghasilkan film
Sebut saja The Grudge, The Pulse, Departed (Internal Affair), The Ring, The Lake House (Il Mare) dan banyak lagi..
Sekali lagi Selamat untuk film film Asia!!
Teruslah berjaya melibas Hollywood, Hehehe…

Kalo saja film ini memang dianggap pantas untuk mendapatkan oscar untuk category : The Best Adapted Screenplay, is Fine!! Karena memang “mungkin” film ini bagus.
Tapi tidak untuk the best Movie… Please deh…
Lalu bagaimana dengan film film nominated lainnya? yang jelas jelas memiliki segalanya yang lebih “original”, baik itu dari segi cerita, scenario ataupun cinematography sebagai essential-nya sebuah karya original. Apa mereka tidak juga merasa kecewa dan tersisih oleh kemenangan telak dari : “Departed”?
Bagaimana tidak telak, kalo nominasi paling bergengsinya jatuh pada film ini, padahal hanya bermodalkan screenplay adaptasi.

Mungkin demam sadur menyadur sudah mendunia, tidak saja Indonesia, Hollywood pun sepertinya sudah kehabisan kreatifitas.
Belum lagi film Babel juga mendapat penghargaan Golden Globe sebagai film terbaik juga, padahal jelas jelas secara alur nya sangat menjiplak peraih film oscar tahun lalu “Crash”.


Mungkin mestinya Hollywood harus belajar dari sineas kita yang dengan suka rela mengembalikan "piala Citra" tahun lalu.
Salute

Friday, December 29, 2006

Pembunuhan Karakter




Mana yang lebih susah?
Jadi seorang Music Director disebuah label rekaman, atau menjadi seorang 'Talent Searcher' untuk seorang penyanyi,musisi dan group untuk sebuah label atau hanya jadi seorang 'Producer' sebuah label rekaman?

Kalo dilihat dari segi materi, menjadi seorang Producer jauh lebih mudah, karena seseorang yang mampu menyandang dana, dan pengen disebut sebagai seorang “Producer” akan sangat bisa melakukan apapun yang dia mau dan tentu saja posisi MD dan Talent Searcher akan menjadi sangat sulit dan tidak mempunyai arti lagi. Seperti halnya yang saya rasakan dengan Sony BMG akhir akhir ini.
Sepertinya Sony BMG akhir akhir ini menjadi label yang mengandalkan lagu lagu lama yang di daur ulang untuk tujuan menuai keuntungan besar dan untuk mencetak hits secara instan.
Lihat saja Rio Febrian, Cindy, Ello, Terry, Glenn, Ruth Sahanaya dan masih banyak lagi artis artis dari Sony BMG ini dipaksakan melantunkan lagu yang tidak sejiwa dengan mereka.
Saya tidak mengatakan bahwa semua lagu daur ulang produksi Sony adalah buruk. Tapi masalahnya adalah banyaknya lagu lagu daur ulang yang diambil tidak dengan perhitungan yang matang, asal pilih saja sesuai kehendak sang Producer, yang kadang terasa sangat tidak layak dan terkesan kacangan.
Satu lagu yang paling saya bisa appreciate adalah lagu milik Minggus Tahitu yang didaur ulang oleh Ello. Lagu itu sangat tepat dengan jalur musik Ello, dan sangat membentuk karakter Ello.


Tapi kalian pasti sudah tau kualitas dari seorang Glenn, Rio Febrian, Ruth Sahanaya.
Apa tidak ada lagu lawas yang lebih bagus lagi sehingga Glenn harus menyanyikan lagu “ Sepanjang Jalan kenangan” milik Teti Kadi, lalu “Benci Tapi Rindu” Diana Nasution? Belum Lagi Rio Febrian dengan terpaksa harus bernyanyi “Biarlah Sendiri” milik Rinto Harahap dan Terry berduet dengan Ello menyanyikan Lagu “Kemesraan” milik Franky dan Iwan Fals, Belum lagi Ruth Sahanaya dengan lagu lawasnya Teti Kadi “Layu Sebelum Berkembang” dan sekali lagi Terry di beri lagu “Hatiku Beku” milik Koes Plus.
Tidak ada yang salah dengan lagu lagu mendayu dayu ala Rinto Harahap dan Ariyanto tersebut tapi bukanlah mereka yang pantas menyanyikan lagu lagu tersebut. Porsi mereka bukan disitu dan itu sangat membuat saya atau bahkan anda juga merasa “ ilfil ” mendengar album album mereka saat ini.
Album Terburuk yang pernah saya dengar dari seorang Glenn Fredly adalah album “Aku dan Wanita”
kalian bisa baca Blog saya (
www.anuneano.blogspot.com) yang judulnya “Diggin Your Own Grave” disitu saya bahas banyak album ini.
Terus terang saya merasa terganggu dengan “Titel” Produser ini. Terutama untuk our “New Giant Label” : Sony BMG.
Tau kan siapa yang saya maksud? Benar sekali tiada lain beliau adalah bpk. Jan Djuhana.
Entah karena apa yang ada dipikiran dia. Buat aku itu suatu pemaksaan kehendak dan pembunuhan karakter buat artis artis Sony BMG. Entah kenapa semua artis solo dibawah label ini sepertinya dipaksa memainkan aliran musik yang jauh melenceng dari jalur aslinya. Semua artisnya diharapkan bisa memainkan jenis musik kesukaannya yang menurut aku kurang layak dinikmati dan kacangan!!
Perhatikan saja album debut milik Terry yang release pertengahan taun lalu.
Saya sangat mengenal jenis karakter vokal Terry dan jenis musik yang dia bawakan.
Sebenarnya Terry saya prediksi bisa menjadi icon penyanyi wanita RnB baru Indonesia. Saya kagum dengan aksi panngung dia dan suara uniknya namun sayang sang Producer telah membuat dia menjadio seorang penyanyi Pop biasa saja. Sungguh ini merugikan untuk Terry maupun sang Producer sendiri.
Kalian bisa kalian simak baik baik awal kemunculan Terry dalam single pertamanya yang hanya terdapat di album Rio Febrian yang kedua yaitu ”Katakanlah”, suaranya yang begitu RnB sekali tetapi terasa harmosnis sekali dengan sentuhan musik yang sedikit jazzy. Sampai sampai waktu itu aku tidak sabar untuk segera mendengarkan album baru dari Terry itu.
Namun apa yang terjadi setelah penentian yang cukup lama akhirnya aku harus kecewa dengan album perdana Terry yang jauh melenceng dari apa yang aku idam idamkan.
Penantianku akan icon penyanyi RnB wanita baru pupus sudah.
Walaupun Terry tetap diterima dan albumnya pun cukup sukses tapi karakter Terry sudah secara sengaja dibunuh.
Hanya satu lagu “Dumped Me” yang merupakan karya sendiri dari Terry yang mewakili karakter Terry, selain itu lagu lagu nya sangat terasa terlalu biasa.
Banyangkan saja dia harus menyanyikan lagu 4 lagu daur ulang: “Kemesraan”, “Hatiku Beku”, “Kaulah Segalanya” dan “Janji Manismu”.
Apakah Terry tidak dipercaya menyanyikan lagu baru?
Apakan Terry Harus didongkrak dengan Lagu Lawas?
Sungguh pemikiran yang “Picik” dari seorang yang katanya ingin disebut sebagai “Producer”
+ Buat Risye Dewie Larasaty my dear Pal... Ini janji gua buat kamu untuk tulis lagu lagu Lawas yang didaur ulang kembali. Semoga sukses dengan Radio kamu.. Punya Radio Station adalah cita citaku.. Walaupun aku ga kesampaian, tapi aku senang kamu bisa wujudkan cita2 aku. Heheheh... Good luck ye...

  1. Prahara Cinta Lidya & Imaniar
    Hedi Yunus
    Shelomita
    Rako Prijanto OST “Arisan!”
  2. Dia
    Vina Panduwinata
    Reza
    Sheila Majid
    Danar Idol
  3. Ironi
    Lidya & Imaniar
    Helena
    Dodo Zakaria
  4. Duniaku Tersenyum
    Vina Panduwinata
    Dea Mirela
  5. Meniti Pelangi
    Harvey Malaiholo
    Andien
  6. Melangkah Pasti
    Henry Manuputy
    Sheila Majid
  7. Antara Anyer dan Jakarta
    Atiek CB
    Sheila Majid
    Andi Mariem M & Oddie Agam
  8. Alam Asa
    Vina panduwinata
    Harvey Malaiholo
  9. Kangen
    Dewa 19
    Denada
    Chrisye
  10. Baru Jadi
    Denada
    Ratu
  11. Tidak Sedang Bercinta Lagi
    Dewa 19
    Ratu
  12. Dansa
    Reza
    Ratu
  13. Bersama
    Ruth Sahanaya
    Humania
  14. Merenda Kasih
    Ruth Sahanaya
    Kahitna
  15. Katakan Saja
    Harvey Malaiholo
    Kahitna
  16. Bagaimana
    ELFA'S BOYS
    Kahitna
  17. Tak kan Terganti
    Dea Milrela
    Kahitna
  18. Biarlah Sendiri
    Rinto Harahap
    Rio Febrian
  19. Tanda Tanda
    Mus Mujiono
    Oddie Agam
    Warna
  20. Masih Ada
    2D
    R42
    Warna
  21. Oh Ya?!
    K3S
    Warna
  22. Memori
    Ruth Sahanaya
    Warna
  23. Sinaran
    Sheila Majid
    Warna
  24. Rintangan
    Dian Pramana Poetra & Lidya Noorsaid
    Glenn & Cindy
  25. Andai Kau datang
    Koes Ploes
    Ruth Sahanaya
  26. Why Do You Love Me
    Koes Ploes
    Rio Febrian
  27. Bunga Di Tepi Jalan
    Koes Ploes
    Duta SO7
  28. Aku Ingin
    Indra Lesmana
    Delon
  29. Lilin Lilin Kecil
    Chrisye
    Yuni Shara
    Nania
  30. Tinggalah Kusendiri
    Nike Ardila
    Hedi Yunus
  31. Tak Mungkin Bersatu
    Hedi Yunus
    Pinkan Mambo
  32. Sebatas Mimpi
    Rita Effendi
    Hedi Yunus
  33. Oh Asmara
    Iwan Zen
    Hedi Yunus
  34. Kaulah Segalanya
    Ruth Sahanaya
    Terry
  35. Kemesraan
    Artis MUSICA
    Terry & Ello
  36. Hatiku Beku
    Koes Ploes
    Terry
  37. Pergi Untuk Kembali
    Minggus T
    Ello
  38. Aku Cinta Padamu
    Itang Yunaz
    Sheila Majid
    Glenn
  39. Ratu Sejagad
    Vonny Sumlang
    Ratu
  40. Pertengkaran
    Kiki Maria
    Vina Panduwinata
  41. Astaga
    Ruth sahanaya
    ELFA'S Singer
  42. Satu Jam Saja
    Asti Asmodiwati
    Audy
  43. Tentang Aku
    Jingga
    Andien
  44. Camar yang Pulang
    Aisyah Arifin
    Ruth Sahanaya
  45. Layu Sebelum Berkembang
    Teti Kadi
    Ruth Sahanaya
  46. Belaian Sayang
    Bing Slamet
    Ruth Sahanaya
    Glenn
  47. Untukmu
    Tito Sumarsono
    Rio Febrian
  48. Aku Cinta Kepadamu
    Vina Panduwinata
    Ricci Kalyubi
  49. Sakura
    Fariz RM
    Rossa
  50. Biru
    Vina Panduwinata
    Dian PP & Syaharani
  51. Semua Jadi Satu
    2D & Malyda
    3 Diva
  52. Benci Tapi Rindu
    Diana Nasution
    Glenn
  53. Kumpul Bocah
    Vina Panduwinata
    Glenn
  54. Dansa Yok Dansa
    The Rollies
    Titik Puspa
    Glenn
    Kahitna
  55. Cinta
    Vina Panduwinata
    Chrisye
  56. Kisah Kasih Di Sekolah
    Obbie Messakh
    Chrisye
  57. Dahulu
    The Groove
    Ligerie, Iwan Abdie & Rieka Roslan
  58. Zamrud Khatulistiwa
    Chrisye
    FBI
  59. Menghitung Hari
    KD
    Melly
  60. Miliki Diriku
    Memes
    KD & Anang
  61. Takkan Ada Cinta Yang Lain
    Dewa 19
    Titi DJ
  62. Burung Camar Vina Panduwinata, Idol2
  63. Jelita :Humania, Marcell
  64. Tragedi Semata: Dodo Zakaria, Lidya & Imaniar
  65. Gang Kelinci : Lilis Suryani, Trie Utami
  66. Mutiara Yang Hilang : Teti Kadi ,Vina Panduwinata, Yuni Shara
  67. Kisah Sedih Di Hari Minggu : Koes Ploes, Katara Singer, Marshanda
  68. Manis dan Sayang : Koes Ploes, Katara Singer, Andi /Rif
  69. Tersiksa Lagi : Chris Kaihatu, Utha Likumahua, Syaharani
  70. Didadaku Ada Kamu: Vina Panduwinata, Ratu

aduh cape deh....70 lagu bow..

FYI cari aja album indo idol 1-3 ya bu...

Saturday, December 23, 2006

Label Nakal


Selain duet Lita Zen dan Uthe, ada satu lagi duet yang pengen banget saya denger, yaitu duet-nya Tompi dan Odie Agam.
Sama sama kecil orangnya sama sama punya range dan corak vocal yang hampir sama. Pasti asik banget dengernya. Udah kebayang banget gimana aksi panggungnya dan serunya harmonisasi suara mereka.
Hehehe.. tapi mimpi aja kali yah… “secara” Odie sudah gak tau dimana rimbanya…

Sedikit refreshment buat yang pengen baca lagi biodata beliau, bung Oddie yang terlahir di Medan dengan nama “ Imron Majid”, yang 100% adalah made in Indonesia, kalo ada yang menyangka beliau ini datang dari negeri Jiran sana mungkin wajar saja, karena logat melayu-nya yang sangat kental dan memang separuh hidupnya memang lama tinggal di Singapore, Australia dan Malaysia karena orang tua beliau memang bertugas disana.
Sudah tidak terhitung lagi banyaknya penyanyi penyanyi menjadi besar berkat karya karya Oddie ini, sebut saja Mama Ina, Malyda, Itang Yunaz, Vonny Sumlang, Harvey, Trie Utami, Sheila Majid, Anggun, Utha, Ruth Sahanaya, Mus Mujiono, Chintami, Hetty Koes Endang, Asti Asmodiwaty, Atiek CB, Jean Pattikawa, Broery, and many more.


Beberapa minggu lalu, di sebuah toko CD yang ber-initial “H”, yang juga adalah merupakan milik dari sebuah label recording Indonesia, tanpa sengaja saya melihat CD kompilasi karya karya Oddie Agam.
Baru liat cover depannya saja aku sudah merinding…
Yang ada dipikiranku waktu itu adalah terbayang lagu “Bellina” dari album kedua milik Oddie Agam sekitar akhir taun 84 lalu, tapi begitu membalik cover CD itu dan melirik semua isi dari album ini kontan seleraku hilang.
Isi dari album The Best ini cuman berisikan hit hit Oddie diatas tahun 86 saja termasuk single single duet dia yang hanya sebagian saja, walaupun duet bareng Malyda, Asty Asmodiwaty dan Vina adalah duet yang paling bagus tapi sayangnya lagu tersebut tidak ditemukan disini.
Ada 3 Hits yang dinyanyikan ulang oleh Risma S (entah itu siapa?) menyanyikan kembali lagu hits Oddie diantaranya “Begitulah Cinta dan Antara Anyer dan Jakarta.
Buat saya sendiri tidak ada alasan kenapa harus membeli album ini, “secara” koleksi karya karya Oddie saya masih jauh lebih bagus dari album kompilasi itu jadi saya tidak membeli album yang “aneh” ini.


Sangat terlihat sekali “kenakalan” yang dibuat oleh pemilik recording label ini, CD ini diproduksi oleh pemilik toko CD yang ber-initial “H” yang saya sebut diatas, Label ini juga yang membuat The Best Of Vina sampai 4 volume yang terdiri dari Volume 1 dan 2 kemudian merubah cover dan menjual kembali dengan tetap memasang judul Volume 1 dan 2.
Kalo kalian sempetin baca ‘prakata’ di Album terbaru Mama Ina 1981- 2006, disitu dijelaskan bahwa sebagian besar album the best of Vina yang beredar dipasaran adalah album album illegal yang tanpa mendapat izin dan tanpa sepengetahuan Mama Ina sendiri.
Jadi tentu saja itu adalah pembajakan, jadi wajar harga dan kualitas suaranya pun dibawah standar.

Selain masalah kualitas, pembuat album The Best of Odie Agam ini tampaknya tidak punya pengetahuan dan selera yang cukup baik tentang karya karya dan album album beliau, itu bisa dilihat dari contain lagu lagu yang terdapat dialbum ini sepertinya sangat tidak represent dan terkesan seadanya.
Beda sekali dengan Musica dan Prosound yang telah membuat banyak album the best dengan cara yang sangat detail termasuk mencantumkan dari mana sumber album dari setiap lagu yang dimasukan di album the best itu, berikut dengan foto foto cover dan tahun release album album tersebut.
Kalian bisa lihat di album Vina 1981-2006 produksi Musica, Terbaik I & II Dian Pramana Poetra dan Immaculate Titi DJ produksi Prosound.

Actually.. Saya bukan anti sama label label “Nakal” itu, karna kadang tanpa diduga sering juga saya dapet koleksi lagu unik yang kebetulan sedang saya cari, tapi saya suka geli aja liat para pembuat album the best yang isinya bukan bener bener yang terbaik.

Entah kapan aku bisa denger lagi lagu “Bellina” ini…
Sampe hari ini aku masih rajin keluar masuk tempat tempat penjual kaset bekas tapi masih belum nemu…
Buat kalian yang mau bernostalgia dengan album album dan single single Oddie,
Aku sisipin secuiiiiil Discography-nya :

1. Hanya Kau Satu
2. Bellina
3. Gadis Sentimentil
4. Oddie Agam
5. Kesempatan
6. Beri ½ Saja
7. LCLR 1986-1987
Judul : Dalam Langkah Kehidupan
8. Hu wi yu (single)
Judul : Kusadari

Friday, December 15, 2006

Penjual Fiksi

The New Enemy Of The State




Lumayan lama juga aku ga bahas lagi tentang film diblog-ku ini, mungkin lagi seneng senengnya ‘bernostalgila’ bahas tentang classic Indo yang menurut aku ga ada matinya.
Aku lagi terkagum kagum aja dengan salah satu film box office Hollywood yang baru aja aku tonton kemaren.
Ga abis pikir kenapa film ini bisa nembus urutan ke-7 Box Office America minggu lalu padahal ini bukan film seperti OO7 yang setiap hari teaser dan iklannya (bersama produk digital camera dan Handphone) ada dimana mana, bahkan tidak semua bioskop top di bandung memutar film ini, jadi apa special-nya?
Hollywood benar benar mengerti apa itu kata “Fiksi” dan dia bisa membuat segalanya terasa nyata dan jadi masuk akal padahal kita sedang menonton sebuah fiksi.
Segala khayalan dibuat sedemikian natural sehingga bisa diterima akal dengan kedok tehnologi.


Tidak ada yang original dari film ini, semuanya adalah gabungan dari beberapa fiksi yang pernah ada dan diramu ulang menjadi tontonan yang diberi judul “Déjà vu”. Tema utamanya sangat mirip sekali dengan "Enemy of The State" nya Will Smith dan kalo kalian pernah nonton film “The Lake House” nya Keanu Reeves dan Sandra Bulloc kalian pasti nemuin juga perbedaan dimensi waktu yang menjadi tema utama film ini. Bedanya disini bisa jelas terlihat melalui TV besar dan jarak waktunya hanya berbeda 4.5 hari saja sedangkan di The Lake House dimensi waktunya sekitar 4 yahun kalo tidak salah. Selain tema film “Time Machine”nya Samantha Mumba dan Guy Pearce juga “Back To The Future”nya Micheal J. Fox yang bisa memindah kan seseorang dari masa sekarang ke masa sebelumnya juga dipakai disini.
Déjà Vu juga sepertinya agak malu malu untuk mengakui kalo dia juga terinspirasi oleh film keren “Final Destination” yang bisa merubah takdir kematian seseorang.
Karna di ujung film ini berakhir dengan Happy Ending kebalikan dari “Final Destination”.
Nah.. makanya jangan tanggung tanggung kalo sudah menyangkut Fiksi, sekalian ngaco aja!! Lha wong memang ngayal…
Mudah mudahan bisa ditiru oleh sineas Indonesia buat lebih kreatif lagi membuat cerita filem walaupum itu bukan cerita original.
FYI film ini dibuat untuk membantu semangat hidup para korban bencana badai di NO sana.

Friday, November 24, 2006

Diggin' Your Own Grave

Diggin’ Your Own Grave

Masih Ingat Album "Selamat Pagi, Dunia!" di taun 2003 milik nyong ambon ini?

Album yang menuai banyak pujian dan penghargaan ini dibuat versi Re-packaged nya dalam bentuk VCD dan DVD 2004 lalu.

Mungkin taun itu memang taun “hokkie” buat Glenn, Album Re-package nya pun tetap laku keras.


Setelah itu lagu karya karya Glenn pun sepertinya menjadi most wanted dari artis artis kenamaan Indonesia dan frekwensi kemunculan Glenn disegala media ditahun 2004-2005 pun akhirnya menjadi semakin sering dan semakin populer.

Jumlah album solo dan single-nya pun dalam kurun waktu 2 tahun saja mencapai lebih dari 9 album. LUARRR BIASA!!
Mulai dari album Re-package, Album AFI junior, Album AFI( Terbaik Bersama ), Album Kita Untuk Mereka, Album Cindy, Album Salute to Koes Bersaudara, Best Duet Love Songs, Album OST Cinta Silver dan yang terakhir adalah “Aku dan Wanita”.

Sekali lagi... Dari deretan album album diatas (yang pastinya belum semuanya saya sebutkan) dan pasti ada ‘mis” nya juga, hanya berjarak waktu 2 tahun saja dan mungkin juga lebih dari dalam 9 album karna mungkin record saya masih belum lengkap.

Sungguh sangat produktif untuk ukuran artis Indonesia dan untuk pencinta berat Glenn Fredly sungguh harus menyidiakan budget extra untuk tetep tidak ketinggalan setiap album dan single-nya..

Album diatas itu, baru album yang memang berisikan single Glenn dan dinyanyikan oleh dia juga tidak termasuk album artis lain yang membawakan karya Glenn.
Mungkin jumlahnya bisa belasan.

Untuk aku sendiri tidak terlalu appreciate untuk banyaknya jumlah album yang Glenn lempar ke pasaran.

Aku justru malah takut akhirnya semua itu jadi boomerang untuk karir dia sendiri.

Karna aku lihat tidak ada satupun dari banyaknya album tersebut yang bisa menyamai kesuksesan album “Selamat Pagi, Dunia!”

Sepertinya pecinta musik Indonesia pun tidak lagi melirik 2 album terakhri Glenn yang dikeluarkan dengan jarak yang sangat dekat sekali.

Sungguh sangat disanyangkan, mungkin pecinta musik Indonesia sudah mulai jenuh atau juga bosan dengan lagu lagu Glenn yang terlalu sering muncul ini?

Too pity... I think, He's Diggin’ His Own Grave!

Terus terang untuk album terakhir Glenn : "Aku dan Wanita" menurutku adalah album Glenn yang paling buruk yang pernah saya dengar.

Entah Kenapa Judul Album ini harus diberi judul "Aku Dan Wanita" ?

Padahal kalo dilihat dari isi lagu lagu di album ini, pantasnya album ini diberi judul : “Aku dan Tante Tante”

Coba saja kalian dengar dan simak isi lagu lagu dialbum ini…

Wanita angkatan sekarang mana ada yang mengenal lagu lagu tahun 70-80an seperti itu??
Pastilah Tante dan Oma kita yang lebih mengenalnya.

Jadi "wanita" yang mana yang dimaksud Glenn??

Terus terang lagu yang aku dengar album ini hanyalah lagu kolaborasi “Jamie Aditya dan Glenn".

Sepertinya anda pun membeli album ini hanya karena "Jamie Aditya" saja…

Setuju?

Friday, October 13, 2006

Local Label ( Part 2 )

Prosound Vs Musica



Sepertinya sampai hari ini mama Ina belum bisa menepati janjinya untuk membuat album aransemen ulang dari lagu lagu lama beliau bersama Addie MS seperti yang mereka utarakan rencananya ini selepas konser 25 tahun ferbuary lalu.
Namun tiba tiba saja bulan September lalu, mama Ina muncul dengan satu single baru dari recording company yang baru pula.
Konon album ini seharusnya muncul pada saat konser akbar bulan febuary lalu, namun karna satu dan lain hal, album ini tertunda hingga bulan september kemarin.
Sebenarnya yang paling aku tunggu adalah re-mastering dari seluruh album mama Ina ini semenjak album pertama tahun 1981 lalu hingga sekarang, bukanlah album kompilasi yang isinya selalu dari itu ke itu saja, karena terus terang lagu indah mama Ina bukanlah lagu yang menjadi hits saja tetapi juga semua lagu lagu mama Ina adalah lagu lagu abadi yang selalu evergreen.
Jadi saya lebih memilih re-mastered ulang dari seluruh album beliau dari pada album kompilasi atau album aransemen ulang, soalnya takut malah emosi dari lagu itu jadi berkurang seperti yang pernah Harvey lakukan dulu di taun 2000 lalu dengan album kumpulan Hits yang diaransemen ulang oleh Andy Rianto.


Kehadiran album baru ini terasa kurang penting dan cenderung membosankan karena dialbum baru ini masih berisikan lagu lagu yang sama dari lagu lagu lama beliau sudah terlalu sering dibuat kompilasi di album album the best of Vina Panduwinata yang kebanyakan adalah illegal.
Mungkin istimewanya album ini adalah kualitas suaranya yang lebih baik dari album kompilasi yang pernah ada karena sudah di re-mastered. Jadi untuk para kolektor, album ini bisa menjadi alternative pengganti CD kompilasi lama yang kualitasnya rendah.
Sebenernya untuk saya pribadi, saya sangat prihatin untuk mama Ina.
Menurut aku mama Ina belum ada tandingannya untuk seorang mbah-nya Diva Penyanyi Wanita Indonesia. Tapi entah kenapa tidak ada satupun label Indonesia yang berani membuatkan re-mastering untuk semua album albumnya semenjak album pertama beliau?
Mama Ina akhirnya harus kalah oleh January Chisty yang telah dibuatkan Prosound re-mastered album albumnya sejak album kesatu dia. Padahal mama Ina jauh lebih pantas mndapatkan penghargaan itu.
Selain January Christy, Prosound juga telah memproduksi ulang album album Karimata dari album 1 sampai 3, meskipun hanya 3 album saja tapi itu sangat berarti buat saya karna akhirnya saya bisa menikmati lagu classic Indo dengan kualitas yang sangat bagus dan dalam format CD.


Sekali lagi terima kasih untuk Prosound yang mungkin satu satunya label yang paling sering membuat CD mastering lagu lagu classic Indo dan untuk kedepan saya sangat berharap Prosound mau mambuat CD untuk duo penyanyi wanita fenomenal di taun 80`an dulu, yaitu: “Lidya dan Imaniar”.
Ada kemiripan musik antara album Vina tempo dulu dengan album Lidya Imaniar (yang hanya 2 album saja) ini.
Karena musisi dan pencipta lagunya pun kebanyakan adalah musisi dan pencipta lagu yang menggarap album album Vina juga. Jadi aku sangat sangat menyukai semua lagu lagu mereka.


Saking fenomenalnya duo ini, ada beberapa lagu mereka yang diciptakan Randi Anwar sampai 3 kali didaur ulang oleh penyanyi lain yang berbeda genre.
Masih inget dong gengan lagu "Prahara Cinta" ?
Lagu itu kemudian dinyanyikan ulang oleh Hedy Yunus, kemudian Shelomita dan yang terakhir adalah Rako Prijanto di album OST film Arisan. Hebatkan??
Selain lagu itu,Randi Anwar pun punya hit yang dibawakan mama Ina yang judulnya : ”Dia”, yang juga pernah dibuat 3 versi artis berbeda selain Vina yaitu: Sheila Majid, Reza dan yang terakhir adalah Danar di album Indonesian Idol 2.
Belum lagi lagu Lidya Imaniar lainnya juga pernah beberapa kali dinyanyikan penyanyi lain, yaitu: “ Ironi” yang pernah dinyanyikan Molucas dan Helena dari Indonesian Idol 1, buah karya Kang Dodo dan James F. Sundah.
Hmmm… jadi siapa yang paling fenomenal nih? Mama Ina..? Lidya & Imaniar, Randi Anwar atau tetep kang Dodo?
Tapi yang jelas mudah mudahan saja Prosound jeli untuk segera membuat Re-mastering album album mereka ini.
Karna sepertinya tanpa harus aku "komporin" juga mungkin Prosound sudah punya rencana itu… Amien….


Balik lagu ke Album Kompilasi mama ini yang baru ini, ada yang janggal dari album baru produksi Musica ini, beberapa sumber menjelaskan Musica telah membeli semua lisensi dari seluruh lagu lagu Vina milik recording lain, tapi kenapa justru lagu lagu Vina yang produksi Musica tidak disertakan dalam album ini.
(For your info, Vina pernah membuat kurang lebih 5 buah single kolaborasi bersama artis lain dari Musica secara duet atau single solo).
Diantaranya adalah album Pagelaran Guruh Soekarno Putra III, album Jockie Suryo Prayogo, album Pop Song XI 1983 (Salamku Untuknya), Album kompilasi duet bersama Iwan fals dan album “Sendiri” milik Chrisye.
Kalo menurut aku jika tujuan album baru vina ini adalah untuk tujuan komersial, sebaiknya Musica memilih lagu lagu dari 5 single Vina milik Musica sendiri yang saya sebut diatas tadi, karena single itu sangatlah sulit didapat dipasaran sehingga semua penggemar Vina pasti berbondong bondong memburu lagu lagu itu, kecuali lagu duet bersama Chrisye dialbum “Sendiri” itu sudah ada bentuk re-masterednya 2 tahun lalu. Tetapi anehnya Musica malah memasukan lagi lagu tersebut dialbum ini.. "kan bosan jadinya!", dan ujung ujungnya fans mama Ina jadi Jenuh dengan lagu yang itu itu saja. Kan jadi Mubajir tuh bikin album baru nya…? Orang jadi males deh belinya, wong isinya udah ada semua.
Makanya tujuan saya menulis ini adalah supaya Musica mau membeli semua album Vina untuk dibuatkan Re-mastered seperti halnya Musica telah membuat re-mastered untuk seluruh album Chrisye.

Salute to Musica…

Ayo label label local… berlomba lah untuk bisa membeli seluruh master album Vina. Karna beliau memang layak untuk itu…
Atau Jackson Record sendiri yang akan membuatnya??

Will anybody hear me…?

Thursday, July 27, 2006

V for Vina (Re-Count)

Discography of Vina Panduwinata


Terima kasih untuk Anton yang jauh di Victoria,Australia sana yang udah nambahin satu album Vina yang aku belum masukin dalam list yang aku buat ini.
Semoga ada temen teman lainnya yang mau juga ikut nambahin daftar panjang dari list album Vina ini.

Terlahir dengan nama Dewi Sastaviyana Devi Panduwinata pada 6 Agustus 1959.
Sosoknya yang sensual, sedikit centil dengan pembawaan yang selalu cheerful, bersuara sansasional dan sexy mampu membuat semua lagunya abadi dan ‘bernyawa”.
Image sensualnya pun bisa dirasakan hanya dari melihat sosoknya di-cover cover kasetnya terutama album ke-2 dan 3.
Untung saja belum ada undang undang mengenai porno aksi dan porno2 lainnya pada saat itu... Hehehe...



Sampai saat ini dia sudah menghasilkan hampir 40 kaset(mungkin juga lebih... Hehehe..) dari gabungan album solo, Mini album dan album kompilasi dengan musisi atau penyanyi lainnya selama kurun waktu lebih dari 25 tahun perjalanan karirnya. Saya baru bisa mengingat sebanyak 34 album saja.
Itu pun sebagian hanya ada diingatan saja dan sisanya masih harus saya cari untuk melengkapi koleksi saya yang hilang. Hiks...Hiks... ada yang mau ngasih gak...?



Ternyata selain jago menyanyi Vina juga jago membuat lagu. Selain untuk dinyanyikan sendiri, Vina juga menulis lagu juga untuk Utha Likumahua dan Broery. Cuman ada yang aneh untuk lagu ciptaan Vina yang judulnya "Kasih", kok tidak ditulis siapa yang menulis lirik dan siapa yang membuat lagunya. Karena lagu itu juga dibuat versi bahasa inggris dengan judul "I need Someone", tetapi disitu ditulis penciptanya adalah Broery Pesolima. Sedangkan yang berbahasa indonesia penciptanya adalah Vina & Broery. Padahal di album The Best of Vina keluaran Harika ditulis ciptaan Vina.
Waduh.. jadi bingung nih siapa yang punya lagu dan siapa yang menulis liriknya. Ada yang tau??
Vina mulai memasukan lagu ciptaannya semenjak album ke-4 hingga album terakhirnya.



Jumlah album yang saya rangkum tidak termasuk album The Best yang banyak sekali beredar dan kebanyakan adalah album kompilasi ilegal. Album kompilasi yang pernah ada antara lain diproduksi oleh Nirwana, Jackson,Atlantic, EMI, Harika, Harpa, Hins dan masih banyak lagi label yang membuat The Best dari Vina Panduwinata karena menurut saya itu tidak terlalu penting. Ada sekitar 8 album the best yang saya ingat diantaranya ada yang digabung dengan the best dari artis lain seperti Sheila Majid dan Trie Utami Sari Soedjono.
Di sekitar tahun 88-an Vina juga tergabung di group vokalis cewek Rumpies, Syukurlah Vina sadar kalo group musik itu sangat melenceng dari konsep musiknya dan terkesan agak kacangan dan Vina memutuskan keluar dan hanya terlibat disatu album Rumpies saja.
Buat kalian semua yang udah baca mudah mudahan mau nambahin dan kasih koreksi buat nambah perfect pengetahuan kita tentang Penyanyi Wanita Legendaris Indonesia ini.




A l b u m


1. Citra Biru
Produksi : Jackson Record & Tapes 1981
2. Citra Pesona
Produksi : Jacskon Record & Tapes 1983
3. Citra Ceria
Produksi : Jackson Record & Tapes 1984
4. CINTA
Produksi : Jackson Record & Tapes 1985-1986
5. Cium Pipiku
Produksi : Harpa Record 1988
6. Wow
Produksi : Harpa Record 1989
7. Vina 2000(Biarkan cinta tetap ada)
Produksi : 2000
8. Bawa Daku
Produksi : Sony Music 2001
9. Vina For Children
Produksi : Kariza 2002

Mini Album

10. Rasa Sayang Itu Ada
Produksi : Bursa Musik

Album Single & Kolaborasi


11. 10 Finalis Pencipta Lagu Nasional 1983 (ASEAN POP SONG Festival 1983)
Judul : Alam Asa
Produksi : Virgo Record 1983
12. Lomba Cipta Lagu Remaja
Judul : Suara Hati Yang Damai
Produksi : Prambors 1983
13. Bimbo Vol. 106
Produksi : Kings Indonesia 1986
Judul : 1. Kita Adalah Satu
2. Peluk Ciumku Untukmu Feat. Sam Bimbo
3. Aku Yang Sendiri Feat. Harvey Malaiholo
14. Pop Song Festival XI 1983
Judul : Salamku Untuknya
Produksi : MUSICA 1983
15. Henry Manuputty
Judul : Adakah Hidup
Produksi : Jackson Record 1984
16. Festival Lagu Populer XII 1984
Judul : 1. Aku Melanghkah lagi
2. Tuhan Ternyata Ada
Produksi : Irama Asia Record 1984
17. Cinta Indonesia Vol.1
Pagelaran Guruh Soekarno Putra III
Judul : 1. Cinta Indonesia
2. Aji Mumpung
3. Puspawarni
4. Selamat Datang
5. Melati Suci.
Produksi : Musica Studio 1984
18. Chrisye
Album “Sendiri”
Produksi Musica Studio 1984
Judul : Kisah Insani

19. Festival lagu Populer Indonesia 1985
Judul : 1. Burung Camar
2. Satu Dalam Nada Cinta
Produksi : Irama Asia & Asiri 1985
20. Suara Persaudaraan
Produksi : Aquarius & Co. 1986
Judul : 1. Anak Anak Terang
2. Perdamaian Feat. Utha Likumahua
21. Jocky Soeryoprayogo
Produksi : Musica Studio 1986
Judul : Percayalah Kasih bersama Iwan Fals dan Jockie S
22. Dodo Zakaria
Album “Mallisa”
Produksi : VFM dan Aquarius 1986
Judul : Lalu Kemana
23. Festival Lagu Populer 1988
Produksi : Asiri 1988 & TEAM Record
Judul : 1.Begitulah Cinta Bersama Harvey Malaiholo
2.Dilema
24. Oddie Agam
Produksi : Arca Record 1990
Judul : Tamu Istimewa Feat. Oddie Agam
25. Adjie Soetama & Friends
Produksi : Granada Record 1990
Judul : Cinta Cinta Cinta
26. Loka Manya
Judul : 1. Sesungguhnya
2. Aku Makin Cinta
3. Rindu
4. Mungkinkah
5. Kembalilah Waktu Feat. Mus Mujiono
Produksi : Ceepee Record
27. Rumpies Nurlela
Produksi : atlantic Record 1988
28. Broery Pesolima
Produksi : Harpa Record 1988
Judul : 1. Bahasa Cinta
2. I Need Someone
3. Untuk Apa Lagi
29. 12 Bintang Idola part.1
Produksi : Harpa Record 1989
Judul : Kasih Feat. Broery Pesolima
30. Legenda Pop Indonesia
Produksi : Ceepee & Program Record 1993
Judul : 1. Mutiara Yang Hilang
2. Senandung Rindu
3. Hari Ulang Tahun
31. Forum
Produksi : Ceepee Record 1998
Judul : 1. Bersama Dalam Cinta
2. Jangan Biarkan Feat. Agus Wisman
32. Kita Untuk Mereka
Produksi : Sony-BMG 2005
Judul : Kita Untuk Mereka
33. Tantowi Yahya
Album "Friends"
Produksi : Cepee 2005
Judul : I Just Wanna Dance With You
34. Peter F.Gonta
Album "Kolaborasi"
Judul : Hanya Kau Yang...



Beribu maaf untuk mbak Vina, semua musisi dan produser album album diatas apabila ada kesalahan informasi dan data.Harap maklum Karna tidak semua kaset memuat tahun pembuatan dan rincian yang dibutuhkan. Saya hanya mengingatnya dan memberanikan diri menulisnya.
sekali lagi mohon input dari kalian pengkoleksi Classic Indo semua.
Terima kasih.

Tuesday, July 25, 2006

KONSER "ORIGINAL"



Viva Vina (Konser 25 Tahun)

Waktu bertemu dan berbicara walaupun hanya 5 menit mungkin sangat berharga apabila lawan bicara kita adalah orang yang paling kita idolakan.
Waktu yang begitu singkat itu cukup bisa menjelaskan aku apa arti dari sebuah kata simpel : “Profesional”.
Dengan wajah yang sedikit terharu atas sambutan luar biasa malam itu Vina tidak sama sekali terlihat lelah setelah 3 jam nonstop menyanyikan kurang lebih 24 buah lagu. Dia menjelaskan kenapa baru ditahun 2006 ini dia membuat sebuah konser tunggal ini. Sebenarnya tawaran itu sudah ada tapi Vina hanya ingin kalo dia bisa membuat konser itu hanya jika Addie MS yang mengiringi dia.
Sebelum Twilite Orchestra terbentuk sebenarnya Addie pun telah berniat membuat konser untuk Vina.
Dan Addie tidak pernah mengira kalau ucapan Vina yang hanya ingin membuat konser bersama dirinya adalah ucapan yang sesungguhnya.
Setelah 15 tahun Addie meninggalkan industri musik yang membuatnya begitu besar lalu dia menemukan dunianya yang baru bersama Twilite Orchestra barulah dia sadar akan ucapan Vina itu dan kembali menggandeng Vina di Konser Viva Vina ini.
Lalu ada sedikit yang mengganjal dan ingin sekali saya tanyakan “kenapa”, malam itu.
Dengan ragu dan sungkan aku menanyakan kenapa ada Oddie Agam malam itu lalu kenapa tidak ada Twilite Orchestra yang mengiringi malam itu? Mengingat Oddie adalah salah satu pendiri Orchestra tersebut.
Sungguh aku mendapatkan jawaban yang tidak terduga sama sekali.
Dengan suara keras Vina menjawab kalo itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Meskipun konser malam itu diiringi dengan mini orchestra bukan berarti jalur musik Vina adalah sama dengan Twilite Orchestra.
Vina tidak mau mencampur adukkan itu, begitu pun dengan Addie MS waktu yang 15 tahun ia gunakan untuk membentuk impiannya untuk membuat suatu Orchestra pertama dan terbesar di Indonesia ini tidak akan dia campur adukan dengan jenis musik yang berbeda. Salut untuk mereka berdua. Sungguh mereka adalah Profesional.




Agak sedikit merepotkan kalo tidak ada perwakilan Tiket Box untuk diluar Jakarta. Termasuk aku yang tinggal diluar Jakarta mesti sedikit merepotkan teman teman begitu tau kalo tiket sudah habis terjual terpaksa harus cari dari EO dan harus pulang balik Jakarta-Bandung.
Aku ucapin makasih banyak buat semua yang udah kalian korbankan buat demi nolongin aku. Terutama Ade dan juga Zeni yang udah nampung kita di kosan kamu. Jangan Kapok yah…
Jam 3 lewat kita udah jalan menuju JHCC untuk nuker tiket, Sampe didepan loket aku melongo melihat poster yang walaupun ukurannya tidak terlalu besar tapi foto poster itu begitu indah dengan warna dasar Hitam dan warna gaun merah dan emas begitu kontras. Si Ade pun dengan sigap langsung minta poster itu sama penjaga ticketnya, tapi ternyata sudah habis. Mungkin karna kita agak telat sampe di Jakarta, jadi keburu abis. Tapi si ade bilang tunggu aja ntar malem, kalo ga dapet kita colong aja posternya,Hehehehe.. Tepat Jam 7 Malem kita berangkat dari Carbela menuju Planery Hall. Sudah terlihat antrian panjang dari arah lobby menuju ke dalam gedung dan dipintu masuk sudah ada maestro muda Andy Riyanto dengan tux warna khaki,kemeja putih lengkap dengan dasi kupu kupunya



Begitu memasuki Lobby ada bingkai ukiran kayu besar diberi polesan warna emas yang berkesan glamour sekali yang diisi oleh foto karya Darwis Triady. Foto yang menampilkan bagian belakang tubuh Vina yang mengenakan busana karya Anne Avantie yang dibagian punggungnya sengaja dibuat bentuk V dengan hiasan manik manik warna emas yang kontras sekali dengan warna bajunya yang merah menyala dan bordir hitamnya. (Bul… Coba kamu kasih contoh baju ini ke penjahit di Tasik. Kali aja dia bisa niru bordir-nya Ha..ha..ha..)
Sebelum masuk ke pintu gedung serbaguna ini kita harus melewati lorong disamping lobby yang semuanya didekor serba warna merah dan emas. Disana sudah banyak sekali selebriti yang sedang diburu para wartawan infotainment. Huih.. senangnya bisa nengok kiri kanan dan melihat langsung tampang para seleb kita.
Tidak lama menunggu... pintu gedung sudah dibuka dan aku berdiri lumayan dekat dengan panggung. Tepat di tempat saya berdiri adalah lorong dimana semua tamu undangan masuk dan jalan menuju tempat duduk yang telah disediakan. Jadi siapapun artis yang dateng terlambat saya bisa melihat dan teriak sepusanya didepan mereka.
Dan dua artis ini yang saya tidak sangka bisa melihatnya didepan mata saya : Sheila Majid dan Oddie Agam!
Dari kejauhan muncul Erwin Gutawa girls (Titi dan Uthe) yang didampingi oleh suami masing masing dan dengan potongan rambut terbarunya. Tiba tiba ada yang menghampiri mereka yaitu si Erwin Gutawa girls (wanna be) yang tidak lain dan tidak bukan adalah: KD.
Hueuuuh... keliatan banget deh pingin jadi bagian dari Titi dan Uthe! Kaciaan sekali dia…begitu terobsesi sekali untuk menjadi Erwin Gutawa girls.
Konser dibuka dengan suara merdu Vina tanpa iringan musik dan panggung masih dalam keadaan tertutup.
Kontan saja semua mata penonoton tertuju ke panggung. Padahal Vina Muncul dari arah balkon belakang dan turun melalui tangga menuju panggung.
Semua Penonton berdiri menyambut sang Legenda ini.



Dari awal sampe akhir penonton disuguhi sajian musik yang sangat original dari musisi musisi yang setia menemani perjalanan karir Vina selama 25 tahun.
Sungguh ini adalah sebuah contoh untuk perjalanan musik seorang penyanyi besar yang sepertinya baru dilakukuan hanya oleh Vina. Sepertinya konser ini juga adalah konser “Terima Kasih” untuk para Musisi Indonesia yang pernah bekerja sama dan membuat dia menjadi seperti sekarang ini. Hampir semua pencipta lagu dan musisi yang lagunya dinyanyikan malam itu hadir diundang sebagai tamu kehormatan.
Disini juga lah saya berkesempatan melihat siapa Loka Manya yang misterius itu, yang tidak lain adalah suami dari Ria Prawiro. Jadi terjawablah sudah semua pertanyaan saya tentang album Loka yang semata wayang itu.
Kesempatan saya untuk bertemu Dani Mamesah ternyata belum terwujud. Karna malam itu Vina tidak satupun menyanyikan lagu Dani. Padahal begitu banyak karya Dani yang Vina bawakan. Begitu juga dengan Sam Bobo, dia tidak hadir karena masih berada diluar kota. Karya Dani dan Sam Bobo banyak sekali menghibur saya waktu saya kecil dulu. Jadi wajar kalo malam itu saya pingin sekali melihat mereka.



Ada dua musisi yang menjadi musisi tamu malam itu. Mereka adalah Dodo Zakaria dan Mus Mujiono.
Penampilan Dodo Malam itu cukup membuat saya terbawa emosi. Bagaimana tidak kalo didepan mata kamu adalah 3 orang yang paling kamu idolakan bermain musik bersama diatas panggung. Sungguh kesempatan yang sangat langka dan aku bersyukur bisa melihat mereka malem itu. Semuanya terasa sangat original.
Begitu juga dengan Mus Mujiono yang mulai membantu Vina sejak album ke-5 dan mereka juga pernah berduet dialbum milik Loka, malam itu menyumbangkan alunan gitar-nya yang khas untuk lagu biru, yang memang dia-lah pemain gitar asli di lagu ini. Sungguh Vina ingin segalanya sangat Original.

Viva… Vina…

I will always Love you…

Ada pesen tambahan dari Ade nih…
Kenapa ga ada lagu Logika malem itu? Apa karena 3 diva sudah menyanyikan lagu ini terlebih dahulu?

Sebenernya Vina sudah menjawab bahwa tidak mungkin dia menyanyikan semua lagu lagu nya dalam satu konser, mudah2an ada konser berikutnya.

Begitu ditanya kapan album baru keluar? Addie menjawab kemungkinannya adalah membuat lagu lagu abadi Vina menjadi lebih indah dari pada aransemen yang telah dia ciptakan 20 tahunan yang lalu menjadi lebih baik lagi dengan membuat rekaman ulang dengan aransemen baru. Jadi kita tunggu saja Vina menyanyikan kembali lagu2 abadinya.

Monday, July 24, 2006

Classic Indo (my big..big..thanks)


Siapapun kalian... yang udah bener bener bikin aku hepi banget bisa kembali dapetin koleksi lagu lagu classic Indonesia kesukaanku, aku ucapin terima kasih banget.
Salah satunya Mr. Anton Tjew... yang jauh jauh dari Australia masih mau nyempetin kasih via e-mail, single single lagu kesukaan kita yang gak tau kenapa semuanya sama! Makasiiiih banget. Ga nyangka ada orang nun jauh disana masih nyimpen semua itu dengan rapih dan makasih juga kamu mau baca blog saya dan akhirnya keterusan sampe kayak sekarang kontak2an lewat e-mail, I hope we could meet someday :) dan makasih buat semua info album album classic indo-nya yang udah kamu kasih.
Juga buat kalian yang udah membuang koleksi kalian di tukang loak.. Itu sangat bermanfaat sekali buat aku. Terutama Album Oddie Agam! Ada 3 album dia yang aku cari, terutama banget yang judulnya "Bellinda" sekitar taun `84an lagu itu dibuat buat Meriam Bellina setelah dia dapet piala Citra pertamanya.Tapi yang aku dapet kemaren baru album yang duet. Disitu banyak sekali penyanyi top 90an yang duet bareng Oddie dan salah satunya adalah Anggun. Lama banget aku pengen lagi denger lagu “Bojoku” dan denger suara “real” dan masih polos dari Anggun yang ga ada di kompilasi album lagu lagu ‘Jadul(jaman dulu)-nya’ Anggun yang waktu masih disini. Mungkin satu satunya karya Oddie yang dia nyanyiin ya lagu ini.
Trus aku juga makasih banget buat yang udah ngejual CD format MP3 dari album Anggun yang LUMINESCENCE walaupun isinya hanya 10 lagu Tapi semuanya adalah REMIXES dan sebagian berbahasa prancis yang ga ada di versi asli album Anggun.Pengen bgt sih ketemu kamu.. pasti kamu punya banyak lagi koleksi yang bisa bikin aku klepek..klepek!! Sayang aku gak tau siapa dan dimana kamu, pokoknya Makasiiiiiiiiih banget. That’s mean a lot 2 me. Trus makasih juga buat adekku tercinta... yang udah susah payah cariin dan akhirnya dapet juga Long English Version-nya “Summer In Paris” DJ Cam featuring Anggun, kalo ga salah dari temenmu yang di OZ yah?
Yang terakhir saya juga makasih buat (waduh…maaaf saya gak tau mesti manggil mbak atau adek nih) Dina Jackson Arief . Sungguh suatu kehormatan buat aku!! Tiba tiba saja aku terima comment di Blogs ini http://anuneano.blogspot.com dan aku terharu juga karna dia adalah seorang Jackson!! Yup.. dia putri dari alm Bpk. Jackson yang kerja kerasnya buat musik Indonesia begitu besar. Dan saya sangat menyukai semua yang Jackson Record telah produksi. Mudah mudahan kamu yang bisa nerusin dan bisa buat semua yang papa kamu buat bisa kembali dinikmati semua pecinta karya karyanya. Seperti yang udah musica buat dengan menjual kembali semuanya dlm bentuk CD. Dan ga perlu kesusaham buat cari cari lagi.
Amien…

Bandung's Claw

Sepertinya penyesalan saya setelah melewatkan EMS Celebration tahun lalu masih harus berlanjut…
Saya pikir penyesalan saya akan terobati oleh 25th EMS Celebrations tahun ini. Tapi siapa duga kalo Pesta Perak EMS ini berlangsung di JaKarTa ?!! Betapa sia sia penantian saya ini… Hiks…
Aku sudah membayangkan kalo pesta perak EMS ke 25 pasti adalah pesta yang akan lebih ‘spekta’ dari pesta pesta ‘spekta’ EMS ditaun-taun sebelumnya dan aku pikir bakal digelar di Bandung lagi.
Huuuh… ternyata dugaanku salah.
Why Jakarta…?? Why…Oh…Why??... Hiks..
Bukankah EMS lahir di Bandung? Jadi Sudah selayaknya kalo di ulang taun perak EMS ini, Bandung yang seharusnya dapet kesempatan menggelar celebrations ini.
Tapi sudahlah… Mudah mudahan ada celebrations lainnya yang masih bisa menghibur.



Bandung memang gudangnya musisi dan penyanyi penyanyi top. Salah satu yang sangat besar konstribusinya untuk musik Indonesia adalah EMS (Elfa Music Studio), sebut saja Lita, Uthe , Harvey, Yunika, Melly, Netta, Hedi, Yovie, Trie Utami, Andien, Sherina, Ferina, Rita Effendy, Yana Julio dan masih banyak lagi artis top hasil bimbingan dari EMS ini.
EMS adalah salah satu produk anak negeri yang bisa dibilang termasuk “tertua” yang berdiri pertama kalinya di Jl. Aceh 101 Bandung sejak 20 Februari 1981.
EMS memang berbeda dengan sekolah musik kebanyakan. Faktor kratifitas dan kualitas-nya lah yang paling ketara dari sekolah musik ini.
Kebanyakan sekolah musik di Indonesia biasanya masih berlisensi dari luar negeri (biasanya adalah Jepang dan Amerika) untuk standarisasi dan sertifikasinya.
Meski tidak memakai nama asing untuk studio atau sekolah musiknya, tapi para pengujinya biasanya langsung didatangkan dari luar negeri hanya untuk sekedar memberikan tes kenaikan ke tingkat berikutnya.
Untuk EMS sendiri sudah mempunyai rancangan standard lokal sendiri untuk sertifikasinya. Jadi sudah bener bener original produk dalam negeri.
Di Bandung sendiri sudah terdapat 4 cabang EMS sampai saat ini dan berkembang menjadi 10 cabang yang tersebar dikota kota besar lainnya di Indonesia seperti Jogyakarta, Garut, Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.
Umumnya setiap musik studio atau sekolah musik selalu menggelar resital atau konser yang menjadi ajang unjuk kebolehan dari anak anak didiknya, tapi biasanya yang mereka sajikan terlalu baku dan monoton yang akhirnya menimbulkan kesan kurang menarik, berbeda sekali dengan kreatifitas yang EMS gelar disetiap tahunnya selalu tersasa lebih hidup dan sangat mencerminkan gaya dan kebebasan expresi anak muda dan jauh dari kesan membosankan.

Lalu apa yang special dari musik abang kelahiran Garut, 20 Febuari 1959 ini?

Mungkin “Ciri khas” adalah yang paling specialnya. Sangat original dan tidak meniru.
Untuk pengamat dan pecinta musik dari Bang Elfa pasti sangat bisa mengenali karakter musiknya.
Karena dia bisa memberikan ciri sendiri untuk setiap musik gubahannya sehingga setiap orang bisa langsung mengenali siapa arangernya begitu mendengar musik indahnya itu.
Tapi ada 2 lagu yang bikin aku salah terka.
Dulu aku mengira lagu "Mau Tak Mau" milik Harvey dan Lagu :" Kata Hatiku" milik Elfa's Girl dibuat aransemennya oleh Bang Elfa.
Ternyata itu salah besar... Meskipun pilihan drum programming-nya amat mirip dengan milik Bang Elfa, ternyata lagu tersebut di aransemen oleh Addie MS dan Erwin Gutawa.
Ternyata Bang Elfa juga bisa mempengaruhi 2 Maestro ini.
Lalu Masih inget lagu “Ada Kamu” yang populer lewat Irianti Erning Praja atau Album debut-nya Andien (hanya album debutnya saja) atau album Sherina dan album soundtrack Petualangan Sherina ? Album album tersebut sangat kental sekali dengan unsur musik khas dari Keyboard, synthe dan drum programming bang Elfa.
It`s so…ELFA.



Contoh lain yang paling kentara adalah musik dari group Indonesia 6 yang salah satu pemain perkusinya adalah mantan dari vokalist-nya ELFA’s Singer (Iwan Wiradz). Entah kenapa Iwan tidak menjadi penyanyi solo saja, mengingat karakter suara indahnya itu agak mirip dengan Harvey dan Ramona Purba. Simak saja lagu “Asa” dinyanyikan oleh Iwan di album Indonesia 6, kalian pasti setuju.
Kalo kamu punya album 10 Bintang Nusantara Produksi Team record sekitar taun ’88.
Disitu terdapat beberapa group musik hasil dari seleksi ajang pencarian bakat bakat baru dari group musik maupun duo di akhir taun 80 puluhan.
Inilah perbedanya ajang pencarian bakat pada era 80an dengan ajang yang ada sekarang ini.
Musik Indonesia sekarang sepertinya hanya terbagi menjadi dua bagian besar yang sangat kentara sekali.
Yang pertama adalah jenis musik dangdut dan yang kedua adalah musik berjenis Sweet Rock seperti musik musik dari Peterpan, Samson, Keris Patih, Ungu, Cokelat, Gigi, Dewa dan sejenisnya.
Hampir semua ajang pencarian bakat baru selalu menghasilkan musik musik dari kedua jenis musik yang seperti itu.



Lalu kemana para penerus generasi ber- jenis musik yang seperti di album 10 Bintang Nusantara ini?
Saya sendiri tidak tau persis apa julukan untuk jenis musik seperti ini. Walaupun masih di jalur POP tapi tersasa sangat berbeda dengan musik POP biasa.
Apakah band band di album ini juga adalah “pengembang” dari jenis musik yang Elfa bawakan?
Kalo kalian perharikan ‘hampir’ semua group band di 2 album ini mempunyai kemiripan dari permainan keyboard dan pemilihan drum programming & percussion-nya, seperti yang biasa dimainkan oleh Bang Elfa.
Tapi ternyata memang beralasan mengapa musik mereka begitu Elfa sekali, ternyata mereka kebanyakan adalah anak didik dari EMS juga dan sebagian besar adalah anak anak Bandung. Bahkan member dari ELFA’S Singer pun membuat Duo F&L yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ferina & Lita.
Selain itu sebut saja band yang mengisi kedua album ini seperti: Indonesia 6, Wachdach band, Kangaroo band , Katara, ITB Choir & Kahitna semuanya asli produk Bandung.




Walaupun ada Katara singer disitu, tapi kali ini Katara tidak didampingi Musisi dari Band yang melambungkan nama mereka yaitu “Karimata”. Masih ingat dong album semata wayangnya Katara yang digarap oleh Erwin Gutawa dan the rest of Karimata? Katara dialbum ini dikawal oleh Wachdach band. Kalo saja tidak melihat ke cover kasetnya dan mencari tau siapa musisinya kalian pasti menyangka itu adalah musik dari Elfa.
Begitu juga Kahitna, dialbum ini mereka masih dengan format utuh dengan 2 vokalis cewek (Netta Kusuma Dewi dan Rita Effendy) dan 2 vokalis cowok (Carlo dan Hedy, belum ada Ronny Waluya) menyumbangkan satu single perdana mereka: “ Adakah Dia”, sebelum mereka menjadi Group top seperti sekarang ini.
Memang sangat berbeda format musik single Kahitna ini dengan format musik dialbum album mereka. Kalo single perdana mereka ini, Kahitna masih sangat dipengaruhi unsur kental Indonesia 6 dan musik dari Elfa, Maklumlah karna Yovie adalah keyboardist dari Indonesia 6.
Tapi yovie akhirnya mencoba keluar dari bayang bayang bermusik ala Elfa. Musik Yovie akhirnya bisa mempunyai ciri sendiri seperti yang Kahitna dan The Nuno mainkan sekarang ini.
Mudah mudahan saja masih ada yang bisa bertahan dari jenis musik ini selain Yovie yang masih setia dengan musik melow ala Kahitna yang mungkin juga sudah agak monoton dan tidak terlalu groovy seperti Angga n the gank di Maliq n D`Essential atau Park Drive dan lainnya yang beraliran sama. Saking langkanya musik jenis ini, kehadiran mereka seperti membawa angin segar buat pendengar musik berjenis seperti ini.
Thanks for your music…

The Reverse (Sweet Revenge)

The Reverse






Kalo sebuah lagu dibuat versi remake, alih bahasa, dinyanyikan ulang, dibuat aransemen baru atau bahkan dibuat versi remix mungkin biasa.
Tapi sejak dulu aku punya hasrat terpendam, sebenernya hasrat ini mungkin timbul dari sebuah dendam juga. Hehehe…
Gimana ceritanya??
Masih ingat dengan lagu ”Terlanjur Sayang” diakhir taun ‘93 lalu milik nya “Memes” pasangannya “Kontos” Hehehe…
Lagu itu termasuk lagu fave saya, hanya saja kenapa bisa tiba tiba seorang Memes yang menyanyikan lagu itu, sementara seorang penyanyi yang lebih senior dari dia, dengan kualitas suara yang jauh indah diatas Memes dengan jam terbang yang sudah tidak diragukan lagi hanya duduk sebagai Backing Vokal-nya saja.




Mungkin tidak banyak orang tau siapa sih sang Backing Vokal ini?
Dia adalah penyanyi favorit saya: “Netta Kusuma Dewi” yang dulunya tergabung di Kahitna formasi awal bersama Rita Effendy, Carlo Saba, Hedi Yunus tanpa Ronny Waluya.
Kalo dilihat dari pretasi personil personil Kahitna yang rata rata adalah anak anak Bandung, nama Rita dan Hedi sepertinya memang yang paling menonjol dan lebih popular karena mereka pun bisa sukses ber-solo karir diluar Kahitna.
Tapi sebetulnya Netta sendiri setelah hengkang dari Kahitna pun sebenanya masih sangat produktif menghasilkan single single hits dari beberapa album kompilasi dan beberapa single iklan TV, radio, backing vocal dibeberapa album artis Indonesia dan lagu lagu untuk soundrack Film dan Sinetron.
Sebagian Single Netta yang saya ingat adalah : “ Terima Kasih Cinta “ duet bareng Hedi Yunus waktu mereka mengikuti Festival Suara Emas Remaja yang digelar Coca Cola, taun 89 lalu. Lagu ini juga adalah karya dari yang punya group Kahitna yaitu mas Yovie Widianto yang kemudian me-remake ulang lagu ini di album kahitna yang ke 5.
Album Suara Emas Remaja ini adalah awal hengkangnya Netta dari Kahitna, kemudian ditaun berikutnya Netta juga mengeluarkan single : “Cita Diri” yang diambil dari ajang pancari penulis lagu berbakat yang paling bergengsi yang pernah Indonesia punya yaitu LCLR, pada taun 89-90. Mungkin ini juga prestasi terbaik Netta, secara...ajang ini tidak sembarangan orang yang bisa terpilih menyanyikan lagu untuk ajang LCLR ini. Dari anggota Kahitna pun hanya Rita yang pernah mengikuti ajang ini tapi tentunya Netta yang lebih dulu, Bahkan seorang Titi DJ pun baru ditahun berikutnya bisa masuk sebagai penyanyi yang berkesempatan masuk di LCLR ini.



Kemudia Netta pun pernah berkolaborasi dengan Fariz RM untuk kedua kalinya setelah ajang Suara Emas Remaja Coca Cola, yaitu di album Soundtrak Lupus IV, yang singlenya berjudul : “Sepanjang Jaman” dan single ini adalah single yang paling popular yang pernah dia bawakan.
Selain Soundtrack Film, Netta pun beberapa kali pernah menyumbangkan suara emasnya di lagu theme untuk sinetron antara lain: Kedasih, Hikmah, Malin Kundang dan banyak lagi.
Bahkan group musik DKSB yang mempunyai alur musik yang unik pun akhirnya jatuh cinta juga dengan suara Netta ini dan menghasilkan sebuah single: “Sekuntum Kembang”.
Bukan hanya DKSB saja yang jatuh cinta dengan suara Netta ini bahkan sepertinya Netta adalah Backing Vocal terpopuler dikalangan penyanyi penyanyi dan group band Indonesia, Bahkan seorang Ruth Sahanya saja Dua kali berturut turut di dua album yang berbeda pernah melibatkan Netta untuk memperindah lagu lagunya.
Ada juga Kla Project, Sudjiwotedjo, Vina Panduwinata, Havey Malaiholo, GIGI dan banyak lagi yang saya sudah lupa dia pernah berkolaborasi.
Bahkan untuk lagu jingle iklanpun suaranya sudah sangat sering digunakan sebut saja iklan: Nescafe, Nestle, Royco, Flexy, Jinggle TransTV, Menyanyikan lagu Ku mpul bocak untuk salah satu iklan popok bayi dan banyak lagi yang sayapun sudah tidak ingat lagi.
Jadi siapa yang tidak kecewa ketika tiba tiba waktu itu seorang pendatang baru bernama Memes tiba tiba bisa mengalahkan seorang Netta yang sebagian dari jam terbangnya sudah saya beberkan diatas, bisa kalah oleh seorang Memes yang mampu membuat sebuah album sendiri dan melibatkan Netta hanya sebagai seorang Backing Vocal yang biasanya orang pun tidak akan memandang sebelah mata pada seorang backing vocal
Maka dari itu kalau saya punya banyak uang.. saya akan membuat semuanya manjadi terbalik!!
Obsesi saya adalah membuatkan sebuah album untuk Netta dimana sampai sekarang Netta tidak pernah punya satu album pun padahal suaranya sangatlah indah.
Di album itu saya akan buatkan lagu “ Terlanjur Sayang” versi Reverse, dimana Memes nanti hanya akan menjadi seorang Backing Vokal saja , sementara Netta kali ini yang akan "berjaya" menyanyikan lagu yang memang sepentasnya adalah milik dia.
Tapi kapan yah dendam saya ini terbalaskan??

PS: Kalo ada yang tau contact person or address Netta pls let me know yah... Thanks loadz

Surat Untuk Kang Dodo

Kuping caplang congean
Jago pasar dari sebrang
Pala botak penuh pitak
Tidak suka sama perempuan
Iiiih


Back to 80`s


Nyeleneh.. Unik.. Smart.. Kadang super Romantis dan Beda.. Mungkin itu sedikit gambaran buat lirik lirik lagu karya Dodo Zakaria.
Kalo soal musiknya…Kayaknya memang ga ada tandingannya dech...
Kerasa ga sih?... Begitu susaaaah banget cari warna musik yang seperti musik pada era-nya Vina Panduwinata (hanya Album 1-4), Utha Likumahua(@ Jackson), Kiki Maria(yang produksi Jackson Record), Dian P.P.(Jackson Record Album 1-2), Titi DJ(album pertama saja ), Lydia & Imaniar (album 1&2) dan artis laennya yang bermusik sejenis ditaun 80an.
Setelah awal 90an semua jenis musik mereka berubah dan cenderung terlalu Nge-pop dan biasa banget.



Contohnya saja Vina yang akhirnya seperti kehilangan kekuatannya dalam memilih lagu2 untuk album album dia berikutnya setelah lepas dari Jackson Record dan prestasi terburuknya adalah terbentuknya group RUMPIES yang hanya mementingkan segi komersilnya saja. Walaupun ada Oddie Agam yang banyak membantu dia selepas dari Jackson, mulai dari album produksi Harpa,Hins,Arca Record,Ceepe, Sony Music dan lainnya tapi tetep aja lagu yang jadi Hits hanya dari ciptaan Oddie dan Fariz saja dan sisanya bukan lagi musik originalnya Vina banged deh..
Vina sudah terlalu identik dengan musiknya Dodo. Apa mungkin perubahan jenis musik di Indonesia ini juga dikarenakan “Hilang”nya Kang Dodo dari perindustrian musik Indonesia? Rasanya memang begitu.
Aku sempat kecewa dengan perubahan jenis musik di album Titi yang kedua yang hampir seluruhnya di buat oleh Jocky S dan tanpa ada campur tangan Kang Dodo disitu dan tentu saja musiknya pun jadi beda. Tapi semuanya terobati setelah Titi bisa menjadi bintang tamu di album Jack Lesmana bersama Indra. Meski hanya 4 buah lagu yang dia bawakan disitu tapi Titi bernyanyi sepenuh hati dan all out banget di album ini. Karakter vocal Titi yang tegas, tinggi dan khas sangat cocok dengan jenis musik ini. Jadi walaupun Titi tidak bisa berlama lama dengan Kang Dodo tapi dia punya guru terbaik yang akhirnya bisa membuat dia menjadi bukan hanya sekedar bisa bernyanyi tapi juga bisa menulis lagu yang baik walau awalnya masih merupakan karya kolaborasi dia dengan Mira & Indra Lesmana. Sayang…Perjalanan musik dia bersama Jack Lesmana (2 album saja) hanya sekedar batu loncatan saja menuju seorang Diva musik Pop. Mungkin musik dia bersama Jack dan Indra kurang begitu popular dan komersil sehingga dia lebih memilih jenis musik yang sekarang. Tapi suara kamu masih tetap aku suka…



Kangen rasanya mendengar kembali lagu lagu pada masa masa itu.
Aku pun sedikit demi sedikit kembali mengumpulkan koleksi lagu lagu itu walau pun aku mesti nongkorong seharian di tukang2 loak daerah cihapit, alun alun dll untuk mencari kembali lagu lagu lama yang sayangnya dulu malah aku buang semua.
Tapi kenapa harus begitu sulit mencari lagu lagu itu kembali?
Sungguh aku ingin Kang Dodo bisa mengerti betapa karya karya dia adalah masterpiece dan betapa banyaknya orang yang masih menunggu karya dia. Paling tidak ada semacam album kompilasi hits dari seorang Dodo Zakaria yang mungkin bisa bikin album kompilasi seperti Baby Face atau David Foster.
Saya tahu pasti tidak mungkin dibuat hanya satu album saja, mengingat karya anda yang begitu banyak.
Tapi jika itu harus dibuat double atau bahkan triple CD pun anda memang pantas menerima penghargaan itu.
Anda adalah sejarah untuk Industri Musik Indonesia!



Tidak banyak artis yang berkesempatan mendapatkan karya karya indah Dodo Zakaria even seorang Ruth Sahanaya saja belum punya kesempatan itu.
Lagu diatas adalah satu satunya lagu dari Nicky Astria yang diciptakan Kang Dodo dari album semata wayang nya Mas Dodo, yang entah kenapa hanya satu!! Hanya Lagu single diatas dan hanya album Nicky Astria yang pertaman saja yang paling keren plus satu lagi single yang berduet dengan Ikang Fauzi di Album Suara Persaudaraan yang menurutku yang paling bagus dan nggaak bikin ilfil dengernya karena musiknya bukan seperti musik rock kebanyakan.
Mungkin “hilangnya” Kang Dodo dikarenakan terlalu sibuk dengan Kariza Productionnya yang dia kerjakan bareng bersama Ria Prawiro (anak mantan mentri itu :P ) yang juga pernah diberi kesempatan bernyanyi di album Catatan Si Boy I yang merupakan karya Kang Dodo juga.
Atau mungkin juga Kaang Dodo terlalu sibuk jadi promotor konser2 nya Inul yang seabreg itu.
Tapi bukan berarti Kang Dodo juga jadi pindah Jalur Musik kan??
I`ll say goodbye kalo sampe jalur musik itu yang Kang Dodo gandrungin sekarang…

Rhythm of Reformation

Rhythm of Reformation



Modern Karawitan


Mungkin tagline dari album ke-8 mereka ini adalah jawaban kemana arah group musik jazz legendaris Indonesia ini sekarang.
Sebenarnya saya tidak pernah meng”kotak”an musik yang saya suka dengan suatu aliran musik tertentu, terutama untuk jenis musik Jazz, yang menurut saya malah sama sekali bukan seperti gaya hidup saya yang educated dan berkelas seperti apa yang orang kebanyakan menggambarkan aliran musik yang exclusive ini.
Tapi musik buat saya sendiri adalah soul. Jadi apapun jenisnya dan siapapun musisinya kalo musik itu bisa mewakili jiwa saya, berarti itu adalah musik saya.
Begitu juga dengan “ke-dahsyatan” musik yang Krakatau mainkan adalah salah satu yang masih selalu saya dengar sampai sekarang.
Tidak semua musik Krakatau bisa saya cerna, hanya 4 album saja sejak kehadiran pertama Krakatau ditahun `85 yang masih bisa saya nikmati dengan baik. Setelah album Ke-5 dan selanjutnya rasanya sudah bukan lagi stream asli Krakatau.
Mungkin perlu suatu penjelasan yang real dari personil group ini tentang perubahan musik mereka, tapi sampai saat ini masih belum ada pernyataan apapun dari mereka dan mungkin juga kalo ditahun 90an perubahan personil dari suatu group musik ini tidak seheboh seperti apabila terjadi perubahan personil dari group musik Pop atau Rock saat ini yang selalu menjadi berita di Infotainment.
Walaupun sebenarnya terjawab sudah perubahan musik mereka itu dikarenakan terjadi perubahan personil yang menurut aku sangat mempengaruhi aliran musik Krakatau ini.
Coba kalian bandingkan ketimpangan personil di album ke 1-4 yaitu : Pra B.Dharma (Bass), Dwiki Dharmawan (Keyboard) , Indra Lesmana (Keyboard),Gilang Ramadhan (Drum),Donny Suhendra (Gitar), Trie Utami (Vokal) dibandingkan dengan personil pada album ke-5 yang hanya ber-anggotakan 4 orang saja : Pra B.Dharma, Dwiki Dharmawan, Trie Utami dan drummer baru mereka Budhy Haryono yang juga adalah drummer barunya group Karimata (kok bisa yah?? Wah honornya double dong?).
Jadi jelas sekali pengaruh jazz yang Indra Lesmana masukan di krakatau sedikit demi sedikit hilang setelah dia meninggalkan dari group ini.
Sampai sekarang entah berapa banyak lagi yang keluar masuk menjadi personil baru group band yang sudah berusia lebih dari 20 tahun ini yang vokalisnya pun pernah meriahkan oleh kehadiran Harry Mukti dan Ruth Sahanaya.
Tapi yang pasti pendiri asli group ini masih tetap bertahan, mereka adalah Pra B.Dharma dan Dwiki Dharmawan yang sepertinya punya kesamaan visi bermusiknya yang sejak album ke 6 mulai gencar memasukan musik ethnic Indonesia terutama dari ethnic sunda (Karawitan).
Tidak ada yang buruk dari apa yang mereka lakukan sekarang ini toh penggemar mereka malah bertambah banyak di luar negeri sana, hanya saja sepertinya kita sudah lama sekali tidak mendengar kehadiran mereka di negeri sendiri dikarenakan jadwal tour luar negri mereka yang begitu padat.
Lalu apakah mereka masih memberi label musik mereka itu “Jazz”?
Lalu apa arti kata “Rhythm of Reformation” itu yang jadi tagline album baru mereka itu? Lalu apa arti Kata “Karawitan Music within the Progression of Modern Sound” di bawah nama besar Krakatau? Apakah semua itu menjelaskan kalau ini adalah “The New Krakatau” with a new music concept?
Semoga tejawab sudah buat para pendengar musik Krakatau yang rindu akan betapa hidupnya musik mereka ketika Gilang Ramadhan (one of my fave Drummer setelah Cendi Luntungan) dan Indra Lesmana masih disana.
Jadi jangan berharap musik krakatau yang dulu itu bisa kalian dengar lagi karna krakatau sekarang bukanlah group musik jazz or fussion lagi seperti dulu, tetapi mereka sekarang adalah Group musik karawitan di era modern ini yang Trie Utami pun sudah enggan manjadi sinden beken-nya.
Selamat untuk Mba` Ubiet AFI yang sudah terpilih menjadi 'pe-sinden' baru group karawitan ini.

Alternation Effect

Indonesia’s Male Vocalist


Begitu banyak penyanyi pria di Indonesia tetapi tidak banyak yang memiliki ciri dan daya tarik vokal yang begitu dahsyat.



Sebut saja Tompi, Harvey Malaiholo dan Utha Likumahua yang mempunyai keunikan itu yang bisa menjadi ciri khas mereka dan mampu membuat semua lagu yang mereka bawakan begitu indah.
Lalu apakah modal suara emas mereka bisa membawa mereka selamanya terus diminati dan tetap dinanti?




Sangat mudah untuk melempar pertanyaan itu tapi agak sulit untuk menjawabnya mengingat banyak sekali faktor penyebabnya selain dari faktor hoki si penyanyinya juga.
Mungkin salah satu faktor yang paling sering terjadi adalah karena kecenderungan pencinta musik fanatik adalah menyukai salah satu stream musik dan setia dengan musiknya. Nah… masalahnya adalah apakah si penyanyi mampu mempertahankan jalur musiknya?
Kadang alasan “mencoba sesuatu yang baru” sering menjadi pemicu perubahan jalur musik mereka. Lalu perubahan seperti apa yang bisa diteima itu? Mungkin perubahan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bagus bisa disebut suatu progress, tapi tidak jarang perubahan itu menjadi bumerang buat si penyanyi itu sendiri dan kadang menjadi dilema juga kalo si penyanyi hanya mempertahankan apa yang ada malah ditinggalkan juga karna terkesan sangat membosankan.
Salah satu contoh yang membuat aku sangat prihatin adalah perubahan musiknya Utha.
Dengan kekuatan jazzy vocal-nya Utha pernah berkolaborasi dengan banyak musisi jazz kelas satu Indonesia sebagai pengiring musiknya baik dialbum maupun di pentas pentas musik jazz dalam dan luar negeri, for your info Utha juga pernah membuat rekaman di Life Recording Singapore.



Musisi yang pernah bekerja sama dengan Utha antara lain adalah Benny Likumahua (kakak kandung), Embong Raharjo, Rully Johan, Yoppie Item, Christ Kaihatu, Chandra Darusman, Addie MS, Erwin Gutawa, Dodo Zakaria dan masih banyak lagi. Amazing bukan…???
Dari sedikiiiit musisi jazz yang saya sebut diatas, kalian semua pasti bisa membayangkan betapa indah dan exclusive-nya album dan musik dari seorang Utha Likumahua pada masa itu. Penyanyi Pria Indonesia mana yang punya kesempatan seperti dia?
Sayangnya nyong Ambon kelahiran 1 Agustus 1955 dan bernama lengkap “Doaputra Ebal Johan Likumahua” kurang bisa mempertahankan prestasinya itu.
Keadaan seperti itu juga banyak dialami oleh penyanyi penyanyi lain yang antara lain juga diakibatan oleh perubahan drastis dari jalur musik mereka setelah mereka mendapatkan label rekaman baru atau memang keinginan mereka sendiri untuk bereksperiman dengan suatu aliran musik baru, anehnya hal seperti ini rata rata dialami oleh mereka yang lepas dari Jackson Record. Selepas dari Jackson Record rata rata mereka mempunyai kecenderungan mengalami penurunan dari kualitas musik mereka.
Kebetulan juga Utha adalah salah satu penyanyi keluaran Jackson juga.
Memang salah satu kelebihan Jackson record selain kecangihan perangkat & kualitas rekamannya adalah kemampuan dari Bpk. Jackson Arief yang memang paling jago dalam menggandeng musisi musisi top Indonesia pilihan yang belum tentu bisa ditandingi oleh recording manapun pada masa itu. Mungkin itu juga salah satu penyebabnya.
Kalo melihat dari sejarah perjalanan musik Utha pada awal kemunculannya dulu hampir mirip dengan perjalanan karir Tompi sekarang ini, dengan keunikan gaya dan suaranya, Tompi sukses dan terkenal sebagai vokalis Bali Lounge dan akhirnya ditaun berikut Tompi berhasil dan sukses membuat solo album ditaun 2005 lalu.
Selain kekuatan suara yang membuat Tompi begitu populer, Tompi juga mahir membuat lagu.
Hampir semua lagu pada album solonya maupun album Bali Lounge dibuat oleh Tompi. Kekuatan itu lah yang tidak dimiliki oleh Utha maupun Harvey, walaupun Utha juga pernah membuat lagu (karya bersama) tapi tidak se-produktif Tompi.
Kalo melihat kemampuan yang dimiliki Tompi, rasanya dia mampu bertahan lebih lama lagi asalkan dia tetap konsisten dan bisa mempertahankan jalur musiknya atau membuat sesuatu yang lebih baik lagi bukan sebaliknya atau aji mumpung melakukan segala tawaran bermusik tapi melupakan main steram-nya seperti yang terjadi pada Utha yang terlalu banyak menerima tawaran bernyanyi single di beberapa label yang musiknya melenceng jauh dari musik asli dia, akhirnya orang terlupakan akan jatidiri bermusik Utha yang sesungguhnya.
Beberapa label sepertinya memanfaatkan kekuatan musik dan lagu lagu Utha tempo dulu (dialbum album produksi Jackson Record album 1-4) untuk dijadikan umpan untuk mendongkrak penjualan album Utha yang baru di label label mereka.
Contohnya saja single “Kuingin” produksi Aquarius dan “Untuk Apa Lagi” produksi Team Record semuanya didongkrak oleh lagu lagu Hits produksi Jackson. What a pity…
Itulah ironisnya… Kenapa Jackson sendiri tidak membuat kompilasinya?
Kenapa selalu lagu lagu produksi Jackson dimanfaatkan label label lain?
Buat para pecinta Utha saya selipkan sedikiiit Discography dia yang mungkin baru ada di blog punya saya ini.
Karena setelah beberapa kali berusaha mencari di internet tentang album album milik dia ternyata belum ada satupun yang menulisnya. Mudah mudahan setelah saya akan ada yang mau meng-compile lagi lebih detail tentang album Utha atau Utha sendiri yang mau membuat “Graha Maya” seperti artis artis lain… Amien
Love You…Utha!!

Album

1. Nada & Apresiasi (Tersiksa Lagi)
Produksi Granada
2. Bersatu Dalam Damai
Produksi :Jackson Record 1983
3. Aku Pasti Datang
Produksi : Jackson Record 1985
4. Aku Teteap Cinta
Produksi : Jackson Record 1986
5. Puncak Asmara
Produksi : Atlantic & Jackson
6. Tak Sanggup Lagi
Produksi : Aquarius 1993

Kompilasi & Single

7. Dasa Tembang Tercantik 1981
Judul : Tembang Pribumi
Produksi Prambors
8. Festival Lagu Populer Indonesia 1984
Judul : Biru Selintas Rindu
Produksi ASIRI dan Irama Tara
9. Kuingin
Produksi Aquarius
10. Untuk Apalagi
Produksi Team Record 1990
11. Utha Likumahua Classic
Produksi Chlarity Record
12. Mungkinkah Terjadi (Bersama Trie Utami)
Produksi Boulevard Record
13. Kisah Kehidupan (Bersama Trie Utami)
Produksi Flower Record
14. Emerald
Vokalis tamu
15. Festival Lagu Populer Indonesia 1987
Judul : Sesaat Kau Hadir
Produksi Bulletin Indonesia
16. Festifal Lagu Populer 1989
Judul : Bias Warna

Produksi Atlantic Record 1989
17. Beri ½ Saja (Oddie-Utha-Ahmad)
Produksi Union Artis & RCA 1988
18. Suara Persaudaraan
Judul : Perdamaian (Bersama Vina Panduwinata)
Produksi Aquarius & Co.
19. Dasa Tembang Tercantik LCLR ‘88-89
Judul : Sejuta Mimpi
Produksi : Prambors & Atlantik Record
20. Kharisma Satu
Judul : Kepastian
Produksi : Arca Record
21. Duet Plus
Judul : Percayalah bersama Vonny Sumlang
Produksi : Eka Record 1989
22. 10 Bintang Khatulistiwa
Judul : Dansa Suka Suka
Produksi : Billboard 1990
23. Utha Koleksi Klasik
Produksi : Prosound

Lain Utha, lain halnya juga dengan Harvey Malaiholo…


Walaupun vokalnya tidak se-jazzy Utha dan Tompi tapi Harvey punya banyak kelebihan (selain "kelebihan" dibibir indahnya tentunya).



Suaranya yang kharismatik mampu menghipnotis setiap orang yang mendengarnya.
Rasanya adeeeem banget denger dia menyanyi.
Mungkin penyanyi pria yang “tersulit” dicari lagunya adalah Harvey. Kenapa saya bilang tersulit? Karena memang single-nya sudah terlalu banyak dibandingkan dengan Albumnya. Selain itu tahun keluaran single-nya juga sudah terlalu lama mengingat perjalanan karirnya yang sudah mencapai 30 tahunan dan saya pun kala itu mungkin masih berusia 2 tahunan jadi rasanya tidak mungkin saya bisa mengikuti semua lagu milik dia, sekolah aja belum… Hehehe.
Saking banyak lagu single beliau yang tercecer dimana mana dan kadang banyak lagu lagu yang terasa tidak penting, misalnya saja lagu “Sesaat Kau Hadir” milik Utha dan lagu “Pesta” milik Elfa’s Singer pernah dia nyanyikan di album Kemesraan produksi Musica, sayangnya musik pengiringnya sangat simple sekali dan terkesan seadanya sehingga sangat timpang sekali jika dibandingkan dengan kualitas suara Harvey, semua itu menyebabkan bumerang buat harvey sendiri, kebanyakan orang berpendapat kalo versi asli lagu itu lebih bagus dari pada dinyanyikan Harvey. See…Ga penting banget kan?? Mungkin akan lain kalau saja penggarapan musiknya lebih bagus pasti hasilnya pun akan maksimal.
Lalu dia juga pernah ikut nyanyi keroyokan di Album Oddie Agam (Kesempatan) yang saking keroyokannya jadi ga jelas harmonisasi suaranya, tapi lain dengan album : " Melagukan, Titik Hamzah", Walaupun dialbum itu ada beberapa lagu recycle milik Berlian Hutahuruk, Bob Tutupoli dan Vina Panduwinata tetapi karena aransemen Addie MS yang begitu indah, Harvey mampu membuat lagu lagu tersebut jauh lebih indah dari versi pertama dan sebagian dinyanyikan secara duet bersama Tina Lex Trio.
Prestasi terbaiknya adalah sembilan kali berturut turut setiap tahunnya sejak tahun 80 sampai 88 dipercaya membawakan lagu lagu untuk ajang Festival Lagu Populer Indonesia, walaupun di tahun 89-90 dia pernah absen dari ajang itu tapi dia kembali lagi dipercaya mengikuti ajang yang sama di tahun 1991.
Buat kalian yang mau menambahkan lagu Festifal Harvey di tahun '82 & '83 saya akan sangat berterima kasih sekali.
Dan sayapun masih mencari single "Indonesia Jaya", Mungkin kalian ada yang tau di album apa?



Selain ajang festival tingkat nasional Harvey juga sering terpilih mewakili Indonesia untuk ajang festival lagu Internasional.
Tapi memang begitu lah Harvey… Saking jagonya menjiwai lagu, jenis musik apapun bisa terasa enak kalo dia yang nyanyi.
Mulai dari Keroncong, Bosas, sampe lagu dengan beat yang cepat pun tetap cocok.
Harvey juga sepertinya banyak pengelaman bermusik dengan musisi dari berbagai jenis musik, malahan A.Riyanto (ayah dari Lisa A.Riyanto) pun pernah membantu album perdana dia bersama Rafika Duri.
Belum lagi Ireng Maulana dengan sentuhan bosas-nya juga pernah membuat album bersama: “Harvey-Ireng” di Musica.
Selain dari Musica Harvey pun banyak menghasilkan album di Recording lain seperti Billboard, Insan record dan terakhir Warner Music Indonesia.
Mungkin bang Elfa adalah yang paling sering membuatkan lagu dan aransemen untuk Harvey diluar albumnya. Mengingat kebanyakan ajang Festival International selalu melibatkan nama mereka berdua.



Tapi harvey punya kecenderungan sering memasukan lagu lagu Hits lamanya dialbum album barunya. Kalo kebiasaan ini terus dilanjutkan bukan tidak mungkin penggemar Harvey akan merasa kecewa dan bisa berakibat buruk juga untuk penjualan album berikutnya dikarenakan akan timbulnya kebosanan.
Entah apa tujuan dari pemunculan hits hits lama tersebut. Apa untuk mendongkrak penjualan juga? Kenapa tidak dibuat mini album saja untuk menghilangkan kesan asal asalan.
Saya juga sedikit kecewa dengan album “Begitulah Cinta” produksi Warner, karena aransement ulang dari lagu lagu Hits Harvey menurut saya tidak lebih indah dari aransemen aslinya.
Aransemen lama lagu lagu harvey begitu terasa hidup dan evergreen sekali dan harvey bernyanyi all out karena aransemennya sangat mendukung.
Tapi di album “Begitulah Cinta” ini Harvey bernyanyi seperti setengah hati, tidak ada emosi yang terasa sama sekali, semuanya datar datar saja.
Kalian bisa bandingkan sendiri lagu : Selamat Datang Cinta versi asli dan aransemen baru. Tidak ada lengkingan dan luapan emosi dari suara Harvey yang terasa diaransemen baru. Sungguh disayangkan. Padahal Andy Riyanto adalah salah satu arranger favorit saya juga, tapi entah kenapa di album Harvey ini rasanya masih banyak kekurangannya.
Saya selipkan list beberapa lagu single dan Album dia diluar album pop Indonesia lama dan album Bosas-nya walaupun sangat tidak lengkap dan belum pantas saya sebut discography tapi mudah mudahan ada gunanya. Sambil menunggu Harvey buat “Graha Maya” sendiri…Amien.. Ditunggu yah…
Love you… Vey..

ALBUM


1.Harvey & Rafika Duri Vol.1
Produksi : Musica
2.Harvey (Pop Indonesia) Vol.2
Produksi : Musica
3.Harvey Malaiholo
(Mungkinkah Kau Kembali) Vol.3
Produksi : Musica
4.Harvey – Ireng Maulana Vol.1
Produksi Musica
5.Harvey – Ireng Maulana Vol.2
Produksi : Musica
6.Harvey & Tina (Melagukan Titik Hamzah)
Produksi : Insan Record 1984
7.Harvey & Elfa
Produksi : Billboard Ind. 1986
8.Mau Tak Mau
Produksi : Musica 1990
9.Tetaplah Bersamaku
Produksi : WEA 1997
10.Sentuhan Kasih
Produksi : WEA 1999
11.Begitulaah Cinta (Feat Sheila Majid)
Produksi : WEA 2001

Kompilasi & Single

12. Festival Lagu Populer Indonesia 1980
Judul : Surya Khatulistiwa
Produksi : Pramaqua & Asiri 1980
13. Festival Lagu Populer Indonesia 1981
Judul : Jayalah Indonesia (Gerenimo V + Lex Trio)
Produksi : Asiri 1981
14. Festival Lagu Populer Indonesia 1984
Judul : Tabir Tercinta
Produksi : Irama Tara & Asiri 1984
15. Festival Lagu Populer Indonesia 1985
Judul : 1. Semoga Lestari
2. Selamat Datang Cinta
Produksi : Irama Tara & Asiri 1985
16.Festival Lagu Populer Indonesia 1986
Judul : Seandainya Selalu Satu
Produksi : Billboard & Asiri 1986
17. Festival Lagu Populer Indonesia 1987
Judul : Kusadari
Produksi : Bulletin & Asiri 1987
18. Festival Lagu Populer Indonesia 1988
Judul : 1. Begitulah Cinta
2. Ternyata
Produksi : TEAM Record & Asiri 1988
19. Festival Lagu Populer Indonesia 1991
Judul : Haruskah
Produksi : Flower Record & Asiri 1991
20.Indonesia`s TOP ‘89
Judul : Benang Benang Asmara Feat. Lita Zen
21. Karimata
Album : Pasti
Judul : Kisah Kehidupan
Produksi : Prosound 1987
22. Ruth Sahanaya
Album : Tak Kuduga
Judul : September Pagi
Produksi : Aquarius 1989
23. Adjie Soetama & Friends
Judul : Nita
Produksi : Granada
24. Iwan Fals & Friends
Judul : 1. Pesta
2. Sesaat Kau Hadir
Produksi : Musica
25. Oddie Agam
Album : Kesempatan
Judul : Cucu Adam & Hawa
Produksi : Team Record
26. Bimbo Vol.106
Judul : 1. Kita Adalah Satu
2. Aku Yang Sendiri
3. Sahabat
27. Festifal lagu Populer 1989
Judul : Mencari
Produksi : Atlantic Record
28. Pop Song Festival XI Tahun 1983
Judul : You Are The One
Produksi : Musica
30. Indonesia 6
Judul : 1. Janji
2. Bawalah Daku Feat. Fairuz

Sunday, July 23, 2006

Diva & Maestro Indonesia

Addie MS, Erwin Gutawa, Dodo dan Andy Riyanto


Masih inget ketiga sampul album itu kan?
Hanya 3 album itu saja yang aku ikutin dari group Karimata ini. Album selebihnya mungkin tidak lagi sesuai dengan stream-ku.
Karimata memang bukan seperti group musik kebanyakan yang mempunyai musisi dan vokalis sekaligus dalam satu group. Karimata hanya pure group musik yang terdiri dari 5 musisi minus vokalis. Walaupun Chandra Darusman sendiri sebenarnya bisa bernyanyi. Pasti inget dong lagu “Kekaguman” ditaun 80-an yang nge-top banget dibawain sama Chandra Darusman?Kalo ga inget ada lagu recycle-nya kok. Lagu ini di nyanyiin ulang Shelomita sekitar taun 2000 lalu.
Walaupun dialbum ke-3 akhirnya Chandra, Denny dan Aldy (drummer baru) menyumbang suara merdu mereka dilagu “Melangkah”.

Jadi jelas banget kekuatan dan misi dari group musik ini adalah bermain musik (secara instrumental) bukan seperti group musik kebanyakan yang lebih menonjolkan vokalisnya dan bahkan masyarakat luas lebih mengenal nama vokalis dari salah satu group band yang mereka suka tanpa tau siapa nama nama pemain musiknya.
Yah.. mungkin itu lah sialnya jadi member of the band, kadang kalah ngetop sama vokalis. He..he.he..
Tapi Tidak dengan Erwin Gutawa. Biarpun Erwin Gutawa bukan vokalis tapi nama beliau jadi yang paling “bersinar” dari group band ini.
Konser Diva mana sih yang tidak melibatkan nama Erwin Gutawa? Kalau Vina Panduwinata tidak menggandeng Erwin Gutawa di konser 25 tahunnya nanti mungkin karena dalam perjalanan musik Vina memang tidak banyak melibatkan Erwin Gutawa.
Vina lebih akrab dengan sang arranger kesayangannya Dodo dan Addie MS yang teruuuuus setia dari hampir semua albumnya sampe sekarang ini.

Selain Chandra Darusman (Keyboard) dan Erwin Gutawa (Bass) ada juga , Denny TR (gitar), Aminoto Kosin (piano) dan Uce Haryono (drum, lalu digantikan oleh Aldy kemudian Budhy Haryono) yang ngelengkapi group ini, sayangnya group ini harus bubar pada 1994 an.
Ada nana nama yang pernah menjadi vokalis tamu group musik ini antara lain: Lydia dan Dian Pramana Poetra (“Rintangan”) yang kemudian lagu ini di remake ulang oleh Cindy dan Glenn dialbum debut Cindy. (Cindy juga pernah jadi vokalis tamu dialbum The Best-nya The Groove setelah Rika Roeslan Keluar).
Ada juga Ramona Purba yang pernah 2 kali jadi vokalis tamu Karimata didua album yang berbeda begitu juga Lydia yang juga 2 kali menjadi vokalis tamu, kemudian Neno Warisman, Katara Singers, La Storia, Harvey Malaiholo, duet Ricky Basuki dan January Christy. Dan yang terakhir adalah “Ruth Sahanaya” (bintang tamu yang paling istimewa) dan sepertinya Uthe adalah vokalis “kesayangan” group ini. Masa Kecil kecil adalah Judul lagunya dan terdapat dialbum kedua Karimata : “Lima”.
Kenapa saya sebut Uthe itu “kesayangan”?
He..he..he.. Ini cuman pradugaku aja… Jangan ada yang kesinggung yah…

Masih inget album debut (perdana) Uthe yang berjudul Seputih Kasih? Semua personil Karimata (“Lima”) adalah musisi dan juga pencipta lagu dialbum Uthe ini, dibantu juga musisi dan pencipta lagu ternama lainnya seperti (ehem… ) TITI DJ maaf jangan pada bosen dengan nama ini. Pasti nama ini selalu muncul disetiap tulisan saya. Maklum dia memang my Diva… Hehehe..
Munkin ini adalah lagu ciptaan Titi yang pertama dan ini adalah kerjasama Titi yang pertama juga dengan Erwin Gutawa. Jadi kira kira sudah sekitar 19 tahunan yang lalu kerjasama mereka ini. Selain Titi ada juga Addie MS, Indra Lesmana, Dian Pramana Poetra, Oddi Agam dan lainnya.
Semenjak album debut Uthe di Aquarius kemudian Musica (hanya satu album) hingga album produksi Sony & BMG dan yang terakhir produksi bersama Warner ,Aquarius dan Sony untuk konser 3 Diva, Erwin Gutawa dan the rest of Karimata tetap setia mendampingi Uthe. Nah.. Gimana gak jadi "kesayangan"...?
Jarang sekali penyanyi yang punya musisi pendamping tetap dari sejak awal dia berkarir. Hanya Uthe dan Vina saja yang mungkin punya kehebatan itu.
25 tahun bukan waktu yang singkat untuk suatu perjalanan musik , Sepanjang 25 tahun itu Vina tetap setia didampingi Dodo dan Addie MS. Jadi tidaklah heran kalo untuk konser kali ini Vina memilih Addie dan Dodo sebagai arranger untuk konser 25 tahunnya nanti. Begitu juga Uthe yang hampir 20 tahun bersama Erwin Gutawa selalu saling melibatkan satu sama lain. Terbukti di Album Erwin Tribute To Keos bersaudara Uthe juga tetap dilibatkan.

Ngomong ngomong soal si Maestro Addie MS… Apa nanti di Konser 25 tahun Vina ada Oddie Agam juga nggak ya? Mengingat di iklan radio tidak menyebutkan Twilite Orchestra yang Oddie Agam dan Addie MS dirikan. Selain itu Vina juga indentik dengan lagu lagu Oddie Agam-nya.
Lain dengan Titi DJ… Titi terkenal dengan inovasi dan gayanya yang selalu “update” dan cendrung melawan arus. Begitu juga dengan musiknya, sudah begitu banyak sekali Titi mengandeng musisi papan atas Indonesia. Mulai Dari Indra & Jack Lesmana, Dodo Zakaria sampe Maestro muda Andy Riyanto (Magenta Orchestra), Dian Pramana Poetra dan lainnya, akhirnya untuk album terakhirnya ini,Titi kembali menggandeng Erwin setelah 19 taun sejak kerjasama pertama mereka, kali ini selain sebagai arranger, Erwin juga merangkap sebagai produser album "Melayani Hatimu" milik Titi ini.
Di Konser 3 Diva pun Titi menyanyikan lagu ciptaan mereka berdua : “Kau Selalu Ada”.
Sebenernya terima kasih banyak Untuk KD production yang sudah membuat tontonan spekta ini, walaupun saya berharap bukan KD yang menjadi salah satu dari 3 DIVA itu.
KD memang sangat talented, powerful dan popular dan sangat pantas dengan julukan Diva-nya itu.
Tapi KD tidak sekelas dengan Titi dan Uthe. Stream musik KD jauh berbeda dengan mereka. Musisi yang biasa ada dialbum album KD pun tidak sekelas dengan musisi musisi yang biasa membuat musik untuk Uthe dan Titi.
KD boleh saja menggandeng Erwin disetiap Konsernya. Tapi itu hanyalah taktik KD saja untuk menaikan pamor musiknya yang kurang berkelas itu supaya bisa sejajar dengan Vina, Uthe dan Titi.Baru dialbum terakhirnya (Cahaya) kalo ga salah dia bekerja sama dengan Erwin Gutawa. Wah terobsesi bangedz pingin jadi one of the Erwin gutawa Girls nih...?

Kenapa KD tidak memakai musisi asli dari jenis musik nya sendiri yah?? Seperti yang Vina Uthe dan Titi lakukan?? Kenapa harus melenceng mencari sang Maestro?? Mau tidak mau itu berarti adalah pengakuan dari KD sendiri kalo musik dia belum pantas disejajarkan dengan Titi dan Uthe Makanya dia menggandeng sang Maestro untuk semua konsernya.
What a pity…KD…
Ada satu lagu yang harus di “Up grade” secara maksimal oleh Erwin supaya menghilangkan kesan dangdut-nya. Erwin memasukan unsur unsur India disitu yang memang masih satu stream.
Mungkin KD lebih cocok dengan “Soneta Orchestra “ milik Bang Rhoma Irama dari pada harus memaksakan Erwin Gutawa untuk memainkan lagu “Penasaran” karya Bang Rhoma di Konser itu…
Just Be Yourself KD…
Kasian Titi, Uthe dan bang Erwin yang kena batunya memainkan musik yang bukan stream mereka.

Saturday, July 22, 2006

Single VS Album

Ini adalah kedua kalinya Yovie ngeluarin album kompilasi sejenis gini. Entah apa maksudnya, aku sendiri kurang jelas maksudnya. Kalo tujuannya adalah untuk membuat kompilasi semua hits dia, tentu tidak akan cukup hanya memasukan 12 hits dalam album seperti ini mengingat lagu lagu dia selama 21 tahun perjalanan kariernya yang pernah menjadi jadi hits itu bukan lagi hitungan jari tapi sudah puluhan lagu. Mulai dari yang dinyanyikan secara solo oleh penyanyi2 Top Indonesia ataupun secara group seperti Elfa`s Singer, Bening, Warna,The Groove, Lingua, Nuno, Kahitna dan banyak lagi. Tapi kenapa cuman 12 yah? Kenapa dia tidak membuat Double CD atau untuk pertama kalinya aja seorang Musisi Indonesia bisa buat album kompilasi langsung 4 album sekaligus biar masuk MURI sekalian. Dan yang paling menyebalkan adalah hapir semua lagu di album kompilasi itu adalah koleksi lagu yang kebetulan aku sudah punya juga. Jadi buat apa beli album itu? Memang ada lagu baru yang jadi “pemancing” orang untuk beli album ini, Mungkin ini strategi bisnis industri musik di Indonesia yang menurut aku selalu merugikan konsumennya. Biasanya sebuah label rekaman yang akan memperkenalkan salah satu artis barunya dia tidak akan langsung membuatkan sebuah album untuk artis baru tersebut, tapi biasanya dibuat satu single baru saja untuk dinyanyikan artis tersebut kemudian sisanya adalah kumpulan hits2 dari label tersebut. Tujuannya selain memperkenalkan artis tersebut mungkin juga untuk menghindari resiko kerugian yang besar kalo tidak laku. Mungkin mengiat begitu besarnya budget yang harus dikeluarkan sebuah label untuk membuat album baru yang belum tentu laku. Banyak sekali contoh pembuatan single seperti ini. Misalnya saja Sony Music Indonesia yang membuat satu single untuk Ello “ Silang Hati” di albumnya Audy yang kebetulan satu lebel. Kadang lagu single tidak akan muncul lagi di album artis tersebut jika dia sudah membuat satu album utuh. Mungkin juga untuk mendongkrak penjualan kedua album tersebut. Karna biasanya penggemar fanatik kan selalu mengejar apapun yang si artis jual. Contoh lain adalah Audy. Ada 2 single terdahulu-nya sebelum dia ngetop dan punya album sendiri. Yang pertama adalah “Satu Jam Saja” dan yang kedua adalah “Mendua” yang disisipkan di album pertama Yovie & The Nuno, entah karna alasan apa lagu “Mendua” muncul juga dialbum Audi yang ke-1 tapi lagu “Satu Jam Saja” tidak diikut sertakan.
Nah kebetulan sekali di Album Yovie yang pertama yang di beri judul “Karya Apik” (sayang saya hanya punya format kasetnya saja karna waktu itu memang belum ada format CD nya) di album itu ada Dea Mirela. Disini Musica memberi kesempatan dia untuk menyanyikan satu buah single dg judul “Menanti” yang setelah lagu itu popular barulah album Dea Mirela keluar tanpa ada lagu “Menanti” disitu.
Memang agak berbeda sedikit, dialbum kedua Yovie ini ada sekitar 4 lagu baru (sebenernya 3) karna salah satunya adalah lagu yang dinyanyikan ulang. Awalnya album ini diberi judul “A Touch of Yovie” tapi karna mungkin takut disebut jadi Copycat dari albumnya David Foster akhirnya diganti menjadi “A Portrait of Yovie”,hmmm …apa bedanya yah??
Walaupun ada beberapa lagu barunya, tapi tetap saja sisanya adalah lagu2 yang mubazir karna kita harus dapet lagu lagu yang sudah kita koleksi sebelumnya. Belum lagi harganya yang menurut aku sangat mahal.!!
Sebenernya hanya satu lagu yang aku ingin punya dari album ini, yaitu lagu “Tak Mungkin Bersatu” , lagu lama Hedi Yunus yang dinyanyikan kembali oleh Penyanyi kesukaanku Pinkan Mambo.

Menyebalkan bukan?? Hanya ingin denger satu lagu itu saja saya harus membayar Rp.60ribu!! Sebeeeeeeeeeeeeeel….
Belum lagi isi lagu di album ini juga masih saja ada lagu yang sama dengan lagu dialbum yobie pertama. Yaitu lagu Lingua!! Mau MARAH ga sih?
Memang kali ini agak sedikit berbeda tapi tetep menurut aku itu ga` penting banget. Di album ini (Ada 2 CD) dia masukin wawancara dengan sebagian artis yang menyanyikan lagu dia di album kompilasi ini dalam format VCD. Tapi tetep aja GA` PENTING!
Berbeda dengan Dodo Zakaria. Dia adalah Musisi yang paling aku suka sampe hari ini. Dia jauh lebih Berani dan Kreatif lagi.Kira2 dipertengahan tahun 80`an Dia membuat satu album yang isinya adalah kumpulan karya dia yang juga aransemennya dia buat sendiri dan dinyayikan oleh artis Top Indonesia mulai dari jenis musik Pop Sampe Rock ada dialbum ini, seperti Vina, Utha, Nicky Astria, Achmad Albar dll.
Kebayang mahalnya pembuatan album ini mengingat semua artis top ada disini padahal lagu dalam album ini adalah baru!! Tapi ini lah yang bikin aku suka sekali album yang diberi judul "Dodo" ini. Ada ga yah Musisi kita yang mau bikin album kayak gini lagi?
Lalu Kenapa kita tidak meniru strategi bisnis musik di luar negri, yang menurut aku sangat bagus dan tidak hanya menguntungkan si artis tapi producer dan pencipta lagunya tapi konsumen juga bisa pilih2 lagu yang dia mau saja yang dia beli.
Biasanya kalo disana penjualan lagu lagu itu bisa berbentuk single dan album. Nah ini yang seru…
Kita diberi pilihan. Bisa membeli lagu yang kita mau saja. Dan harganya pun jauh lebih murah beli lagu satuan(single) dibanding membeli satu album. Dan biasanya single itu muncul lebih dulu dari albumnya.Kemasannya juga bagus karna lebih tipis. Biasanya dalam satu album itu ada beberapa pencipta lagu dan ada juga beberapa produser yang berbeda dari tiap lagu di album tersebut. Berbeda dg di Indonesia, umumnya hanya 1 produser yang memproduseri satu album penuh.
Strategi seperti ini menurut aku sangat merangsang daya kreatifitas seorang produser dalam menjual sebuah lagu yang dia produseri-nya sendirian. Bayangin aja satu lagu itu bisa dibuat beberapa versi, bahkan ada yang berbeda bahasa dan tidak jarang pula ditambah lagi dengan sentuhan DJ professional yang bikin lagu itu unik yang tidak akan ada dijual di dalam original album artis tersebut. Setiap Negara isi dari CD single itu bisa berbeda2 dengan cover CD yang berbeda2 pula tergantung keinginan dan kreatifitas produser ditiap2 negara tsb.Tujuannya adalah untuk mendongkrak penjualan lagu tersebut yang akhirnya akan membawa keuntungan buat si produser. Tetapi berbeda untuk penjualan album. Semua Cover Album diseluruh dunia dan isi dalam album itu harus sama disetiap Negara.
Hmmmm… Andai saja lagu lagu di sini dijual dalam bentuk single…
Pasti akan lebih seru hunting lagu-nya. Dan ga akan dirugiin terus…
Iya gak?? Iya aja deh….

Local Label



Chrisye_1







Ada yang inget sama foto2 diatas? Coba diklik aja fotonya biar lebih jelas...

Hahaha….Bener banget! Itu adalah album2 Chrisye jaman dulu mulai dari album pertama dia ampe ga tau lagi sekarang dah berapa puluh album dia. Untuk kalian yang kelahiran taun 80an mungkin ga tau album2 itu. Tapi kalo ortu kalian masih koleksi mungkin tau juga sih. Hehehe… Sebanernya ini cuman sebagian dari album chrisye yang di jual kembali dalam bentuk CD. Jadi album Chirsye yang taun `90 keatas kan sudah banyak yang berbentuk CD jadi album2 ini bisa bikin fans nya Chrisye loncat2 kegirangan termasuk gua, Karna format nya udah CD dan kualitas suaranya yang sangat bagus, padahal gua bukan penggemar Chrisye tapi lagu dia itu termasuk yang paling setia nemenin aku mulai dari TK ampe sekarang! Amazing… tiap taun ada aja lagu baru dia yang bisa aku nikmatin tanpa absent. Jarang ada penyanyi se-eksis dia mulai dari mencipta lagu untuk sendiri sampe dinyanyiin oleh penyanyi laen. Mungkin karna kakakku adalah pendengar setia lagu2 Chrisye dan akhirnya aku jadi ikutan hapal lagu2 dia. Buat aku re-sale album2 lama dia adalah suatu penghargaan yang istimewa banget dari sebuah Recording Label. Kayaknya belum ada satu pun label lokal yang bikin kayak gini seperti Musica. Dia adalah salah satu penyanyi yang pantes banget dikasih penghargaan seperti ini karna mau album manapun kayaknya tetep aja albumnya bakal dicari orang karna lagunya yang abadi. Memang sih masih banyak lagi lagu2 Chrisye yang bukan berbentuk CD yang masih belum bisa di re-sale kayak gini. Mungkin karna lagu itu bukan termasuk dialbum dia (singel), Contohnya lagu Merpati Putih dan Lilin Lilin Kecil itu adalah lagu taun 70-an yang dibuat Prambors di kumpulan lagu2 LCLR. Tapi kalo kalian rajin cari CD, lagu2 itu ada di kompilasi the best LCLR keluaran Aquarius dan Prambors dan kalian pasti nemuin lagu itu dalam bentuk CD-nya juga. Thanks buat Aquarius Musikindo. Yang meskipun bukan pure label lokal tapi masih mau bikin compilasi ini. Aku bersyukur dapet CD itu. Karna termasuk langka juga! Kalo lagu yang dibikin aransemen ulang (remake) memang ada judul2 lagu itu, tapi aku kurang suka karna estetika lagunya udah ga original dan ga enak aja dengernya. Sebenernya masih banyak Singel2 Chrisye yang berceceran di mana2 (berceceran?? kok kayak sperm yah?). Ada yang di album-nya Guruh Sukarno Putra, Suara Persaudaraan dll. Aku nyesel banget kalo inget koleksi kaset2 lama aku yang sempet aku buang karna kebanyakan dan aku kurang bisa ngerawatnya karna jamur atau karna dipinjem dan ga dibalikin. Sediiiiih banget karna sekarang aku harus setengah mati muter2 cari lagu2 itu karna kangen aja pengen denger lagi lagu itu. Sering juga aku ke pasar2 loak buat sekedar iseng cari lagi lagu2 lama yang aku mau denger. Mungkin ada yang bisa bantu cariin album Guruh yang Cinta Indonesia? atau album Suara Persaudaraan? Mudah mudahan bukan hanya Musica yang bisa bikin yang kayak gini. Aku juga nunggu label lokal dan label laennya yang nganggep artisnya adalah aset mereka yang berharga banget. Aku sangat Suka banget Jackson Record! Kebanyakan kaset2ku jaman dulu adalah keluaran Jackson Record. Mulai dari Vina Panduwinata, Vonnie Sumlang, Oddie Agam, Dian Pramana Poetra, Indra Lesmana, Titi Dwi Jayati, Utha Likumahua, Dodo Zakaria dll. Juga Buat Bulletin Indonesia mudah2an mau keluarin lagi album ke-1 kraKatau ampe terakhirnya dan album Trie Utami. Trus buat Team Record bisa nge-resale album ELFA yang banyak banget itu! Mudah-mudahan.... Aku juga harus berterima kasih buat Pro-Sound yang udah bikin The Ultimate Colection dari Titi DJ even itu lagunya kurang lengkap, mudah2an ada The Ultimate Colection yang kedua, karna kamu juga udah bikin album Terbaik I dan Album Terbaik II buat Dian Pramana Poetra jadi aku berharap ada Ultimate II. Bikin Juga Harvey, dong…

Friday, July 21, 2006

Izinkan Aku Bertutur

“Izinkan Aku Bertutur”

Begitulah judul salah satu buku karya beliau…


Memang dunia tarik suara tidak ditinggalkannya, mungkin perubahan alur musik yang membuatnya seperti hilang dari industri musik negeri ini.
Tapi “kemunculannya” kembali dengan segala perubahannya drastisnya tidak mengurangi kecintaan saya terhadap sosok wanita cerdas ini, justru kekaguman yang amat sangat yang pasti akan tersirat dari setiap siapa saja yang melihat wanita ini sekarang, termasuk saya.
Setelah pernah menyandang gelar seorang penyanyi papan atas diawal 80-an, kemudian beberapakali pernah mendapatkan penghargaan berkat kekuatan acting-nya yang dahsyat, lalu juga dia juga terbilang produktif untuk menulis buku , puisi dan mencipta lagu , juga aktifis dari sebuah partai politik, aktif didunia pendidikan terutama pendidikan untuk anak anak Indonesia, pengajar dibeberapa yayasan dan perguruan tinggi, menjadi “keynote” pada seminar seminar di kota kota besar di Indonesia, pemandu acara keagamaan di beberapa stasiun TV swasta dan TVRI, dan bukan tidak mungkin sebentar lagi orang akan akrab memanggilnya dengan sebutan ibu “Ustadzah.”

Sudah tergambar siapa kah sosok wanita yang saya uraikan diatas?

Kalo belum mungkin yang ini akan lebih membantu.


Ternyata sangat luar biasa perjalanan karir wanita cerdas bernama lengkap “Titi Widoretno Warisman” ini.
Entah berapa banyak lagi kabisa dari seorang ibu dengan 3 orang anak ini yang belum anda dan saya ketahui lagi.
Tapi siapa sangka wanita yang sekarang menjadi seorang Ustadzah ini adalah seorang Mualaf?
Konon dia juga adalah penasehat spiritual dari Dian Sastro, yang berkat jasa beliau juga Dian menjadi seorang mualaf yang lebih bisa mendalami Islam berkat puisi puisi yang ibu ustadzah tulis.
Hmmm… sudah pada tau dong siapa ibu ustadzah yang saya maksud itu??
Benar sekali… Tidak lain dan tidak bukan dia adalah “Neno Warisman”.



Tidak banyak yang saya ketahui tentang perjalanan karir beliau, tapi suara merdu dan musik beliau di taun 80-an dulu masih selalu saya putar.
Lengkingan suaranya yang khas, mungkin masih akan bisa sesekali kita nikmati lagi karena beliau masih juga menyempatkan untuk bernyanyi walaupun dijalur musik yang berbeda, walaupun gaya “centil”nya, kelincahannya dan “kegenitan” beliau dalam meng-ekspresikan lagu lagu “Jadoel “ (Jaman doeloe)-nya mungkin sudah tidak akan bisa kita saksikan lagi.

Melihat dari sejarah bermusiknya, beliau adalah salah satu penyanyi yang selalu beruntung dalam mendapatkan musisi pendukung disetiap albumnya.
Mungkin yang paling berjasa dalam karirnya adalah (lagi lagi) bang “Erwin Gutawa”
Entah kenapa saya sering dan semangat sekali kalo menulis tentang si abang ini yah? Mungkin karena semua lagu lagu, penyanyi dan musik kegemaran saya adalah memang kebanyakan musiknya digarap oleh bang Erwin dan salah satu single terbaik dari mba Neno bersama bang Erwin adalah : “ Terjadi Lagi” yang merupakan single ciptaan bang Erwin bersama groupnya “Karimata”.
Selain itu ada juga James F. Sundah, Guruh Soekarno Putra, Dwiki Darmawan, Aminoto Kosin, Chandra Darusman, Dodo Zakaria, Billy J.B., Eramono, Fariz RM, Adjie Soetama, Dorie Kalmas juga pernah menjadi pencipta lagu dan pengiring musiknya. Jadi tergambar sudah betapa “spekta” kualitas musikal dari seorang Neno Warisman kala itu dan masih sangat sulit dicari tandingannya, mungkin selain Neno kita juga tau bahwa January Christy, Atiek CB dan Ruth Sahanya adalah juga anak emas dari bang Erwin walaupun yang paling terlihat setia bersama bang Erwin hanyalah Uthe.
Saya tidak tau persis berapa jumlah album milik Neno ini, mengingat banyaknya perubahan musik beliau setelah bang Erwin tidak lagi bersama Neno sehingga sebagian musiknya kadang ada yang kurang begitu saya minati dan akhirnya kadang menjadi ‘missing link’ dari pengetahuan musik saya mengenai perkembangan musik mba Neno kala itu.


Beralih ke penampilan mba Neno…

Apa yang istimewa dari penampilan Mba Neno pada taun 80-an?
Kalian bisa membandingkan beliau pada jaman itu dengan Agnes Monica dimasa sekarang!

Mengapa Agnes Monica?

He..he..he.. Kalo melihat usia nya pada saat itu dan kemampuan berakting dan menyanyi yang menonjol mungkin kita akan teringat Agnes pada masa ini. Walaupun jalur musik yang Agnes punya masih belum bisa disebut musik yang mapan. Perjalanan musik Agnes masih bisa dibilang hanyalah musik “transisi” yang masih mencari jati diri untuk bermusiknya atau boleh dibilang musik Agnes adalah musik “high school” karena nyata nyata konsumen terbesar dari musik Agnes rata rata adalah anak anak SMP dan SMU saja. Lain halnya dengan Neno yang sejak awal karir sudah mempunyai kematangan dan jati diri dalam hal bermusiknya. Hal lain yang mengingat Neno dengan Agnes adalah gaya rambutnya dan accecoris rada rada mirip walaupun Neno tidak terlalu Nge-punk.
He..he..he.. tapi sekali lagi maaf ini hanya sebagai perbandingan saya saja. Semoga tidak ada yang tersinggung… Maaaaaf….



Berikut saya sisipkan beberapa penampilan Neno pada cover album album beliau pada sekitar tahun 80-an.

Semoga ada manfaatnya dan bisa menjadi nostalgia buat mereka yang juga menyukai suara dan musik Neno “tempo doeloe” dan kalian bisa juga melihat sebagian List album dan photomorphosis beliau dari sebagian album albumnya.
Album
1. Asmaraku
2. Matahariku
Produksi 1982
3. Kulihat Cinta Dimatanya OST Cinta Dibalik Noda
Produksi DS Record 1986
4. Katakan Cinta Padaku
Produksi DS Record 1987
5. Bersama Berdua Selamanya
Produksi 1988
6. Sebuah Obsesi
Produksi Grammy Record 1989
Single
7. Festival Lagu Populer Indonesia 1986
Produksi Asiri & Billboard 1986
Judul : Getar Asmara
8. Album Fariz RM : “Do Not Erase”
Judul : Nada Kasih
Produksi : Grammy Record 1987
9. Adjie Soetama & Friends
Produksi : Granada Record
Judul : Bye Bye Cherio
10. Biar Saja
11. Album : “Eramono”
Produksi : TEAM Record 1987
Judul : Biar Dia Berlalu


Ada satu single mba Neno yang menurut aku ini juga adalah single terbaik beliau setelah tidak lagi bersama bang Erwin.
Single tersebut terdapat dialbum debut milik Eramono dan dinyanyikan secara duet dan diberi judul : “ Biar Dia Berlalu”. Album ini adalah termasuk album favorit saya, walaupun ada beberapa album Eramono lainnya tetapi hanya album debut ini saja yang saya suka.
Di album ini selain Neno Warisman, Eramono pun mengajak Andi Meriem Mattalatta untuk berduet di single “Kenangan Asmara”.
Yang luar biasa dari album keluaran taun 1987 ini adalah meskipun Eramono adalah pendatang baru dan ini adalah album debut-nya tetapi hampir semua lagu di album ini pernah menjadi “Hits”.
Ada dua lagu yang punya nuansa berbeda dari lagu lainnya dialbum Eramono ini, kedua lagu tersebut menjadi terasa lebih fussion dengan sentuhan vokal jazz-nya “Shanti Faraquela”, tapi entah kenapa tidak ada kelanjutan karir musik dari Shati ini padahal kualitas suara dia mirip dengan Kemala Ayu, Syaharani dan Emil S. Praja.
Mungkin Eramono membawa Shanti dialbum ini karena corak suara Shanti ini mengingatkan mantan vokalis “Spirit” band, Kemala Ayu yang juga adalah Group Band yang dibentuk oleh Eramono.



Untuk Andi Meriem sendiri sebenarnya belum terlalu akrab dengan jalur musik seperti ini. Andi merubah jalur musiknya ke jalur yang lebih matang lagi setelah berkolaborasi dengan bang Harry Sabar dialbum “Nuansa Biru”.
Berkat “kejelian” mas Harry Sabar akan potensi dan keunikan suara dari mba Andi Meriem Mattalatta ini, akhirnya Bang Harry Sabar berhasil membuat “Image” baru untuk Diva Pop ini selepas dari Musica Studio.
Bagi pengamat lagu lagu mba Andi pasti setuju kalo album keluaran tahun 1986 yang diberi judul “Nuansa Biru” yang seluruh lagunya dibuat oleh Mas Harry Sabar ini sangat merubah “Image” bermusik dari seorang Andi Meriem Mattalatta yang terlanjur dikenal dengan lagu berjenis Pop yang cenderung cengeng.
Perubahan musiknya ini tentu saja karena peranan musik dari musisi pendukungnya juga.
Kali ini musisi pendukungnya tidak tanggung tanggung, bukan hanya musisi lokal seperti Harry Sabar dan Johan Sanjaya selaku Music Director tapi beberapa musisi dari luar negeri pun ikut menyumbang kabisa di album ini antara lain: Dave Koz, Bil Severance, Jonathan Merrill, Ken Navarro dan masih banyak lagi.



Belum Lagi album ini direkam bukan di dalam negri, melainkan di beberapa studio rekaman berbeda di Hollywood, California.

L u a r B i a s a !!!
Jadi pasti sangat terasa selakali perbedaan musik mba Andi pada saat di Musica dengan album keluaran Oceana Record International & Billboard Indonesia ini.
Jadi siapa sangka kalo Dave Koz yang begitu tenar di era sekarang ini dulunya hanya lah seorang musisi pengiring album artis Indonesia.
Hebat ga tuh Mba Andi ??
Hebat ga tuh Musik Indonesia ??
Bravo Musik Indo… Bravo Classic Indo…

Thursday, July 20, 2006

Money Talks

What Money can’t buy??

Hmmm… that could be various answers.
Lets say : “Love”…
Love?? Oh Really? But, I don’t thing so..
Many people fallin’ in love only because of “money”.
Hmmm...What about “Dignity”? , What about “Idiology”?
Hmmm that’s depend…

Ok then… I`ll give you an example…

Kalo kalian perhatikan apa sih yang kurang dari performance putri dari Emilia Contessa yang bernama lengkap: “Denada Elisabeth Anggia Ayu Tambunan” ini?
Berkat perfomance nya yang gemilang, diusianya yang baru aja 16 tahun pada saat itu, dia berhasil menyabet salah satu penghargaan dari kategori bergengsi di MTV Asia Award tahun 1995.



Selain itu juga, dia berhasil mendapatkan kontrak untuk sebuah produk Minuman bergengsi dunia : “Coca Cola” Company Indonesia, senilai kurang lebih setengah miliar rupiah untuk mewakili “image” generasi muda pada saat itu. Belum lagi iklan iklan produk lainnya yang menuntut sebuah image anak muda kreatif dan berbakat pada masa itu.
Jadi jelaslah sudah pilihan MTV Asia, D&G, Casio Baby G-Shock dan Coca Cola adalah mencari image artis yang bergengsi, berkelas, berprestasi dan memiliki jenis musik dari kategori tertentu yang bergengsi pula dan tentunya bukanlah untuk artis berkategori musik dan performance yang tidak satu “image” dengan produknya.
Tapi Lihatlah perjalanan waktu dan perjalanan karir Denada setelah kurun waktu 10 tahun kemudian.
Apakah dia masih bisa bertahan dengan “image” dan penampilan yang masih sama dengan pada saat itu?
Meskipun dia adalah “the breakthrough” untuk kategori musik rap dan RnB wanita di Indonesia tapi ternyata dia tidak bisa survive dan terus berjaya dijalur ini.
Selain ketatnya persaingan perindustrian musik di Indonesia dan banyaknya kemunculan generasi muda yang memiliki bakat bakat lebih “fresh” dan mengikuti trend yang ada pada saat itu juga menjadi faktor hilangnya pamor “sang pelopor” aliran musik rap dan RnB wanita di Indonesia ini.



Pergeseran musik Denada dari album ke satu dan kedua tidaklah begitu kentara, dia tetap setia dengan lagu berjenis ini dengan bantuan mas Harry Budiman, Johandi Yahya (Cool Color), Bobby Alatas (putra dari Titik sandora & Muchsin Alatas) dan masih bayak lagi musisi yang membantu Denada di Album pertama dan kedua ini, walaupun sesekali dia juga unjuk kebolehannya untuk mencipta lagu sendiri dan bernyanyi secara biasa (tidak secara rap) di beberapa yang lagunya yang ternyata jauh lebih indah dan lebih “easy listening” dengan balutan musik bertempo “melow” dan “up-tempo” yang cenderung RnB bangedz…
Coba saja simak lagu “Ketika Cinta Telah Bicara” di album ke-2 Denada ini, ini adalah lagu Denada yang paling saya unggulkan, karena pada saat itu masih jarang ada yang menyajikan musik seperti ini dan Denada memang yang mengawalinya, biasanya musik seperti ini hanya bisa saya dengar di musiknya Shanice, Tracie Spencer, Mary J Blidge, Brandy atau Toni Braxton saja, tapi kali ini Indonesia punya juga vokalis wanita dengang jenis musik seperti ini.



Ternyata akhirnya wanita kelahirah tahun 1978 yang selalu ber-ulang taun setiap tanggal 19 Desember ini, menyadari akan kelebihan dia untuk bernyanyi (tidak secara rap) ternyata juga bisa lebih menghasilkan hits dari pada lagu lagu nge-rap-nya, karena anehnya memang begitulah faktanya, lagu lagu Denada yang menjadi hits ternyata bukanlah lagu dari kategori rap melainkan lagu lagu yang dia nyanyikan tidak secara Rap, maka dia merubah konsep bernyanyinya di album ketiganya dan kali ini Denada dikawal oleh Sony Music sebagai recording company-nya.
Sesuai dengan judul album ketiganya ini : “ Awal Baru”, kali ini musik Denada benar benar baru dengan musisi pendukung barunya pun mulai bertambah namun kali ini tanpa kehadiran Bobby Alatas dan Johandi Yahya.
Walaupun Denada tetap setia dari album pertama sampai ketiga bersama Harry Budiman tapi demi “Awal Baru” ini akhirnya Denada mulai mengundang banyak musisi handal untuk berkolaborasi seperti Dhani Ahmad dan Yovie Widianto.
Kebalikan dari album album terdahulunya, dialbum ke-3 ini Denada hanya menyisipkan satu buah lagu yang bernuansa rap, selebihnya lebih ke RnB dan Dance.
Tampaknya ini adalah klimaks dari karier Denada untuk jenis musik yang melambungkan namanya itu.
Setelah itu tampaknya Denada lebih asik dengan kesibukan barunya sebagai presenter, pesinetron dan kemudian beralih profesi sebagai penyanyi dangdut.


Hmmm... See… That's what Money can do!

Money can turn someone to be what it takes.
Sekarang Denada lebih memilih jalur musik dan karir yang bisa lebih menghasilkan rupiah dan lebih menjanjikan dibanding ketika dia hanya menjadi seorang penyanyi rap.
Bahkan salah satu televisi swasta pun sempat menominasikan dia sebagai salah satu nominasi untuk penyanyi dangdut terfavorit pilihan pemirsa, padahal ketika itu Denada belum satupun menghasikan album dari kategori musik jenis dangdut, hanya lantaran karna frekuensi dia tampil di televisi lebih banyak diminta menyanyikan lagu dangdut, akhirnya image itupun kadung melekat pada Denada.
Barulah setelah itu dia akhirnya mengukuhkan diri sebagai penyanyi dangdut secara profesional dengan album dangdut terbarunya itu…

Selamat deh…

Semoga cepet dapet apa yang kamu kejar…

Ngomong ngomong.. apa Coca Cola masih mau ngontrak penyanyi dangdut ga yah?? sebagai image iklannya??

Mungkin cukup "Marimas" saja kali yah?? itung itung jadi gantinya Inul...


Ayo ngebor... maasssss....


Friday, July 07, 2006

Why Try Harder

I'm #1 So Why Try Harder



Buat Para pecinta Fatboy Slim di Indonesia (yup.. bener banget hanya yang di Indonesia) pasti akan sangat Girang sekali nemuin album kompilasi hits FBS dari sejak album pertama sampai album terakhir 2004 lalu, secara di Indonesia album pertama Fatboy Slim: “ Better Living Through Chemistry ” sangat susah bangat didapat disini. Jadi buat yang tingal di luar negri paling beli album ini cuman karena 2 single terbarunya aja. Termasuk juga saya yang langsung panas dingin liat cover dan list lagu lagu di album ini, Secara… “Fatboy Slim is in my Blood” banget, gitu loh…
Belum lagi disitu ada single: “ Sho Nuff ”, “Everybody Love A Carnival” yang memang ga keluar disini dan ada juga single dari Cornershop : “Brimful of Asha” yang aku memang belum punya original CD nya, karna maklum kalo CD bajakannya lebih mudah didapat dari pada cari CD original, yang walaupun seribu kali balikan, keluar masuk Toko CD pun tetep ga ada yang jual!! “Kampring” ga sih toko CD disini?? Itulah kelebihan dari pedagang kaki lima, mereka lebih komplit koleksi lagu impornya dibanding toko CD! Jadi siapa yang salah? Hidup Kaki Lima!!
Walaupun Album mereka memang tidak banyak tapi sayangnya entah kenapa susah didapat disini, mungkin karena kebanyakan Hits mereka adalah berbentuk CD single jadi susah banget didapat disini, mengingat disini kebanyakan toko Cd tidak jualan CD single. What a pity...
Sampe sekarang saja aku masih cari banget album perdana mereka yang ada single judulnya : “ Michael Jackson” tapi belum ketemu juga. Belum lagi single Mereka bareng Eve, Pink, Prodigy, Chemical Brother dan banyak lagi yang entah kapan aku bisa Temuin disini.
Wuih…

Selain itu ada satu lagi yang menarik dari Cover CD Fatboy Slim kali ini.
Kalo kamu masih inget Album ke 3 dari Fatboy Slim: “ You’ve Come A Long Way, Baby “ ditaun ’98 lalu, kamu pasti bisa nebak kemana maksud dari cover album terbaru FBS ini.
Cover dari kedua album tersebut sebenarnya sama, hanya saja ada sedikit modifikasi dicover album terakhir FBS yang baru ini.
Ada 2 perbedaan jelas yang sepertinya ingin sekali ditegaskan. Karna Kalo tidak ada maksudnya, kenapa harus memilih cover yang sama didua album yang berbeda? Hayo…?
Hehehe… Ternyata mereka punya keahlian baru! Selain jago me-remix lagu, ternyata Fatboy Slim juga jago me-remix cover album!
Perhatikan 2 perbedaan besar dari kedua cover album tersebut, disitu sama sama ada gambar cowok chubby memakai T-Shirt coklat bertuliskan : I’m #1 So Why Try Harder.
Kata kata itu terasa sangat “menohok” banget ketika kita bandingkan waktu melihat cover dialbum terakhir mereka ini. Kalimat I'm #1 So Why Try Harder dari T-shirt itu kali ini dijadikan tagline album baru mereka ini dan Sepertinya kata kata “Why Try Harder” di perjelas sekali dibagian bawah dengan pita keemasan yang pastilah ditujukan pada rival mereka yang terutama adalah: Groove Armada, Chemical Brother dan Prodigy yang secara memang mereka adalah pelopor jenis musik seperti ini dan mereka pun lebih dulu membuat album the best dari aliran musik berjenis seperti ini,hanya saja FBS punya kelebihan musik yang flexible dan lebih easy listening yang membuat FBS lebih popular.
Background gambar hiruk pikuk kota dan gedung gedung tinggi dirubah menjadi gumpalan awan dan si cowok chubby itu kali ini sudah memiliki sayap dan terlihaat seperti sedang berjalan diatas awan, sepertinya mem-visualisasikan kalo mereka memang #1 dan selalu diatas awan.. “So Why Try Harder”
Wuih.. Sungguh visualisasi yang sangat dalem menurut aku sih.




Namun ada yang mengganjal sepertinya menurut aku penggunaan kata kata “The Greatest Hits” sangat lah kurang kreatif, itu cuman kata lain untuk “The Best” padahal cover album Fatboy kali ini menurutku sudah sangat meaningful dan kreatif banget tapi ternoda oleh kalimat murahan: “The Greatest Hits” itu!
Lihat saja kedua rival Fatboy ini memilih kalimat yang lebih kreatif untuk album kumpulan Hits mereka.
Misalnya saja Prodigy yang memberi judul album kumpulan hits mereka dengan judul “ Their Law: The Singles 1995 -2005” yang versi luar negeri sana dibuat versi double CD dengan jumlah singlenya mencapai 31 track, tapi sayangnya yang di jual di Indonesia hanya satu CD saja! Kasian deh..
Kemudia Chemical Brother yang juga punya: “ Single From 1993-2003”
Nah seharusnya FBS bisa lebih “nohok” lagi dong, dari pada cuman pake kalimat “The Greatest Hits!” yang biasa banget itu!

In Memoriam

Till We Meet Again

Gosh… It`s been 3 months since my last blog! dan aku takut account-ku di web ini diapus lagi! Kan ga bisa nyela nyela lagi… He.. he.. he.. Emang agak males lagi nih ngisi blog ini gara gara internet connectionnya udah limited banget disini. Cuman saking kangennya aku sama “si Bule” dan biar bisa aku pandangin terus fotonya jadinya aku masukin aja fotonya disini.



Semenjak pindah ke rumah yang sekarang ini aku tempatin, baru kali ini ada kucing yang beranak pinak dan besar disini. Karna biasanya kucingku disini biasanya rata rata jantan. Sejak kecil aku terbiasa punya piaraan dan kucing adalah yang paling lama setelah burung, kelinci dan ikan. Jumlah kucing yang aku punya bisa sekaligus 20 ekor. Rumah lamaku lumayan punya halaman belakang yang besar jadi jumlah sebanyak itu tidaklah terlalu merepotkan. Namun setelah bapakku meninggal, kita terpaksa harus ninggalin rumah itu dan pindah ke rumah yang tidak sebesar rumah kita yang dulu. Makanya aku tidak bisa lagi punya banyak kucing seperti dulu. Paling banyak sekarang aku hanya bisa nampung sekitar 7 ekor saja.




Kucing terlama dirumahku yang sekarang adalah “si Macho”, aku rasa dia turunan kucing import tapi aku gak tau jenisnya apa, “secara” bulunya memang agak panjang tapi ekornya agak pendek, jadi gak mungkin turunan Angora kan?
Nah dari “si Macho” inilah muncul kucing kucing lain turunannya langsung.



Aku masih inget banget kapan pertama kali anak anak “si Macho” ini lahir dan ngeong ngeong dari kamar kosong sebelah kamarku.
Aku seneng banget, aku langsung aku cari di semua sudut kamar tapi ternyata “si Yelli” (induk anak anak kucing baru ini) udah punya tempat strategis sendiri buat ngelahirin, yaitu di dalem lemari pakaianku yang emang udah lama ga dipake. Jumlah anaknya ada 4ekor, dua betina warnanya persis sama dengan “si Macho” dan yang dua lagi jantan, anak kucing jantan yang satu warna kuning Garfield dengan tone yang langka dan warna kuningnya pun lebih gelap dari warna kucing berjenis warna ini, dia aku kasi nama “Brownies” dan yang terakhir warna nya pun cukup aneh. Warna dominannya adalah putih tapi ada spot kuning pudar didaerah kepala dan punggungnya, karna warna kuningnya pudar jadi aku panggil dia “si Bule”. Sejak awal yang paling aku suka memang sama “si Brownies” ini, karena warna dan tone nya memang agak agak langka. Aku bener bener manjain dia. Tapi ternyata kucing punya sifat bawaan masing masing yang berbeda dan dia termasuk yang tidak manja dan cenderung sangat cuek dibanding yang sibling-nya yang lain.



Sifat kucing yang selain pemalas adalah arogan, terutama untuk kucing jantan. Biasanya disatu rumah sukar sekali untuk mempunyai lebih dari satu ekor kucing jantan, kecuali kalo kamu punya kandang pastinya tidak ada masalah.
Anak anak kucing biasanya cepat sekali akrab dengan anak anak kucing lainnya meskipun itu kucing pendatang. Tetapi untuk kucing dewasa butuh waktu sekitar satu minggu atau lebih untuk bisa saling akrab antara kucing baru dan kucing yang sudah ada.



Karena dirumahku tidak pernah menggunakan kandang, dan akupun lebih senang melihat kucingku bebas pergi kemana dia suka dan kembali kapan saja dia mau, kadang cukup bisa bikin aku memahami karakter setiap kucing yang aku punya.
Misalnya saja si Macho yang sering banget ngeloyor keluar rumah dan pulang hanya untuk makan pagi dan sore trus hobby banget kawin dan berantem, kadang banyak sekali luka di kepala atau ditempat lainnya kalo dia pulang, dan banyak sekali keturunannya dimana mana disekitar daerah rumahku, karna aku bisa lihat dari hasil turunannya, biasanya berwarna seperti dia dan cenderung berbulu bagus.<