Saturday, July 22, 2006

Single VS Album

Ini adalah kedua kalinya Yovie ngeluarin album kompilasi sejenis gini. Entah apa maksudnya, aku sendiri kurang jelas maksudnya. Kalo tujuannya adalah untuk membuat kompilasi semua hits dia, tentu tidak akan cukup hanya memasukan 12 hits dalam album seperti ini mengingat lagu lagu dia selama 21 tahun perjalanan kariernya yang pernah menjadi jadi hits itu bukan lagi hitungan jari tapi sudah puluhan lagu. Mulai dari yang dinyanyikan secara solo oleh penyanyi2 Top Indonesia ataupun secara group seperti Elfa`s Singer, Bening, Warna,The Groove, Lingua, Nuno, Kahitna dan banyak lagi. Tapi kenapa cuman 12 yah? Kenapa dia tidak membuat Double CD atau untuk pertama kalinya aja seorang Musisi Indonesia bisa buat album kompilasi langsung 4 album sekaligus biar masuk MURI sekalian. Dan yang paling menyebalkan adalah hapir semua lagu di album kompilasi itu adalah koleksi lagu yang kebetulan aku sudah punya juga. Jadi buat apa beli album itu? Memang ada lagu baru yang jadi “pemancing” orang untuk beli album ini, Mungkin ini strategi bisnis industri musik di Indonesia yang menurut aku selalu merugikan konsumennya. Biasanya sebuah label rekaman yang akan memperkenalkan salah satu artis barunya dia tidak akan langsung membuatkan sebuah album untuk artis baru tersebut, tapi biasanya dibuat satu single baru saja untuk dinyanyikan artis tersebut kemudian sisanya adalah kumpulan hits2 dari label tersebut. Tujuannya selain memperkenalkan artis tersebut mungkin juga untuk menghindari resiko kerugian yang besar kalo tidak laku. Mungkin mengiat begitu besarnya budget yang harus dikeluarkan sebuah label untuk membuat album baru yang belum tentu laku. Banyak sekali contoh pembuatan single seperti ini. Misalnya saja Sony Music Indonesia yang membuat satu single untuk Ello “ Silang Hati” di albumnya Audy yang kebetulan satu lebel. Kadang lagu single tidak akan muncul lagi di album artis tersebut jika dia sudah membuat satu album utuh. Mungkin juga untuk mendongkrak penjualan kedua album tersebut. Karna biasanya penggemar fanatik kan selalu mengejar apapun yang si artis jual. Contoh lain adalah Audy. Ada 2 single terdahulu-nya sebelum dia ngetop dan punya album sendiri. Yang pertama adalah “Satu Jam Saja” dan yang kedua adalah “Mendua” yang disisipkan di album pertama Yovie & The Nuno, entah karna alasan apa lagu “Mendua” muncul juga dialbum Audi yang ke-1 tapi lagu “Satu Jam Saja” tidak diikut sertakan.
Nah kebetulan sekali di Album Yovie yang pertama yang di beri judul “Karya Apik” (sayang saya hanya punya format kasetnya saja karna waktu itu memang belum ada format CD nya) di album itu ada Dea Mirela. Disini Musica memberi kesempatan dia untuk menyanyikan satu buah single dg judul “Menanti” yang setelah lagu itu popular barulah album Dea Mirela keluar tanpa ada lagu “Menanti” disitu.
Memang agak berbeda sedikit, dialbum kedua Yovie ini ada sekitar 4 lagu baru (sebenernya 3) karna salah satunya adalah lagu yang dinyanyikan ulang. Awalnya album ini diberi judul “A Touch of Yovie” tapi karna mungkin takut disebut jadi Copycat dari albumnya David Foster akhirnya diganti menjadi “A Portrait of Yovie”,hmmm …apa bedanya yah??
Walaupun ada beberapa lagu barunya, tapi tetap saja sisanya adalah lagu2 yang mubazir karna kita harus dapet lagu lagu yang sudah kita koleksi sebelumnya. Belum lagi harganya yang menurut aku sangat mahal.!!
Sebenernya hanya satu lagu yang aku ingin punya dari album ini, yaitu lagu “Tak Mungkin Bersatu” , lagu lama Hedi Yunus yang dinyanyikan kembali oleh Penyanyi kesukaanku Pinkan Mambo.

Menyebalkan bukan?? Hanya ingin denger satu lagu itu saja saya harus membayar Rp.60ribu!! Sebeeeeeeeeeeeeeel….
Belum lagi isi lagu di album ini juga masih saja ada lagu yang sama dengan lagu dialbum yobie pertama. Yaitu lagu Lingua!! Mau MARAH ga sih?
Memang kali ini agak sedikit berbeda tapi tetep menurut aku itu ga` penting banget. Di album ini (Ada 2 CD) dia masukin wawancara dengan sebagian artis yang menyanyikan lagu dia di album kompilasi ini dalam format VCD. Tapi tetep aja GA` PENTING!
Berbeda dengan Dodo Zakaria. Dia adalah Musisi yang paling aku suka sampe hari ini. Dia jauh lebih Berani dan Kreatif lagi.Kira2 dipertengahan tahun 80`an Dia membuat satu album yang isinya adalah kumpulan karya dia yang juga aransemennya dia buat sendiri dan dinyayikan oleh artis Top Indonesia mulai dari jenis musik Pop Sampe Rock ada dialbum ini, seperti Vina, Utha, Nicky Astria, Achmad Albar dll.
Kebayang mahalnya pembuatan album ini mengingat semua artis top ada disini padahal lagu dalam album ini adalah baru!! Tapi ini lah yang bikin aku suka sekali album yang diberi judul "Dodo" ini. Ada ga yah Musisi kita yang mau bikin album kayak gini lagi?
Lalu Kenapa kita tidak meniru strategi bisnis musik di luar negri, yang menurut aku sangat bagus dan tidak hanya menguntungkan si artis tapi producer dan pencipta lagunya tapi konsumen juga bisa pilih2 lagu yang dia mau saja yang dia beli.
Biasanya kalo disana penjualan lagu lagu itu bisa berbentuk single dan album. Nah ini yang seru…
Kita diberi pilihan. Bisa membeli lagu yang kita mau saja. Dan harganya pun jauh lebih murah beli lagu satuan(single) dibanding membeli satu album. Dan biasanya single itu muncul lebih dulu dari albumnya.Kemasannya juga bagus karna lebih tipis. Biasanya dalam satu album itu ada beberapa pencipta lagu dan ada juga beberapa produser yang berbeda dari tiap lagu di album tersebut. Berbeda dg di Indonesia, umumnya hanya 1 produser yang memproduseri satu album penuh.
Strategi seperti ini menurut aku sangat merangsang daya kreatifitas seorang produser dalam menjual sebuah lagu yang dia produseri-nya sendirian. Bayangin aja satu lagu itu bisa dibuat beberapa versi, bahkan ada yang berbeda bahasa dan tidak jarang pula ditambah lagi dengan sentuhan DJ professional yang bikin lagu itu unik yang tidak akan ada dijual di dalam original album artis tersebut. Setiap Negara isi dari CD single itu bisa berbeda2 dengan cover CD yang berbeda2 pula tergantung keinginan dan kreatifitas produser ditiap2 negara tsb.Tujuannya adalah untuk mendongkrak penjualan lagu tersebut yang akhirnya akan membawa keuntungan buat si produser. Tetapi berbeda untuk penjualan album. Semua Cover Album diseluruh dunia dan isi dalam album itu harus sama disetiap Negara.
Hmmmm… Andai saja lagu lagu di sini dijual dalam bentuk single…
Pasti akan lebih seru hunting lagu-nya. Dan ga akan dirugiin terus…
Iya gak?? Iya aja deh….

No comments: