Wednesday, January 02, 2008

Ratu Label [ Children Of Bro..]

Deru sang ombak bergilir ke pantai
Disambut ayunan nyiur melambai
Rembulan megah diatas mahligai
Tersenyum melihat kita berdua...


Tidak banyak orang yang tau kalo penggalan lirik lagu milik Oddie Agam diatas pertama kali dipopulerkan oleh Atiek CB, arek Suroboyo yang sudah menetap di US sana sejak Agustus 2002 lalu. Orang lebih mengenal lagu itu asli berasal dari negeri Jiran dan dinyanyikan oleh Sheila Majid.
Waduh… ternyata apapun milik Indonesia itu ternyata akan jauh terasa lebih berharga dan berarti setelah dimiliki oleh negara tetangga ini. Belum selesai soal lagu daerah, dan konflik tertitorial. Eh..sekarang malah kesenian daerah khas Jawa Barat (angklung Bandung) pun katanya akan dijadikan kesenian asli kerajaan Malaysia dan tinggal menunggu pengesahan dunia melalui UNESCO. Keterlaluan!! Apa kata dunia??

Wuih… enam bulan sudah aku ga sempetin buat isi blog-ku ini kok malah tambah kumat ya nyela nya, ya?...

Lagu ‘Antara Anyer dan Jakarta’ diatas adalah salah satu dari sekian banyak lagu yang awalnya dilantunkan oleh Atiek CB kemudian didaur ulang oleh penyanyi penyanyi lain.
Untuk satu lagu diatas saja saya sudah menghitung ada sekitar 4 versi yang dinyanyikan selain beliau, antara lain: Oddie Agam(solo), Andi Meriem Mattalatta dan Oddie Agam (duet), Elfa’s Singer dan yang paling fenomenal tentunya versi negeri Jiran oleh Sheila Majid itu.

Untuk tahun ini saja sudah terdengar 2 lagu daur ulang beliau yang masuk di jajaran lagu nomor satu beberapa bulan lalu yang dinyanyikan kembali oleh Melly. Ya, benar!! Seorang Melly saja, yang jelas jelas tidak pernah lepas menyanyikan lagu dari hasil aransemen dan lirik milik sendiri saja masih sangat ingin menyanyikan lagu indah yang pernah dinyayikan beliau yang berjudul ‘Risau’ di album ‘MindNsoul’, tahun ini juga salah satu hit beliau dijadikan lagi lagu ‘kojo’ di album terbaru milik Yuni Shara yang berjudul ‘Maafkan’, belum lagi ditahun sebelumnya satu artis pendatang baru, Lea Simanjuntak pun menyisipkan satu lagu beliau yang berjudul ‘Kau Ada Dimana’ dalam versi duet untuk album perdananya. Ini semua bukti dari kedigjayaan beliau yang masih sangat menggema sampai hari ini.

Dengan modal keunikan suara dan gaya yang khas, beliau mampu menjadi salah satu ikon penyanyi wanita yang paling produktif di era 80an. Kalau kita ‘tracking’ dari semua album album beliau yang pernah ada, beliau bisa dikatakan adalah penyanyi wanita yang paling banyak mencetak album dengan jumlah recording company terbanyak. Sungguh prestasi yang sangat ‘unik’ dan mengagumkan walaupun kesannya seperti kutu loncat dan nomaden tetapi anehnya semuanya itu melahirkan hits yang unbelievable!

Bayangkan saja salah satu label raksasa tertua di Indonesia, Purnama Record pun pernah dia singgahi, bahkan seorang Vina Panduwinata saja belum punya kesempatan itu.

Atiek CB memang lebih dulu terjun ke dunia rekaman ketimbang Vina Panduwinata, dan mereka berdua pernah sama sama di bawah label paling bergengsi di Indonesia, yaitu Jackson Record.Sayangnya Atiek tidak bisa bertahan lama di Jackson Record seperti Vina yang bisa membuahkan 4 album solo di label paling bergengsi ini. Padahal dia pasti jauh bisa lebih besar lagi di Jackson, tapi siapa tau yah? Namanya juga rejeki. Bisa saja mungkin malah mandeg.

Tapi begitulah perjalanan karir seorang Atiek CB, sangat unik!

Saya pernah coba hitung ada sekitar 16 label yang pernah beliau singgahi : Yulia LL Record, Olimpindo Record,Purnama Record, Virgo Ramayana Record, RCA, Jackson Record, TEAM Ind, Musica, Blackboard, Harpa Record, Warner Music Indonesia, Harpa,Aquarius, Arco, Harika, Hemagita & Granada Record. Fantastis!! Masih ada yang mau menambahkan??

Kalo melihat dari banyaknya label dan hits sepanjang perjalanan karir Atiek CB hampir sama persis dengan track dari album album dari Harvey Malaihollo, bedanya Atiek CB (setahu saya) tidak pernah satu kalipun menyumbang suara untuk Festifal Lagu Populer Indonesia yang sangat fenomenal di era 80an.

Namun setiap beliau berganti label recording, beliau selalu menyertakan hits dari label sebelumnya ke album terbarunya itu.

Entah apa alasannya, tapi kalau dilihat dari segi marketing, kebiasaan ini akan sangat menguntungkan untuk label baru tersebutb karena akan membantu mendongkrak penjualan album barunya dikarenakan berisi beberapa hits dari album album sebelumnya. Sehingga pembeli bisa seperti mendapatkan beberapa hits dari album album Atiek sebelumnya dalam satu album baru beliau.

Contohnya lagu Risau bisa didapat di 3 album Atiek yang berbeda. Fantastis bukan??
Awalnya lagu ‘Risau’ (album Transisi) dikeluarkan oleh Purnama Record kemudian kembali ini di masukan di album “Kekang” , Produksi Blackboard dan terakhir di album “Maafkan”, Produksi Musica.
Sebenarnya bukan hanya lagu ‘Risau’ saja yang bisa terdapat di beberapa album berbeda tapi masih banyak lagi hits beliau yang terus di pasang di beberapa label yang berbeda antara lain Magis, Kau Ada Dimana, Dahaga, Permohonan, Akh, Dibibirku ada Cinta, Tebak Menebak dan banyak lagi.
Beliau memang belum pernah membuat album dalam bentuk CD, Namun ada beberapa hits beliau yang pernah di re-mastered oleh Harika beberapa tahun lalu, namun saya sangat yakin kalo CD itu dibuat tanpa sepengetahuan beliau. Mengingat kacaunya content serta design cover yang seadanya dan selera peng-compile yang sangat buruk sehingga album the best ini tersasa sangat murahan.

Gosip soal beliau akan membuat album the best yang original dan di-compile secara pribadi oleh beliau memang sudah saya dengar sejak bulan Mei lalu dan akan diedarkan bulan September tahun ini.
Namun tunggu punya tunggu hingga bulan penghujung tahun ini album kompilasi itu tetap belum terdengar kabarnya.

Padahal kerinduan untuk bernostalgia dengan suara indah beliau dalam format CD dengan kualitas yang lebih jernih dari kaset kaset yang kita punya sudah kita tunggu cukup lama.
Semoga segera terkabulkan…


Good Luck Mba Atiek!!

Berikut saya saya sisipkan discography seadanya dari beberapa album Atiek CB yang masih saya ingat.

Maaf saya tidak bisa mencantumkan secara detail karena keterbatasan memori.

1. Disudut Kemegahan Hidupnya, Olimpindo Record

2. Nusantara, Yulia LL Record

3. Ilusi Pagi, Arco Record

4. Nusantara 7, Yulia LL Record

5. Antara Anyer dan Jakarta, Virgo Ramayana Record

6. Transisi, Purnama Record

7. Akh, RCA Record

8. Kekang, Blackboard

9. Bersuka Cita, Jackson

10. Dia, Blackboard & Hemagita Record

11. Suka Suka, Aquarius Musikindo

12. Meditasi, Warner Music Ind

13. Maafkan, Musika

14. Magis, Hemagita & Granada Record

15. Benci Sendiri, Hemagita & Musica

16. Atiek & Ronni, Musica

17.Adarapta, RCA Record

18.Rumpies 1-3, Harpa & Atlantic Record

19.Catatan si Boy III, TEAM Record

20.Aku Jadi Aku, Warner Music Ind.

21.Kelompok 7 Bintang 1, Hins Record

22.Kelompok 7 Bintang 2, Harpa & Hins Record

23.Kuajak kau Kembali - Suara persaudaraan

24. Terserah Boy, Catatan Si Boy III, TEAM Record

1 comment:

Gozali said...

Bagaimana bisa sangat kebetulan, siang-siang saya memutar mp3 Maafkan versi Yuni Shara, sambil membuka blog Anda. Atiek CB memang salah satu yang berbakat dan berkarakter yg dimiliki Indonesia.