Friday, March 03, 2006

Bandung Busline(Buslane)




Bandung Busline


Apa kalian pernah terpikir untuk tau berapa sih pendapatan seorang supir angkot setiap hari?
Tanpa sengaja aku sering sekali mendengar keluhan dari sesama supir angkot yang sedang kebetulan mereka pada sama sama “ngetem” (nunggu penumpang).
Dari semua obrolan mereka yang paling sering aku dengar adalah tidak seimbangnya pendapatan mereka dengan apa yang harus mereka keluarkan untuk membeli bensin yang saat ini harganya memang sangat memberatkan semua orang dan sisanya untuk membayar setoran kepada pemilik angkot.
Sebenarnya semuanya itu bisa saja menjadi impas dan bahkan bisa sangat menguntungkan kalau saja jumlah penumpang selalu banyak dan stabil dari mulai saat mereka narik angkot sampai mereka harus setor pada pemilik angkot.
Aku pernah dengar salah satu dari mereka malah harus nombok sampai sekirar Rp. 5000,- karena hari itu dia baru mendapat uang Rp.135.000,- sedangkan waktu yang dia punya hanya tinggal 30 menit lagi untung memulangkan angkot pada majikannya dan menyetor Rp.140.000,- untuk setiap shift angkot yang dia sewa.
Mau nangis ga sih dengernya…?

Kalo kalian memang suka naik angkot apalagi disiang hari, kalian pasti bisa ngebayangin betapa panasnya dan begitu menjengkelkannya jalan jalan dikota Bandung itu mengingat jalur jalan yang dilalui angkot umumnya adalah jalur jalur padat dan sering sekali macet. Jadi kebayangkan betapa kerja keras mereka masih juga harus diberi beban dengan harus kadang kadang nombokin uang setoran.
Menurut para supir angkot turunnya jumlah penumpang angkot itu disebabkan karena kenaikan tarif angkot yang sudah hampir 75% akibat kenaikan bensin yang lebih dari 2 kali lipat dan akhirnya masyarakat lebih memilih untuk memiliki motor sendiri dari pada naik angkot untuk menekan biaya pengeluaran untuk urusan transportasi.
Jelas sudah kalo menjadi supir angkot sekarang ini tidak bisa memberikan keuntungan lagi. Lalu gimana nasib mereka nanti?
Mungkin bukan hanya karena turunnya jumlah penumpang saja tapi jumah dari angkutan itu sendiri yang terus saja bertambah dan menambah sesak jalan jalan di Bandung ini yang akhirnya mengurangi pendapatan para supir angkot ini karena biasanya dalam satu shift mereka bisa sampai 7 kali bisa bolak balik dengan rute yang sama tapi sekarang rute tersebut hanya bisa dilakukan sebanyak 5 kali saja akibat kemacetan lalulintas, Jelas itu sangat merugikan pendapatan supir angkot.
Mungkin solusi tercepat adalah mengantikan angkot angkot ini ke transportasi yang lebih masal lagi.
Semoga saja dengan kehadiran Bandung Busline nanti sedikit demi sedikit masalah angkutan kota Bandung bisa diatasi.
Katanya menurut Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Timbul Butar Butar mengatakan dari 39 bus yang dibutuhkan untuk proyek Busline, 20 diantaranya akan disediakan oleh pemerintah pusat dan sisanya ditawarkan pada pengelola angkutan kota yang trayeknya digantikan oleh Busline ini.
Setiap satu buah Busline akan menggantikan 3 buah angkot yang trayeknya dilalui Busline. Tapi kalo cuman menggantikan 3 buah angkot saja rasanya masih tidak membantu mengurangi kemacetan.
Dan untuk masalah SDM, aku sangat berharap para supir angkot yang nantinya harus kehilangan pekerjaan karena proyek ini bisa direkrut oleh Dinas Perhubungan Kota supaya semuanya lebih terasa manusiawi.
Tapi entah kapan proyek ini berjalan. Mengingat ini sudah masuk bulan ke-3 tahun 2006 padahal janjinya sudah sejak akhir 2005 lalu.

No comments: